Kamis, 19 Maret 2009

Bangunan ini, perlu perencanaan sang Arsitek peradaban

Dakwah yang berjalan tanpa kesatuan gerak, tanpa arah, tanpa target-target pencapaian, tanpa kesolidan dari semua unsurnya yang membangunnya hanya akan menjadi pekerjaan melelahkan tanpa hasil, tanpa ada perubahan pada sasaran yang hendak kita perbaiki.

Disini, pada situasi inilah aku kadang merasa sangat lelah, bukan karena pada beratnya beban ini, tapi karena tidak adanya arah yang mengarahkannya menuju cita-cita itu. padahal salah satu syarat kemenagan itu adalah adanya perencanaan yang matang. Apa yang hari ini kita capai, dakwah yang telah berkembang hari, bukanlah sebuah pekerjaan yang hanya dikerjakan sambil lalu. tapi, ia adalah sebuah cita-cita besar yang telah di impikan sejak 30 tahun yang lalu.

Disini, dalam lingkup ruang kecil ini. aku ingin kita juga harus memahami hakekat ini. karena sebenarnya salah satu karakter pahlawan dan orang-orang sukses itu adalah memiliki cara pandang yang jauh kedepan.

Dalam realitas ini, sebuah bangunan dakwah yang sedang hendak kita kerjakan ini. kita ibaratkan sebuah mobil atau kereta. Ya kereta dakwah, ada kesatuan unsur dan alat yang membentuknya sehingga ia bisa berjalanan.

Padahal Rasulullah mengingatkan kita bahwa kita ini, ibarat satu tubuh. satu organ tubuh yang sakit maka tentu saja yang lain tidak akan bekerja maksimal. tentu saja, bangunan dakwah ini juga demikian. perlu ada evaluasi, perlu ada perhatian yang lebih serius terhadap permasalahan ini. Karena kita punya cita-cita besar, maka cara pandang kita juga harus jauh kedepan.

Tidak ada komentar: