Kamis, 17 April 2013
Aku...
Aku ingin merengkuh dunia seluruhnya
Agar dapat kubawa serta menemaniku menghadap-Mu
Ini adalah jalan rindu yang akan mengantarku pada-Mu.
Pada agamaku, dan pada manusia secara keseluruhan
Tidak. Ini bukan harapan atas pribadiku.
Tapi ini adalah cinta...
yang ingin aku persembahkan untuk-Mu.
Ini adalah mimpiku...
Mimpi yang ingin aku sambung sampai ke negeri keabadian
"Aku Telah Berjanji Kepada Sejarah Untuk Pantang Menyerah, Berselempang Semangat Yang Tidak Pernah Mati"
Kamis, 18 April 2013
Jalan Rinduku
Kamis, 17 April 2013
Aku...
Aku ingin merengkuh dunia seluruhnya
Agar dapat kubawa serta menemaniku menghadap-Mu
Ini adalah jalan rindu yang akan mengantarku pada-Mu.
Pada agamaku, dan pada manusia secara keseluruhan
Tidak. Ini bukan harapan atas pribadiku.
Tapi ini adalah cinta...
yang ingin aku persembahkan untuk-Mu.
Ini adalah mimpiku...
Mimpi yang ingin aku sambung sampai ke negeri keabadian
Aku...
Aku ingin merengkuh dunia seluruhnya
Agar dapat kubawa serta menemaniku menghadap-Mu
Ini adalah jalan rindu yang akan mengantarku pada-Mu.
Pada agamaku, dan pada manusia secara keseluruhan
Tidak. Ini bukan harapan atas pribadiku.
Tapi ini adalah cinta...
yang ingin aku persembahkan untuk-Mu.
Ini adalah mimpiku...
Mimpi yang ingin aku sambung sampai ke negeri keabadian
Selasa, 16 April 2013
Ayah
Selasa, 17 April 2013
#Ayah! Betapa mnggetarkannya panggilan itu.
Betapa mngharubirukannya nada itu.
Betapa menggairahkannya suara patah-patah itu.
#Ayah! Betapa kata itu memberi saya, dan juga kamu,
bahkan kita semua para ayah,
gairah kehidupan yang senantiasa mndorong langkah kita.
Setelah kata iman,
tak ada lagi kata dalam kamus khidupan -selain kata #ayah-
yang mampu mngajari anda tentang
makna prtnggungjwban yg paling hakiki.
#Ini adalah satu-satunya postingan yang tidak berasal dari saya
#Saya harus mengutipnya, karena ini ditulis pada hari tepat setehun wafatnya ayah kami
#Sumber : @PresidenANIS
#Ayah! Betapa mnggetarkannya panggilan itu.
Betapa mngharubirukannya nada itu.
Betapa menggairahkannya suara patah-patah itu.
#Ayah! Betapa kata itu memberi saya, dan juga kamu,
bahkan kita semua para ayah,
gairah kehidupan yang senantiasa mndorong langkah kita.
Setelah kata iman,
tak ada lagi kata dalam kamus khidupan -selain kata #ayah-
yang mampu mngajari anda tentang
makna prtnggungjwban yg paling hakiki.
#Ini adalah satu-satunya postingan yang tidak berasal dari saya
#Saya harus mengutipnya, karena ini ditulis pada hari tepat setehun wafatnya ayah kami
#Sumber : @PresidenANIS
Senin, 15 April 2013
Catatan Setahun
Senin, 15 April 2013
Pukul 15.20. Di sepanjang jalan pelepasanmu setahun lalu
Setahun, di jam yang sama,
15.20 WITA, di jelang ashar
Setahun lalu, di waktu yang sama,
aku dengar berita duka tentang kepergianmu
Setahun, kini, di jam yang sama,
aku dengarkan berita tentang bahagia
Setahun lalu, di jelang adzan ashar sore
Aku lepaskan kepergianmu dan kembali membawa duka
Setahun, kini, dijelang adzan ashar sore ini
Aku dengarkan bahagia dan aku pergi menjemput harapan
Setahun lalu, di jam yang sama
Dia datang untuk sebuah berita duka melepaskan kepergianmu selamanya
setahun, kini, dijelang adzan ashar sore
ia kembali untuk sebuah berita bahagia, datang bersama anggota baru keluarga ini
Hidup, kadang naik,
Hidup, kadang turun
Tapi, tak ada satupun yang bisa memastikan
bahwa ia berada dalam penilaian terbaik di mata Tuhan
Aku, mereka dan dia
Terus tumbuh besar....
