Kamis, 24 Oktober 2013

Seni Berdoa

Kamis, 24 Oktober 2013
Pukul 06.30 WITA

Bahkan engkau boleh memintanya dengan "paksa" ....

Seperti doa Rasulullah SAW di Badar : "Ya Allah, jika Engkau tidak memenangkan pasukan ini hari ini, maka tak ada lagi yang akan menyembah-Mu di muka bumi"

Boleh. Tapi engkau harus memenuhi syarat-syaratnya terlebih dahulu. Ikhtiar yang maksimal dengan kualitas penghambaan yang terbaik kepada-Nya

Doa tadi adalah gambaran pengharapan Rasulullah. Karena kini situasinya berbeda....

Berbeda dg kegentingan situasi ketika Beliau bersama Abu Bakar bersembunyi dlm sebuah gua kecil saat Hijrah ut menghindari penjagal2 Quraisy

Dua orang yang diabadikan kisahnya dalam Al Quran...Dua orang dengan kualitas Iman terbaik. Rasulullah lalu Abu Bakar....

"Jika iman seluruh kaum muslimin ditimbang maka itu tdk akan menyamai keimanan Abu Bakar"....Begitu kata Manusia terbaik, Rasulullah

Kini, di Badar, dihadapan 1000 pasukan terbaik Quraisy, 300 kaum muslimin dengan kadar keimanan yg tak sama kualitasnya...

Ini situasi yang tak sama dengan di gua kecil tadi...

Manusia dengan kualitas iman terbaik itu, memohonkan doa dengan sangat memaksa kpd Tuhan..sampai bbrp kali kainnya terjatuh ke tanah

Beberapa kali pula, Abu Bakar, orang dengan keimanan terbaik setelah Rasulullah, mengambil kain itu dan mengenakannya lagi kpd Rasulullah

Sampai kemudian Abu Bakar berkata: "Cukup wahai Rasulullah, Allah pasti akan menolongmu"...

Itulah doa yang mengawali perang pembebasan manusia di sepanjang sejarah islam.....

Doa dari manusia terbaik di muka bumi, Rasulullah dan keyakinan Abu Bakar

Berdoalah, karena doa adalah surat jiwa kepada Sang Ilahi

-Sekian-
readmore »»ǴǴ

Rabu, 02 Oktober 2013

Jangan Lagi (Refleksi Kader)

Rabu, 2 Oktober 2013

Kadang datang rasa haru yg memuncak, setiap kali mengenangi, mereka yg beberapa tahun lalu bertemu pekanan, kini tlh menyelesaikannya S2 nya

1. Mereka adalah tanaman jati. Tanaman yang harus engkau tunggu lama untuk datangnya masa panen #Kader

2. Mereka bukan tanaman musiman, atau tanaman yang hanya sekali panen. #Kader

3. Dalam penantian menunggu datangnya masa panen pohon jati engkau harus menunggu bertahun-tahun. #Kader

4. Bukan hanya menunggu, tapi engkau harus menyediakan lahan yg baik, kau pelihara dia dari serangan hama atau hewan perusak #Kader

5. Kau sirami, engkau jaga baik-baik. Dan itu harus engkau lakukan bahkan dalam masa yg bertahun #Kader

6. Tapi itu hanya dari segi datangnya waktu panen yg lama, karena Jati hanya kau panen sekali saja. #Kader

7. Karena kader, jika tlh datang waktunya kau panen, engkau takkan pernah berhenti lagi memanen. #Kader

8. Tapi mgkn karena alasan inilah, tak banyak orang yg siap menjadi "petani jati". Karena ia tdk memberikan hasil dlm waktu singkat. #Kader

9. Mgkn suatu saat nanti, kita tergoda, hiruk pikuk dunia politik yang membuat kita dikenal byk orang. #Kader

10. Wajah kita akan dipajang dimana-mana. Disetiap sudut kota. Hampir tak ada yg tak mengenali wajah kita. #Kader

11. Lalu kita abaikan pekerjaan menyiapkan generasi yang pd mereka akan kita wariskan dakwah ini. #Kader

12. Belum lagi, pekerjaan petani jati itu sunyi, sepi pemberitaan, mereka tak dikenali, meski mrk-lah yg menyambung nafas kehidupan #Kader

13. Mungkin mereka hanya dikenali oleh penghuni langit. Tapi karena itulah, nafas dakwah ini bisa berterusan. #Kader

14. Tidak. Tidak akan pernah dakwah ini diwariskan dari orasi-orasi di mimbar kenegaraan atau dihadapan ribuan massa. #Kader

