Kamis 31 Januari 2013
Pukul 19.33 WITA
Dahulu Hasan Al Banna, Sayyid Quthb dan Ikhwan dilabeli "terlarang". Tapi kemenangan Ikhwan dan Pemikiran para pendirinya terjadi sekitar 40 tahun kemudian. Saat ini. Hari ini.
Mereka boleh saja menahan Ust luthfihasan selama 1 tahun untuk mencoreng dakwah ini. Tapi tahun - tahun masih panjang. Kami masih muda. Regenerasi takkan berhenti
Kamilah saksi sejarah seluruh makar hari ini. Insya Allah kami jugalah, di tahun - tahun mendatang yang akan "mengantar" dakwah ini untuk peroleh kemenangannya. Insya Allah
"Aku Telah Berjanji Kepada Sejarah Untuk Pantang Menyerah, Berselempang Semangat Yang Tidak Pernah Mati"
Kamis, 31 Januari 2013
Mencintai Seperti Air Di Sungai
Kamis, 31 Januari 2013
Pukul 16.15 WITA
Mengharapkan "kesempurnaan" pada org lain itu adalah hal yang teramat sulit dan berat. #Paradigma
Tapi kita bisa mengupayakan "kesempurnaan" itu ada pada diri kita sendiri. Peluangnya lebih mungkin dan lebih besar #Paradigma
"Kesempurnaan" yg kita upayakan itulah yang bisa kita gunakan untuk membantu "menyempurnakan" orang lain. #Paradigma
Kita hanya butuh melihat satu hal : Peluang untuk bisa menumbukan dan mengembangkan potensi orang lain. atau saling menumbuhkan #Paradigma
Jika firasat kita benar terhadap diri kita sendiri. Insya Allah firasat kita juga akan benar pada orang lain. #Paradigma
Jika yg paling mungkin kita rasakan dari cinta adalah semangat ut terus menumbuhkan orang lain...#Paradigma
Maka ketahuilah, bhw hanya kepribadian setiap oranglah yg bisa buat cinta itu abadi. Pertumbuhan itu menjadi abadi. #Paradigma
Manusia itu seperti air yang mengalir. Jk banyak air di hulu, lalu menemukan alur sungai, mk ia akan menyusurinya dg indah...#Paradigma
...lalu suburlah tanah di kiri kanan aliran airnya. Seperti itu jugalah cinta dan kepribadian dijelaskan. #Paradigma
Hulu adalah kepribadian yg menampung banyak air. Tapi cinta adalah aliran sungainya yg membuat subur tanah2. #Paradigma
Jika engkau telah menampung byk air kebaikan dlm pribadimu. Mk engkau hanya perlu menemukan aliran sungainya. #Paradigma
Mk mencintai itu tdk memutlakan karena alasan kesempurnaan yg dimiliki seseorang. Engkau hanya perlu tahu bagaimana....(cont) #Paradigma
....menemukan alur sungai pada pribadinya, dimana engkau bisa mengalirkan air kebaikan, sehingga kepribadiannya tumbuh lbh baik #Paradigma
Tapi jika engkau tak menemukan alur sungainya dengan tepat. Mk mgkn air kebaikan pribadimu tetap mengalir. Tp kegaduhan....#Paradigma
....dan banjir sajalah yang akan engkau ciptakan. Mk mencintai itu tidak sederhana. Berhati2lah mengumbar cinta. #Paradigma
Pukul 16.15 WITA
Mengharapkan "kesempurnaan" pada org lain itu adalah hal yang teramat sulit dan berat. #Paradigma
Tapi kita bisa mengupayakan "kesempurnaan" itu ada pada diri kita sendiri. Peluangnya lebih mungkin dan lebih besar #Paradigma
"Kesempurnaan" yg kita upayakan itulah yang bisa kita gunakan untuk membantu "menyempurnakan" orang lain. #Paradigma
Kita hanya butuh melihat satu hal : Peluang untuk bisa menumbukan dan mengembangkan potensi orang lain. atau saling menumbuhkan #Paradigma
Jika firasat kita benar terhadap diri kita sendiri. Insya Allah firasat kita juga akan benar pada orang lain. #Paradigma
Jika yg paling mungkin kita rasakan dari cinta adalah semangat ut terus menumbuhkan orang lain...#Paradigma
Maka ketahuilah, bhw hanya kepribadian setiap oranglah yg bisa buat cinta itu abadi. Pertumbuhan itu menjadi abadi. #Paradigma