Memenuhi jalan harapan yang pernah kau titipkan
Itu tak pernah akan kami lupakan...
Aku disini menangisi setahun kepergianmu
Bukan karena aku sesali semua yang telah berlaku
Aku hanya sedang menangisi, akan seperti apa akhir hidup kami kelak
Sedangkan engkau telah pergi dalam keadaan muslim, Insya Allah
Kini, izinkan aku menyebut namamu dalam doaku
Setahun lalu, aku tahu engkau telah menitipiku tugas
sebagai anak tertua di keluarga ini
Setahun berlalu,
aku mulai mencoba terus mengikuti jejak kebaikanmu
Meski aku tahu,
aku takkan pernah mungkin menggantimu di hati mereka
Dulu engkau menginginkan keabadian
Itu pernah engkau katakan padaku
Kini...Aku percaya dengan izin Tuhan kita
Engkau telah mendapatkan keabadian itu
Setahun, di jam yang sama, di jelang adzan ashar sore ini
Hari ini, langit tak semendung hari di tahun kepergianmu
Perlahan-lahan awan mulai berangsur pergi
Kini mentari mulai menghangati tubuh bumi...
Ayah, beginilah kisah kami menjalani hidup
Kucupkan, aku ingin tunaikan ashar ini
Dan kusampaikan salam cintaku padamu dalam doa
Pukul 15.20. Di sepanjang jalan pelepasanmu setahun lalu
Setahun, di jam yang sama,
15.20 WITA, di jelang ashar
Setahun lalu, di waktu yang sama,
aku dengar berita duka tentang kepergianmu
Setahun, kini, di jam yang sama,
aku dengarkan berita tentang bahagia
Setahun lalu, di jelang adzan ashar sore
Aku lepaskan kepergianmu dan kembali membawa duka
Setahun, kini, dijelang adzan ashar sore ini
Aku dengarkan bahagia dan aku pergi menjemput harapan
Setahun lalu, di jam yang sama
Dia datang untuk sebuah berita duka melepaskan kepergianmu selamanya
setahun, kini, dijelang adzan ashar sore
ia kembali untuk sebuah berita bahagia, datang bersama anggota baru keluarga ini
Hidup, kadang naik,
Hidup, kadang turun
Tapi, tak ada satupun yang bisa memastikan
bahwa ia berada dalam penilaian terbaik di mata Tuhan
Aku, mereka dan dia
Terus tumbuh besar....
Memenuhi jalan harapan yang pernah kau titipkan
Itu tak pernah akan kami lupakan...
Aku disini menangisi setahun kepergianmu
Bukan karena aku sesali semua yang telah berlaku
Aku hanya sedang menangisi, akan seperti apa akhir hidup kami kelak
Sedangkan engkau telah pergi dalam keadaan muslim, Insya Allah
Kini, izinkan aku menyebut namamu dalam doaku
Setahun lalu, aku tahu engkau telah menitipiku tugas
sebagai anak tertua di keluarga ini
Setahun berlalu,
aku mulai mencoba terus mengikuti jejak kebaikanmu
Meski aku tahu,
aku takkan pernah mungkin menggantimu di hati mereka
Dulu engkau menginginkan keabadian
Itu pernah engkau katakan padaku
Kini...Aku percaya dengan izin Tuhan kita
Engkau telah mendapatkan keabadian itu
Setahun, di jam yang sama, di jelang adzan ashar sore ini
Hari ini, langit tak semendung hari di tahun kepergianmu
Perlahan-lahan awan mulai berangsur pergi
Kini mentari mulai menghangati tubuh bumi...
Ayah, beginilah kisah kami menjalani hidup
Kucupkan, aku ingin tunaikan ashar ini
Dan kusampaikan salam cintaku padamu dalam doa