15. Jadi jangan lagi. Karena sungguh, kita lahir dari sana. Dari pondok-pondok yang jika hujan turun, basahlah kitab-kitab kita. #Kader

16. Kita lahir dari sana, dari jalan-jalan yang ketika kita pergi lagi bersih, dan ktk pulang, kaki2 kita telah penuh lumpur. #Kader

17, Meski tak memintamu kembali seperti awal dakwah ini lahir. Bolehlah engkau skrg bermobil dan bersepatu bening. Tdk apa. #Kader

18. Karena begitulah zaman yang harus kau jalani. Engkau jg tak dilarang untuk dikenali bnyk org. Bahkan itu keharusan. #Kader

19. Tapi, jangan pernah abaikan pembinaan generasi, yg pada mereka akan kau wariskan dakwah ini. #Kader

20. Generasi, yang akan menyambung nafas dakwah, sampai kpd generasi kebenaran yg penghabisan. #Kader
readmore »»ǴǴ

Senin, 23 September 2013

Bernafaslah Dengan Tekad

Senin, 23 September 2013

Kelak, di masa depan, engkau akan duduk manis diberanda sejarah,
untuk menceritakan dan mengenang kembali
masa muda yang engkau telah habiskan di jalan kebenaran

Tapi ini, bukan mimpi yang dapat dengan mudah kau wujudkan.
Maka engkau tak sekedar butuh bernafas dengan udara,
Tapi lebih, engkau butuh bernafas dengan tekad.

Nafas tekad, yang akan mengisi seluruh ronga jiwamu.
Bukan. Bukan hanya jiwamu,
tapi seluruhnya, akal, hati, imajinasi, dan juga jasadmu

Tekad yang berkombinasi indah dengan makna hakiki tentang keyakinan.
Keyakinan yang kokoh, yang lebih kokoh dari karang di samudera luas.
Dan dijembatani oleh kesabaran yang lebih tebal dari 1000 lapis baja

Dan luka-luka itu,
Juga darah yang mengalir,
Adalah penyubur mimpi yang akan mengantarmu pada masa panen yang indah
readmore »»ǴǴ

Minggu, 01 September 2013

Menyapa Rahasia Malam

Sabtu, 31 September 2013

Malam, selalu punya rahasia...
Begitu juga siang, meski ia dibenderangi cahaya..
Tak ada yang bisa memastikan...
apa yang tersembunyi dibalik seluruh rahasia keduanya...

Kecuali, bahwa kita boleh berharap....
dan menggenapinya dengan ikhtiar...
Semoga harap dipertemukan dengan takdir....
Selamat malam, dunia...
readmore »»ǴǴ

Senin, 26 Agustus 2013

Melampaui Batas Harapan

Senin, 26 Agustus 2013

Kosong...
Kekosongan....
Dikosongkan....

Gelap...
Kegelapan...
Digelapkan...

Isyaratkan kehadiran hal baru untuk mengisinya....

Seperti sumur yang kering sekering-keringnya disaat surut...
Isyarat akan segera datang pasang....

Atau seperti malam yang pekat sepekatnya....
Isyarat fajar akan terbit dalam waktu yg sedekat-dekatnya....

Begitulah, Allah menciptakan batas-batas sesuatu hal...
Tapi tak banyak yang mampu melampaui batas itu...

Karena menganggap puncak kekosongan atau kegelapan adalah isyarat berakhirnya kehidupan atau harapannya..

Maka bacalah lagi risalah tentang rahasia keteguhan....

Bahwa keyakinanlah seluruh rahasianya...
Rahasia untuk melampaui batas-batas kerumitan hidup...

Tapi, benturan lapangan adalah tools yg kita perlukan...

Untuk membuat batas tegas...
antara keyakinan yg merupakan keyakinan dgn keyakinan yg merupakan angan-angan...

Seperti berjilid buku tentang ukhuwah yang kita baca....
ikatan yang kita butuhkan untuk merealisasi harapan, kita meyakininya begitu....

itu hanya pengetahuan, sampai ia benar-benar terbentur realitas di lapangan amal...

Seperti kisah salah seorang sahabat berkata kepada Umar...
"Wahai Umar, saya mencintai si fulan sebagai sahabat saya"

Tapi kata Umar: "apakah kamu sudah berpergian dengannya selama 3 hari?"

Ya, karena dilapanganlah, seluruh makna-makna ukhuwah itu mendapatkan ujiannya...

Selalu begitu....selalu begitu....

Makna ukhuwah itu baru benar-benar akan teruji,
pada saat kita berada dipuncak kerumitan situasi....

Tapi, jika kita melampauinya,
Insya Allah realisasi harapan menjadi sangat mungkin....
readmore »»ǴǴ