Manusia itu seperti air yang mengalir. Jk banyak air di hulu, lalu menemukan alur sungai, mk ia akan menyusurinya dg indah...#Paradigma
...lalu suburlah tanah di kiri kanan aliran airnya. Seperti itu jugalah cinta dan kepribadian dijelaskan. #Paradigma
Hulu adalah kepribadian yg menampung banyak air. Tapi cinta adalah aliran sungainya yg membuat subur tanah2. #Paradigma
Jika engkau telah menampung byk air kebaikan dlm pribadimu. Mk engkau hanya perlu menemukan aliran sungainya. #Paradigma
Mk mencintai itu tdk memutlakan karena alasan kesempurnaan yg dimiliki seseorang. Engkau hanya perlu tahu bagaimana....(cont) #Paradigma
....menemukan alur sungai pada pribadinya, dimana engkau bisa mengalirkan air kebaikan, sehingga kepribadiannya tumbuh lbh baik #Paradigma
Tapi jika engkau tak menemukan alur sungainya dengan tepat. Mk mgkn air kebaikan pribadimu tetap mengalir. Tp kegaduhan....#Paradigma
....dan banjir sajalah yang akan engkau ciptakan. Mk mencintai itu tidak sederhana. Berhati2lah mengumbar cinta. #Paradigma
Cerita Ku Tentang Konspirasi Setan
Rabu, 30 Januari 2013
Pukul 01.20 WITA
Aku ingin bercerita kepadamu, disaat gelap seperti ini. Agar kita lebih tenang meresapi bait2nya #KonspirasiSetan
Ini cerita tentang hati. Ya hati. Tapi bukan hati "jeroan" tempat dimana semua kotoran dan racun dibersihkan dlm tubuh #KonspirasiSetan
Ia adalah hati. Tempat dimana #KonspirasiSetan terjadi dlm diri kita. Tak kita sadarikah ia? Aku akan ceritakan jika begitu...
Apakah sekarang orang - orang sedang gaduh? Apakah itu artinya hatimu juga sedang gaduh? #KonspirasiSetan
Apakah saat ini, orang-orang sedang mencaci makimu? Apakah itu artinya hatimu jg turut serta mencaci diri sendiri? #KonspirasiSetan
Cobalah keluar sejenak di halaman rumahmu. Berdirilah di kegelapan di salah satu sudutnya. Lalu...#KonspirasiSetan
Lalu, rebahkanlah tanganmu tepat di dadamu. Tak kau dengarkah ada yang sedang membisikkimu? #KonspirasiSetan
Aku tidak tahu #Bisikan siapa yg sedang kau dengarkan. Padahal saya sedang bercerita tentang #KonspirasiSetan
Tapi aku hanya mau berbicara bisikkan hati yg lahir dari iman. Karena aku lbh senang bercerita kebaikan kepadamu #KonspirasiSetan
UjianSepanjangUsia @arifmahmudah
Apakah engkau percaya pada bisikan imanmu? Sebesar engkau percaya pada dirimu sendiri? #KonspirasiSetan
Krn apa yg sedang kau saksikan saat ini, adalah cerita sejarah yg berulang. Sejak dulu kala. Tak tahukah engkau? #KonspirasiSetan
Aku kan sdh bilang beberapa malam lalu. Jk mrk sdh putus asa menghadang, mrk akan merencanakan "pembunuhan" qiyadah. #KonspirasiSetan
Aku katakan ini bukan untuk meyakinkan hatimu. Tapi coba dengarkan bgmn hatimu berkata2 kpdmu #KonspirasiSetan
Jk engkau percaya pd dirimu sendiri, bhw jika itu dirimu, kau takkan melakukannya. Apatah lagi mereka? #KonspirasiSetan
#KonspirasiSetan tdk terjadi dimana2. Tapi ia terlebih dahulu terjadi disini. Di dada yang di dalamnya ada hati
Jk dunia sedang gaduh. Orang-Orang sdg gaduh. Sebenarnya ia tdk sedang gaduh. Tapi hatimulah yg sedang gaduh oleh #KonspirasiSetan
Pukul 01.20 WITA
Aku ingin bercerita kepadamu, disaat gelap seperti ini. Agar kita lebih tenang meresapi bait2nya #KonspirasiSetan
Ini cerita tentang hati. Ya hati. Tapi bukan hati "jeroan" tempat dimana semua kotoran dan racun dibersihkan dlm tubuh #KonspirasiSetan
Ia adalah hati. Tempat dimana #KonspirasiSetan terjadi dlm diri kita. Tak kita sadarikah ia? Aku akan ceritakan jika begitu...
