Isu ISIS jd sangat besar. Akan jadi pengantar yg baik ut "proposal" pemberantasan teroris pd pemerintahan yang akan datang #NegeriParaAktor
Di #NegeriParaAktor, engkau hanya akan terpesona pada tampilan para artis dihadapan layar, meski substansinya tak engkau mengerti benar
Make up tebal, gincu yang berwarna menyala. Aroma parfum yang harganya ratusan juta. Padahal wajahnya bisa jadi bopeng #NegeriParaAktor
Orang2 cerdas yg nuraninya telah mati, terus memelihara orang-orang bodoh dan biarkan mrk terus larut dalam kebodohan #NegeriParaAktor
Apa lacur, masih byk orang yg belum beres urusan perutnya. Sehingga akal mrk lbh byk istrahat #NegeriParaAktor
Kita yang sedang setengah sadar ini, juga terlalu lelah untuk terus mengutuk keadaan. Sampai kapan? #NegeriParaAktor
Para penyeru kebenaran akhirnya hanya kebagian sedikit pendukung. Bukan krn mrk diam. mrk bekerja. Tapi hrs segera berbenah #NegeriParaAktor
Dakwah akhirnya tidak bisa kita tawarkan dengan doktrin. Atau main sebar ancaman: heh, ente bakal masuk neraka #NegeriParaAktor
Karena bagi mereka, hari-hari sdh seperti hidup di neraka, krn mereka tidak tahu lagi, apa yg harus mereka makan hari ini. #NegeriParaAktor
Jangankan makan sampah, bahkan byk dari mereka yang telah memakan daging saudaranya sendiri #NegeriParaAktor
Orang-orang tidak menggantungkan hidupnya para penyeru kebenaran, krn tak ada logika kebenaran bagi perut yg kosong #NegeriParaAktor
Sementara yg mengaku da'i, masih larut dalam doktrin "biar miskin asalkan bahagia" atau kebablasan memahami makna zuhud #NegeriParaAktor
Ada para mafia, orang-orang perusak yg mempekerjakan ribuan karyawan di perusahaannya, apakah kita tdk berpikir? #NegeriParaAktor
Jika maju caleg, si mafia tidak perlu kampanye. Karena sdh ribuan orang yg terus memenuhi isi perut dari tangannya #NegeriParaAktor
Mgkn Kini byk santri mulai ragu bertindak, isu teroris terus menyebar bak air bah. Kebingungan. Tdk tahu hrs berbuat apa #NegeriParaAktor
Sesudah ini, kita harus berbenah. Kpd perubahan yg sungguh-sungguh. Agar umat ini tak terus larut dalam kenistaan #NegeriParaAktor
Demi bangsa Indonesia yg kita cintai. Agar tak terus dipandang remeh. Negeri yg dirawat dg darah para pahlawan #NegeriParaAktor
"Aku Telah Berjanji Kepada Sejarah Untuk Pantang Menyerah, Berselempang Semangat Yang Tidak Pernah Mati"
Sabtu, 09 Agustus 2014
Jumat, 08 Agustus 2014
Lidi - lidi ini masih berserakan. Aku harus bagaimana?
Agenda Deep Introduction dimulai. Menyaksikan dan mendengarkan peserta yang mempresentasekan tentang "dirinya" membuat saya berdecak kagum.
Mereka adalah manusia-manusia yang unik. Punyai karakter yang "khas" sebagai karunia Allah SWT.
Ada yang waktu usia kecilnya, dipandang "idiot" oleh orang-orang sekitarnya, bahkan gurunya sendiri di SD menyampaikan sikap "putus asanya" untuk terus lanjutkan perannya sebagai guru peserta ini.
Tapi ia melampaui semua itu. Diusianya Kelas 3 SD, dia menemukan "keunikan karunia Allah yang dititipkan padanya". Dikembangkanlah "ketertarikannya pada Matematika". Sampai ia menjadi 2 kali juara lomba matematika di tingkat kabupaten. Dan 3 Kali juara tiga lomba matematika di Tingkat Propinsi.
Ada juga, salah seorang peserta. Sudah kuliah satu tahun di ITB di salah satu jurusan terbaik. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk berhenti. Bukan krn tidak cocok dg jurusan itu.
"Arab Spring" telah membuat jiwanya bergejolak, bahwa ia harus mengkaji sejarah, yang disebutnya sebagai salah satu "tsaqafatul qiyadah". Ia akhirnya memilih jurusan sejarah di Unhas
Keputusan besar, yang mungkin oleh sebagian orang akan disebut sebagai "stupid desicion" itu, dibuatnya dengan terlebih dahulu meyakinkan ayahnya melalui surat-surat yang ditulisnya. Ini seperti mendobrak zaman dan tradisi. Kini, beberapa prestasi internasional diraihnya.
Tiba-tiba Jiwaku tersentak:
Apa yang harus aku lakukan...??
Duhai Rabbi, berikan aku pengetahuan-Mu agar aku dapat "menghimpun lidi-lidi berserakan ini, untuk menjadi sapu yang akan membersihkan kehidupan dan peradaban"
Mereka adalah manusia-manusia yang unik. Punyai karakter yang "khas" sebagai karunia Allah SWT.
Ada yang waktu usia kecilnya, dipandang "idiot" oleh orang-orang sekitarnya, bahkan gurunya sendiri di SD menyampaikan sikap "putus asanya" untuk terus lanjutkan perannya sebagai guru peserta ini.
Tapi ia melampaui semua itu. Diusianya Kelas 3 SD, dia menemukan "keunikan karunia Allah yang dititipkan padanya". Dikembangkanlah "ketertarikannya pada Matematika". Sampai ia menjadi 2 kali juara lomba matematika di tingkat kabupaten. Dan 3 Kali juara tiga lomba matematika di Tingkat Propinsi.
Ada juga, salah seorang peserta. Sudah kuliah satu tahun di ITB di salah satu jurusan terbaik. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk berhenti. Bukan krn tidak cocok dg jurusan itu.
"Arab Spring" telah membuat jiwanya bergejolak, bahwa ia harus mengkaji sejarah, yang disebutnya sebagai salah satu "tsaqafatul qiyadah". Ia akhirnya memilih jurusan sejarah di Unhas
Keputusan besar, yang mungkin oleh sebagian orang akan disebut sebagai "stupid desicion" itu, dibuatnya dengan terlebih dahulu meyakinkan ayahnya melalui surat-surat yang ditulisnya. Ini seperti mendobrak zaman dan tradisi. Kini, beberapa prestasi internasional diraihnya.
Tiba-tiba Jiwaku tersentak:
Apa yang harus aku lakukan...??
Duhai Rabbi, berikan aku pengetahuan-Mu agar aku dapat "menghimpun lidi-lidi berserakan ini, untuk menjadi sapu yang akan membersihkan kehidupan dan peradaban"
