1. Breaking News.... #Pressrelease
2. Jadi waktu itu teman saya tanya: Temanya apa?. Saya Jawab: Peradaban... #Pressrelease
3. Ketika saya mengajukan tema itu, saya membayangkan apa yg bisa menjadi "simbol" yg representatif ut kata "peradaban" #Pressrelease
4. Ada beberapa. Pertama, Al Quran. Karena inilah dasar nilai hidup kita sebagai muslim. Maka harus ada. #Pressrelease
5. Kedua. Komputer (Laptop). Karena inilah simbolisasi kemajuan capaian pengetahuan manusia, khususnnya dalam hal teknologi #Pressrelease
6. Tapi itu tidak cukup. Butuh panduan yg lebih praktis. Mk, Ketiga, simbolisasi praktis itu adalah buku Ust Cahyadi #Pressrelease
7. Lalu saya bayangkan, bhw tema kebangkitan peradaban itu, unsur waktu jadi salah satu yg penting. Kalender, representasenya #Pressrelease
8. Imajinasiku berlanjut: Darimana harus dimulai? Teringat Iqbal: ..."Dan nafas cintanya meniup kuncupku mekar jadi bunga" #Pressrelease
9. Itu perasaan Iqbal thdp gurunya. Ada proses "penumbuhan" tanpa henti. Seperti yg dilakukan sang Guru kpd Iqbal. #Pressrelease
10. Pertanyaan belanjut: Apa yg bisa membuat proses penumbuhan itu terjadi tanpa henti? Saya teringat nasehat Fathi Yakan #Pressrelease
11. Beliau memisalkan kebajikkan pribadi itu seperti air. Jika terus mengalir, maka ia takkan membusuk. #Pressrelease
12. Jika air itu terus mengalir, maka aliran air itu akan membuat air yg diam, jk terus diam akan busuk, bisa jadi tetap baik. #Pressrelease
13. Air kebajikan takkan pernah berhenti mengalir jika ia punya mata air kebajikan yang tak pernah habis. Itulah Al Quran. #Pressrelease
14. Jika dalam lingkup yang terkecil, buku Ust Cahyadi ad representase praktisnya, maka di lingkup yg luas jg hrs ada #Pressrelease
15. Saya membayangkan. Tema kebangkitan itu harus mulai dari rumah. Lalu Indonesia. Dan lalu dunia seluruhnya. #Pressrelease
16. Simbolisasi untuk Indonesia apa? Saya teringat proklamator. Tapi apa yg bisa representatif ut jadi bahan? Buku. #Pressrelease
17. Mengapa buku? karena buku adalah salah sumber "mata air" kehidupan. Tempat belajar. Dari kisah orang-orang besar #Pressrelease
18. Saya memilih "Penyambung Lidah Rakyat" sebagai simbolisasi Ir. Soekarno. "Untuk Negeriku" sbg simbolisasi Moh. Hatta #Pressrelease
19. Tapi kedua tokoh itu memerankan apa? Dulu, waktu mahasiswa saya suka sekali membaca salah satu buku karya pak @anismatta #Pressrelease
20. "Serial Kepahlawanan". Saya suka sekali baca buku itu. Salah satu buku favorit. Sy baca lebih 10 kali buku itu. #Pressrelease
21. Dan setiap kali membutuhkan tema-tema tertentu, sy membacanya lagi. Untuk mjd perspektif tambahan dlm hidup #PressRelease
22. Maka buku ini juga harus dimasukkan. Jadinya tiga buah buku. #Pressrelease
23. Orang-orang nanti mungkin akan berpikir: "ah, kamu terlalu pengkhayal". Bagi saya, kalimat itu tdk begitu penting #Pressrelease
24. Obsesi sebesar itu harus ada. Ia hanya perlu dijalani dengan kerendahan hati yang penuh. Dg Kesabaran tanpa batas. #Pressrelease
25. Dengan kemampuan memahami tanpa henti. Serta proses pembelajaran yang tak pernah berakhir. #Pressrelease
26. Tapi kita perlu membuat "peta mimpi masa depan kita". Agar kita mengerti, kita akan berjalan kemana kelak #Pressrelease