Apakah sekarang orang - orang sedang gaduh? Apakah itu artinya hatimu juga sedang gaduh? #KonspirasiSetan
Apakah saat ini, orang-orang sedang mencaci makimu? Apakah itu artinya hatimu jg turut serta mencaci diri sendiri? #KonspirasiSetan
Cobalah keluar sejenak di halaman rumahmu. Berdirilah di kegelapan di salah satu sudutnya. Lalu...#KonspirasiSetan
Lalu, rebahkanlah tanganmu tepat di dadamu. Tak kau dengarkah ada yang sedang membisikkimu? #KonspirasiSetan
Aku tidak tahu #Bisikan siapa yg sedang kau dengarkan. Padahal saya sedang bercerita tentang #KonspirasiSetan
Tapi aku hanya mau berbicara bisikkan hati yg lahir dari iman. Karena aku lbh senang bercerita kebaikan kepadamu #KonspirasiSetan
UjianSepanjangUsia @arifmahmudah
Apakah engkau percaya pada bisikan imanmu? Sebesar engkau percaya pada dirimu sendiri? #KonspirasiSetan
Krn apa yg sedang kau saksikan saat ini, adalah cerita sejarah yg berulang. Sejak dulu kala. Tak tahukah engkau? #KonspirasiSetan
Aku kan sdh bilang beberapa malam lalu. Jk mrk sdh putus asa menghadang, mrk akan merencanakan "pembunuhan" qiyadah. #KonspirasiSetan
Aku katakan ini bukan untuk meyakinkan hatimu. Tapi coba dengarkan bgmn hatimu berkata2 kpdmu #KonspirasiSetan
Jk engkau percaya pd dirimu sendiri, bhw jika itu dirimu, kau takkan melakukannya. Apatah lagi mereka? #KonspirasiSetan
#KonspirasiSetan tdk terjadi dimana2. Tapi ia terlebih dahulu terjadi disini. Di dada yang di dalamnya ada hati
Jk dunia sedang gaduh. Orang-Orang sdg gaduh. Sebenarnya ia tdk sedang gaduh. Tapi hatimulah yg sedang gaduh oleh #KonspirasiSetan
Selasa, 29 Januari 2013
"Membiasakan" Mendengar Caci Maki
senin 28 Januari 2013
1.Dakwah ini, telah mendeclare dirinya, bahwa saat ini telah memasuki #EraTerbuka. Maksudnya apa? #Pembiasaan
2.#Terbuka artinya, interaksi orang-orangnya harus lebih luas lagi. Kpd byk kalangan, dg beragam latar belakang #Pembiasaan
3.#Terbuka artinya, tidak meninggalkan hal2 yg asasi dari islam dan dakwah, tetapi mulai mengenalkan #KonsepIslam yg kita bawa kpd byk org #Pembiasaan
4.#Terbuka adalah prinsip dari islam yg kita bawa. Jk skrg kita #Terbuka, apakah dulu kita prn #Tertutup? .#Pembiasaan
5.Terserah, mau menyebutnya apa, tapi dulu, sblm era #Terbuka ini, urusan kita lbh byk pd #UrusanInternal. #Pembiasaan
6.#UrusanInternal artinya lbh byk mengurusi internal dlm rangka penguatan inti organisasi dan strukturnya. #Pembiasaan
7.Apakah kita tdk berinteraksi dg org lain?. Ada, tpi blm massif, krn kita hrs kuat dulu sec. internal. #Pembiasaan
8.Agar kita secara organisasi tidak mudah dihempas badai. Apakah skrg kita sdh kuat? Insya Allah. #Pembiasaan
9.Tapi penguatan kita adalah hal yang terus kita tingkatkan. Krn ujian yg akan kita hadapi jg makin kuat. #Pembiasaan
10.Sblm era #Terbuka ini, (bolehlah kita sebut era #Tertutup), hanya kitalah yang menilai masyarakat. #Pembiasaan
11.Tapi sekarang, di era #Terbuka ini, penilaian itu menjadi timbal balik. Kita menilai masy, sebaliknya masy menilai kita. #Pembiasaan
12.Menilai apa? #Menilai sikap2 kita. Menilai kalimat2 kita. Menilai perbuatan2 kita. Menilai konsep2 kebaikan yg kita tawarkan. #Pembiasan
13.Penilaian itu bisa bersifat objektif. Menilai kita dg nilai baik, jk memang baik. Buruk, jika memang buruk. #Pembiasaan
14.Yg menilai kita secara objektif, itu penting. Jadi bahan evaluasi dan perbaikan diri. #Pembiasaan
15.Tapi, Bisa juga memang tujuannya hanya ut “mencitrakan kita jelek”. Mencari2 kesalahan. #Pembiasaan
16.Yg kedua ini, bisa saja menilai: yg benar disalah2kan, yg salah tambah dihujat. Jelek saja, sinis saja. #Pembiasaan
17.Semua yg kita lakukan gak ada yg benar di mata dia. Bad news bagi kita ad Good news bagi mereka. #Pembiasaan
18.Nah, sy gunakan hastag #Pembiasaan, maksud saya begini: “kita harus terbiasa menghadapi tipe penilai yg kedua diatas”. #Pembiasaan
19.Kita insya Allah sdh tahu peristiwa fitnah yg menimpa Aisyah r.a yg diabadikan Allah dlm Al Quran. #Pembiasaan
20.Diabadikan Allah dlm Q.S Annur 11-21. Kita tahu persis. Bahkan kita tahu latar belakang turunnya. #Pembiasaan
21.Dan tahu juga bagaimana seharusnya kita bersikap. Ada “tabayyun”. Klarifikasi yg harus kita lakukan. #Pembiasaan
22.Tapi lebih jauh sy ingin mengatakan: “Kita harus mulai membiasakan melihat para aktivis…” #Pembiasaan
23.…membiasakan diri melihat para aktivis yg memasuki wilayah publik dicaci maki, difitnah oleh byk org. #Pembiasaan
24.Juga membiasakan diri ut #Bersabar, melihat para aktivis dihujat ut kesalahan yg sebenarnya tdk mrk lakukan. #Pembiasaan
25.Termasuk membiasakan diri, menerima penilaian objektif orang lain terhadap kinerja para aktivis. #Pembiasaan
26.Krn ini ad era #Terbuka. Orang lain melihat kerja2 kita secara transparan. Mk mrk berikan penilaian. #Pembiasaan
27.Jangan krn berita negatif itu, kita cepat2 minta “mundur” dari barisan. Jk pun salah, ya kita ini manusia. #Pembiasaan
28.Apakah tabayyun, klarifikasi terhadap satu isu harus kita lakukan. Ya!! Harus. Tapi sy ingin berikan catatan. #Pembiasaan
29.Klarifikasi tidak mungkin dilakukan terus menerus. Untuk setiap isu. Untuk setiap berita. Utamanya yg “negatif”. #Pembiasaan
30.Mk hal yg harus kita biasakan setelahnya adalah apa yg disebutkan oleh Imam Al Banna sbg #Tsiqoh. #Pembiasaan
31.Tsiqoh ad tenangnya hati terhadap kompetensi dan kejujuran pemimpin. Ini adalah karakter….#Pembiasaan
32.…yang harus dimiliki para aktivis. Tapi ingat, ada rukun lain yg disebutkan seblmnya. #Pembiasaan
33.Karakter itu ad #Ukhuwah. Ukhuwah yg paling rendah ad #KelapanganDada, trmsk prasangka baik. #Pembiasaan
34.Rukun2 itu “harus dikerjakan secara berurut”. Tsiqoh itu, hanya akan lahir dari ukhuwah. Prasangka #Pembiasaan
35.Tapi jauh sblm itu, di rukun pertama, Imam Al Banna menjelaskan ttg #AlFahm. #Pembiasaan
36.Jadi pembelaan2 yg kita lakukan. Bukan krn taklid. Tapi krn kita paham, bhw sikap2 itu benar. #Pembiasaan
37.Apakah bisa salah? Bisa jadi. Dan kita akan mengatakannya Salah, jika salah. Tp kita jg tahu kenapa salah. #Pembiasaan
38.Sehingga tanpa klarifikasi pun, kita bisa menjelaskannya dg sepenuh “iman” kita. Jgn tunggu klarisifkasi terus #Pembiasaan.
39.Krn kita semua ad “corong’ yg dpt menjelaskan apa yg para aktivis serukan, tanpa menunggu penjelasan dulu. #Pembiasaan
40.Begitu indahnya, sejarah mengabadikan dialog suami istri ini, Abu Ayyub Al Anshari dg istrinya, Ummu Ayub. #Pembiasaan
41.Ktk peristiwa fitnah yang menimpa Aisyah itu. Ummu Ayub berkata :”Tidaklah kamu mendengar apa yang dikatakan orang mengenai Aisyah?