27. Seperti ketika saya menjalani masa akhir kuliah saya bbrp tahun lalu. Saya suka sekali membaca Q.S Yusuf dan tafsirnya. #Pressrelease
28. Mengapa? karena Nabi Yusuf "nampaknya" merepresentasekan anak-anak muda, yg akhirnya "lepas" dari asuhan ayah ibunya #Pressrelease
29. Dan lalu beliau menjalani hidup yang rumit di luar rumah. Penuh ujian. Sebelum mendapatkan posisi yang terhormat di Mesir #Pressrelease
30. Jadi ini juga harus punya perspektif. Harus ada peta jalan. Sambil jalan, jika ada yg kurang, akan kita koreksi :) #Pressrelease
31. Ya Rasulullah, engkaulah tempat peneladanan yang terbaik. Kami rindu padamu. #Pressrelease
32. Semoga kelak, kami semua, bisa duduk bersamamu di beranda syurga sembari menikmati secangkir kopi hangat. #Hujan #Pressrelease
33. Selamat datang tahun 2015....Sekian. #Pressrelease
"Aku Telah Berjanji Kepada Sejarah Untuk Pantang Menyerah, Berselempang Semangat Yang Tidak Pernah Mati"
Sabtu, 03 Januari 2015
Selasa, 30 Desember 2014
Sastra Untuk Kebenaran
Membaca sejarah itu seperti engkau sedang mengembara dalam rimba sejarah manusia, untuk menemukan jalan menuju masa depan
Sastra, telah memenangkan para filsuf atas ulama-ulama islam pada kurun tertentu di masa lalu dalam berebut hati manusia
Mengapa Sastra? Karena manusia suka keindahan...itu tabiat alamiah. Harus kita pahami, apalagi dalam konteks masyarakat awam
Masyarakat awam menyukai hal yang indah, sedangkan urusan benar salah bukanlah yang utama yang menentukan ketertarikan mereka
Itulah sebabnya, artis lebih populer daripada ulama.
Itulah sebabnya, konser musik lebih ramai dibandingkan ceramah para ulama
Sastra itu memberi energi pada kata.
Sastra itu menghentak jiwa....dan meninggalkan jejak yang kuat pada ingatan
Maka tak ada kebenaran yang bisa menang jika disampaikan bersama ejekkan dan olokan.
Kebenaran harus punya pesona agar ia memenangkan hati manusia. Dan sastra, adalah salah satu yang mengindahkannya
Sastra mengubah kata-kata menjadi sihir
Maka Rasulullah dimukjizati "kata". Dan itulah juga yang beliau wariskan. Tak ada kata-kata seindah ketika Al Quran bertutur.
Maka jadilah engkau penutur kebenaran yang mampu memberikan pesona pada kata.
Sastra, telah memenangkan para filsuf atas ulama-ulama islam pada kurun tertentu di masa lalu dalam berebut hati manusia
Mengapa Sastra? Karena manusia suka keindahan...itu tabiat alamiah. Harus kita pahami, apalagi dalam konteks masyarakat awam
Masyarakat awam menyukai hal yang indah, sedangkan urusan benar salah bukanlah yang utama yang menentukan ketertarikan mereka
Itulah sebabnya, artis lebih populer daripada ulama.
Itulah sebabnya, konser musik lebih ramai dibandingkan ceramah para ulama
Sastra itu memberi energi pada kata.
Sastra itu menghentak jiwa....dan meninggalkan jejak yang kuat pada ingatan
Maka tak ada kebenaran yang bisa menang jika disampaikan bersama ejekkan dan olokan.
Kebenaran harus punya pesona agar ia memenangkan hati manusia. Dan sastra, adalah salah satu yang mengindahkannya
Sastra mengubah kata-kata menjadi sihir
Maka Rasulullah dimukjizati "kata". Dan itulah juga yang beliau wariskan. Tak ada kata-kata seindah ketika Al Quran bertutur.
Maka jadilah engkau penutur kebenaran yang mampu memberikan pesona pada kata.