42.“Ya, tapi itu bohong,” jawab si suami, “Apakah kamu melakukannya juga, hai ummu Ayyub?” #Pembiasaan
43.Tidak, demi Allah,”kata si istri, “Mengapa aku harus meniru orang-orang itu?”. #Pembiasaan
44.“Abu Ayyub menegaskan, “Demi Allah, Aisyah itu lebih baik darimu. #Pembiasaan
45.Kita harus membiasakan diri menyaksikan para aktifis di fitnah. Krn begitulah tabiat jalan ini. #Pembiasaan
46.Tetapi ada yg jauh lbh penting dari itu. Membiasakan diri ut mampu menjelaskannya secara mandiri. #Pembiasaan
47.Krn era keterbukaan ini ad “musim fitnah”. Mk minimal kita bsa menjelaskan semua isu itu pd diri kita sendiri. #Pembiasaan
48.…jika mmg tdk bisa/blm bisa kita jelaskan pd orang lain. Meski yg kedua jauh lebih baik. #Pembiasaan
49.Krn klarifikasi thdp isu2 negatif yg banyak itu, tidak mgkn terus-menerus bisa dilakukan. #Pembiasaan
50.Termasuk dlm koteks #SyariatIslam yg kita bawa. Jk penjelasan kita baik, insya Allah akan diterima. #Pembiasaan
51.Bahkan oleh yg berbeda agama dg kita. Krn #Syariat ini sangat insaniah. Sgt cocok ut semua manusia. #Pembiasaan
1.Dakwah ini, telah mendeclare dirinya, bahwa saat ini telah memasuki #EraTerbuka. Maksudnya apa? #Pembiasaan
2.#Terbuka artinya, interaksi orang-orangnya harus lebih luas lagi. Kpd byk kalangan, dg beragam latar belakang #Pembiasaan
3.#Terbuka artinya, tidak meninggalkan hal2 yg asasi dari islam dan dakwah, tetapi mulai mengenalkan #KonsepIslam yg kita bawa kpd byk org #Pembiasaan
4.#Terbuka adalah prinsip dari islam yg kita bawa. Jk skrg kita #Terbuka, apakah dulu kita prn #Tertutup? .#Pembiasaan
5.Terserah, mau menyebutnya apa, tapi dulu, sblm era #Terbuka ini, urusan kita lbh byk pd #UrusanInternal. #Pembiasaan
6.#UrusanInternal artinya lbh byk mengurusi internal dlm rangka penguatan inti organisasi dan strukturnya. #Pembiasaan
7.Apakah kita tdk berinteraksi dg org lain?. Ada, tpi blm massif, krn kita hrs kuat dulu sec. internal. #Pembiasaan
8.Agar kita secara organisasi tidak mudah dihempas badai. Apakah skrg kita sdh kuat? Insya Allah. #Pembiasaan
9.Tapi penguatan kita adalah hal yang terus kita tingkatkan. Krn ujian yg akan kita hadapi jg makin kuat. #Pembiasaan
10.Sblm era #Terbuka ini, (bolehlah kita sebut era #Tertutup), hanya kitalah yang menilai masyarakat. #Pembiasaan
11.Tapi sekarang, di era #Terbuka ini, penilaian itu menjadi timbal balik. Kita menilai masy, sebaliknya masy menilai kita. #Pembiasaan
12.Menilai apa? #Menilai sikap2 kita. Menilai kalimat2 kita. Menilai perbuatan2 kita. Menilai konsep2 kebaikan yg kita tawarkan. #Pembiasan
13.Penilaian itu bisa bersifat objektif. Menilai kita dg nilai baik, jk memang baik. Buruk, jika memang buruk. #Pembiasaan
14.Yg menilai kita secara objektif, itu penting. Jadi bahan evaluasi dan perbaikan diri. #Pembiasaan
15.Tapi, Bisa juga memang tujuannya hanya ut “mencitrakan kita jelek”. Mencari2 kesalahan. #Pembiasaan
16.Yg kedua ini, bisa saja menilai: yg benar disalah2kan, yg salah tambah dihujat. Jelek saja, sinis saja. #Pembiasaan
17.Semua yg kita lakukan gak ada yg benar di mata dia. Bad news bagi kita ad Good news bagi mereka. #Pembiasaan
18.Nah, sy gunakan hastag #Pembiasaan, maksud saya begini: “kita harus terbiasa menghadapi tipe penilai yg kedua diatas”. #Pembiasaan
19.Kita insya Allah sdh tahu peristiwa fitnah yg menimpa Aisyah r.a yg diabadikan Allah dlm Al Quran. #Pembiasaan
20.Diabadikan Allah dlm Q.S Annur 11-21. Kita tahu persis. Bahkan kita tahu latar belakang turunnya. #Pembiasaan
21.Dan tahu juga bagaimana seharusnya kita bersikap. Ada “tabayyun”. Klarifikasi yg harus kita lakukan. #Pembiasaan
22.Tapi lebih jauh sy ingin mengatakan: “Kita harus mulai membiasakan melihat para aktivis…” #Pembiasaan
23.…membiasakan diri melihat para aktivis yg memasuki wilayah publik dicaci maki, difitnah oleh byk org. #Pembiasaan
24.Juga membiasakan diri ut #Bersabar, melihat para aktivis dihujat ut kesalahan yg sebenarnya tdk mrk lakukan. #Pembiasaan
25.Termasuk membiasakan diri, menerima penilaian objektif orang lain terhadap kinerja para aktivis. #Pembiasaan
26.Krn ini ad era #Terbuka. Orang lain melihat kerja2 kita secara transparan. Mk mrk berikan penilaian. #Pembiasaan
27.Jangan krn berita negatif itu, kita cepat2 minta “mundur” dari barisan. Jk pun salah, ya kita ini manusia. #Pembiasaan
28.Apakah tabayyun, klarifikasi terhadap satu isu harus kita lakukan. Ya!! Harus. Tapi sy ingin berikan catatan. #Pembiasaan
29.Klarifikasi tidak mungkin dilakukan terus menerus. Untuk setiap isu. Untuk setiap berita. Utamanya yg “negatif”. #Pembiasaan
30.Mk hal yg harus kita biasakan setelahnya adalah apa yg disebutkan oleh Imam Al Banna sbg #Tsiqoh. #Pembiasaan
31.Tsiqoh ad tenangnya hati terhadap kompetensi dan kejujuran pemimpin. Ini adalah karakter….#Pembiasaan
32.…yang harus dimiliki para aktivis. Tapi ingat, ada rukun lain yg disebutkan seblmnya. #Pembiasaan
33.Karakter itu ad #Ukhuwah. Ukhuwah yg paling rendah ad #KelapanganDada, trmsk prasangka baik. #Pembiasaan
34.Rukun2 itu “harus dikerjakan secara berurut”. Tsiqoh itu, hanya akan lahir dari ukhuwah. Prasangka #Pembiasaan
35.Tapi jauh sblm itu, di rukun pertama, Imam Al Banna menjelaskan ttg #AlFahm. #Pembiasaan
36.Jadi pembelaan2 yg kita lakukan. Bukan krn taklid. Tapi krn kita paham, bhw sikap2 itu benar. #Pembiasaan
37.Apakah bisa salah? Bisa jadi. Dan kita akan mengatakannya Salah, jika salah. Tp kita jg tahu kenapa salah. #Pembiasaan
38.Sehingga tanpa klarifikasi pun, kita bisa menjelaskannya dg sepenuh “iman” kita. Jgn tunggu klarisifkasi terus #Pembiasaan.
39.Krn kita semua ad “corong’ yg dpt menjelaskan apa yg para aktivis serukan, tanpa menunggu penjelasan dulu. #Pembiasaan
40.Begitu indahnya, sejarah mengabadikan dialog suami istri ini, Abu Ayyub Al Anshari dg istrinya, Ummu Ayub. #Pembiasaan
41.Ktk peristiwa fitnah yang menimpa Aisyah itu. Ummu Ayub berkata :”Tidaklah kamu mendengar apa yang dikatakan orang mengenai Aisyah?
42.“Ya, tapi itu bohong,” jawab si suami, “Apakah kamu melakukannya juga, hai ummu Ayyub?” #Pembiasaan
43.Tidak, demi Allah,”kata si istri, “Mengapa aku harus meniru orang-orang itu?”. #Pembiasaan
44.“Abu Ayyub menegaskan, “Demi Allah, Aisyah itu lebih baik darimu. #Pembiasaan
45.Kita harus membiasakan diri menyaksikan para aktifis di fitnah. Krn begitulah tabiat jalan ini. #Pembiasaan
46.Tetapi ada yg jauh lbh penting dari itu. Membiasakan diri ut mampu menjelaskannya secara mandiri. #Pembiasaan
47.Krn era keterbukaan ini ad “musim fitnah”. Mk minimal kita bsa menjelaskan semua isu itu pd diri kita sendiri. #Pembiasaan
48.…jika mmg tdk bisa/blm bisa kita jelaskan pd orang lain. Meski yg kedua jauh lebih baik. #Pembiasaan
49.Krn klarifikasi thdp isu2 negatif yg banyak itu, tidak mgkn terus-menerus bisa dilakukan. #Pembiasaan
50.Termasuk dlm koteks #SyariatIslam yg kita bawa. Jk penjelasan kita baik, insya Allah akan diterima. #Pembiasaan
51.Bahkan oleh yg berbeda agama dg kita. Krn #Syariat ini sangat insaniah. Sgt cocok ut semua manusia. #Pembiasaan
Senin, 28 Januari 2013
Darah Sekuler
Sabtu, 27 Januari 2013
Bahkan ketika lahir, mayoritas kita sdh membawa presepsi bhw Agama dan Negara itu selalu berhadap2an. #DarahSekuler
Apa yg datang dari Negara, selalu kita anggap sebagai "ancaman". Sebaliknya juga begitu. #DarahSekuler
Apakah ini salah "nenek moyang" kita?. Entah, tapi kita akan jauh tersalah jika terus membawa pemikiran seperti itu #DarahSekuler
Sy paham, Islam masuk ke negeri ini, ktk "era kemunduran" sdg dijalani kekhalifahan Islami. Hidup mrk berfoya2. Selir mrk byk #DarahSekuler
Lahirlah kalangan "sufi". kelompok "anti kemewahan" krn mereka melihat raja2 hidup mewah, jauh dari agama, #DarahSekuler
Yg akhirnya "berkembang" seiring waktu. Sadar atau tidak mereka mjd "anti negara". Mrklah yg membawa agama ini ke negeri kita #DarahSekuler
Kita mewarisi penyakit "pemisah2an" ini, dari sana. Dan itu makin kuat, di era Soeharto. #DarahSekuler
Umat Islam mjd kaum yg termarginalkan. Di negerinya sendiri. Agama hanya mjd sekadar urusan yg dibatasi dlm masjid sj #DarahSekuler
32 Tahun ayah ibu atau mgkn kakek nenek kita "dipaksakan" memahami agama hanya spt itu, urusan dlm batasan masjid sj #DarahSekulerr
Kita mewarisi pemikiran itu. Meski skrg "mulai sadar", kita mulai mengenal bahasa "kebangkitan". Tapi....#DarahSekuler
Kita msh saja, terus mengalami "trauma" dan nampak begitu gagap bgmn mengintegrasikan agama dan negara. #DarahSekuler
Kadang2, kesan kuat yg kita rasakan ad simbolitas menjadi porsi paling byk yg kita debat dan ributkan. #DarahSekuler
Kegagapan itu, mgkn mengesankan dengan kuat bwh agama ini memiliki penampilan wajah yg begitu menakutkan. Salah siapa? #DarahSekuler
Lalu tanpa sadar, kita melaksanakan agenda yg "sama" dg "mereka". Yg mmg tak prn nyaman melihat islam tampil diwajah peradaban #DarahSekuler
Sdhlah kawan!!. Jgn lagi tambahkan derita saudaramu, dg caci maki. Krn beban ini sdh begitu byk. Jgn tambah lagi #DarahSekuler
Generasi berganti. #DarahSekuler semakin menuju kesadaran bhw agama dan negara ini padu. Negeri ini milik kita. Bukan "mereka".
Meski berat dan mgkn pjg, tapi kuyakini #DarahSekuler yang kita warisi ini, kelak takkan memilki lagi generasi pelanjut. Mati dan Berakhir!!
Isyaratnya begitu kuat. Umat yg dahulu dipenuhi kelemahan, kini mulai menggeliat. Ada gerak yg terus. Itu isyarat kehidupan #DarahSekuler
Bukankah Allah menjelaskan, mereka yg kelak akan mewarisi bumi ini ad mereka yg dahulu tertindas dan terusir? #DarahSekuler
#DarahSekuler yg mengalir dinadi kita dan memenuhi seluruh tubuh, harus didonori darah #Integrasi agar kita tegap lagi berdiri
Biarkan #DarahIslam mengikat semua sendi2 hidup, dan mengaliri tubuh kita menyatukan semua yg telah terpisah2 sejak lama #DarahSekuler
Mari kita buka kembali ajaran2nya, semua masih tersimpan dan terjaga. Kita hanya prl membukanya lagi..lagi..dan lagi #DarahSekuler
Dan kelak kita sambut kehidupan yang baru dengan #DarahIslam yg mengaliri tubuh kita. Bukan darah pembantaian dan ketakutan #DarahSekuler
Sekian. #DarahSekuler
Bahkan ketika lahir, mayoritas kita sdh membawa presepsi bhw Agama dan Negara itu selalu berhadap2an. #DarahSekuler
Apa yg datang dari Negara, selalu kita anggap sebagai "ancaman". Sebaliknya juga begitu. #DarahSekuler
Apakah ini salah "nenek moyang" kita?. Entah, tapi kita akan jauh tersalah jika terus membawa pemikiran seperti itu #DarahSekuler
Sy paham, Islam masuk ke negeri ini, ktk "era kemunduran" sdg dijalani kekhalifahan Islami. Hidup mrk berfoya2. Selir mrk byk #DarahSekuler
Lahirlah kalangan "sufi". kelompok "anti kemewahan" krn mereka melihat raja2 hidup mewah, jauh dari agama, #DarahSekuler
Yg akhirnya "berkembang" seiring waktu. Sadar atau tidak mereka mjd "anti negara". Mrklah yg membawa agama ini ke negeri kita #DarahSekuler
Kita mewarisi penyakit "pemisah2an" ini, dari sana. Dan itu makin kuat, di era Soeharto. #DarahSekuler
Umat Islam mjd kaum yg termarginalkan. Di negerinya sendiri. Agama hanya mjd sekadar urusan yg dibatasi dlm masjid sj #DarahSekuler
32 Tahun ayah ibu atau mgkn kakek nenek kita "dipaksakan" memahami agama hanya spt itu, urusan dlm batasan masjid sj #DarahSekulerr
Kita mewarisi pemikiran itu. Meski skrg "mulai sadar", kita mulai mengenal bahasa "kebangkitan". Tapi....#DarahSekuler
Kita msh saja, terus mengalami "trauma" dan nampak begitu gagap bgmn mengintegrasikan agama dan negara. #DarahSekuler
Kadang2, kesan kuat yg kita rasakan ad simbolitas menjadi porsi paling byk yg kita debat dan ributkan. #DarahSekuler
Kegagapan itu, mgkn mengesankan dengan kuat bwh agama ini memiliki penampilan wajah yg begitu menakutkan. Salah siapa? #DarahSekuler
Lalu tanpa sadar, kita melaksanakan agenda yg "sama" dg "mereka". Yg mmg tak prn nyaman melihat islam tampil diwajah peradaban #DarahSekuler
Sdhlah kawan!!. Jgn lagi tambahkan derita saudaramu, dg caci maki. Krn beban ini sdh begitu byk. Jgn tambah lagi #DarahSekuler
Generasi berganti. #DarahSekuler semakin menuju kesadaran bhw agama dan negara ini padu. Negeri ini milik kita. Bukan "mereka".
Meski berat dan mgkn pjg, tapi kuyakini #DarahSekuler yang kita warisi ini, kelak takkan memilki lagi generasi pelanjut. Mati dan Berakhir!!
Isyaratnya begitu kuat. Umat yg dahulu dipenuhi kelemahan, kini mulai menggeliat. Ada gerak yg terus. Itu isyarat kehidupan #DarahSekuler
Bukankah Allah menjelaskan, mereka yg kelak akan mewarisi bumi ini ad mereka yg dahulu tertindas dan terusir? #DarahSekuler
#DarahSekuler yg mengalir dinadi kita dan memenuhi seluruh tubuh, harus didonori darah #Integrasi agar kita tegap lagi berdiri
Biarkan #DarahIslam mengikat semua sendi2 hidup, dan mengaliri tubuh kita menyatukan semua yg telah terpisah2 sejak lama #DarahSekuler
Mari kita buka kembali ajaran2nya, semua masih tersimpan dan terjaga. Kita hanya prl membukanya lagi..lagi..dan lagi #DarahSekuler
Dan kelak kita sambut kehidupan yang baru dengan #DarahIslam yg mengaliri tubuh kita. Bukan darah pembantaian dan ketakutan #DarahSekuler
Sekian. #DarahSekuler