Kamis, 05 Desember 2013

Khadijah, Nama Wanita yang Melamar Pria Agung Itu

Menelusuri kisah awal munculnya perasaan “spesial” Khadijah r.a terhadap Rasulullah

Ternyata perasaan spesial Itu bukan sekedar perasaan yg muncul karena pesona pribadi Muhammad muda

Tetapi “isyarat kenabian” yang dilihatnya ada pada Muhammad-lah yang mendorong Khadijah secara lebih kuat untuk melamar Rasulullah

Jadi ini bukan sekedar seorang pemuda, dengan pesona kejujuran, pengalaman bisnis yang handal, pengalaman perang di usia muda

Juga bukan sekedar pesona keterhormatan nasabnya, atau gelar al amin sebagai “status hubungan sosial” tertinggi yang dapat dicapai seseorang

“Telah tiba masa kedatangan nabi akhir zaman, siapa di antara kalian yang dapat menjadi istrinya, lakukanlah”. Kenang Khadijah ketika salah seorang Yahudi bertutur di suatu ketika

Ada harapan yang jauh lebih tinggi yang melampaui semua pesona laki-laki tadi,

Yaitu menjadi wanita “pendamping nabi akhir zaman”

Khadijah telah meyakini “kenabian” Muhammad sejak semula. Itulah yang membuatnya teguh dan total mendukung perjuangan Sang Rasul

Maka takkan kita temui kisah Khadijah dengan Rasulullah, kecuali kisah yang penuh perjuangan dan pengorbanan

Khadijah tahu, sebagaimana penuturan sepupunya, Waraqah bin Naufal: “tak ada satupun nabi, kecuali ia pasti diusir kaumnya”

Tapi Khadijah telah memutuskan untuk memilih “calon” Nabi akhir zaman ini. Perasaan agung yang menjulang sampai ke langit..

Maka Khadijah adalah tiang sandaran yang kokoh bagi Sang Rasul, ditengah situasi, ketika beliau harus berdiri sendiri “menentang” semua keyakinan dan kesombongan manusia

Rasulullah selalu mengenang khadijah, bahkan di sepanjang hidupnya.

Bahkan ketika beliau telah menikah dg Aisyah, wanita yang disebutnya sebagai orang yang paling dicintainya

Karena kata beliau, tentang perasaannya terhadap Khadijah: “Aku diberikan karunia berupa cinta kepada Khadijah”. Itu dua ungkapan yang jelas berbeda

Maka kematian khadijah dirasakan Sang Rasul sebagai “gerhana” hidup yang hampir melahirkan putus asa dalam perjuangan.

Bahkan Allah “harus” menghibur Sang Rasul dengan “Isra Mi`raj”.

Itulah pesona wanita terbaik sepanjang sejarah manusia

Betapa tidak. Kita semua tentu harus belajar darinya.

Tidak harus anda menjadi laki-laki atau wanita

Karena tak ada lagi kisah yang memberikan kita pelajaran tentang keluarga,

yang jauh lebih agung dari kisah Khadijah dan Rasulullah…
readmore »»ǴǴ

Selasa, 12 November 2013

Sepenggal Pembelajaran....

Selalu muncul pertanyaan besar dalam benak saya......

Tempat-tempat karaoke dan pantai selalu disesaki oleh ribuan manusia di setiap akhir pekan....agar mereka bisa berhibur dan mengambil jedah sesaat dari kesibukan hidup mereka selama sepekan....

Lalu, ketika membaca sejarah hidup Sang Rasul, selama 23 tahun sejak pertama kali beliau di "SK" kan sebagai Nabi...adalah waktu kerja tanpa henti...membimbing keluarganya, memimpin negara dan memimpin perang bahkan sampai melakukan hal-hal paling kecil sekalipun tentang urusan "masuk WC' untuk kita teladani.....setiap detiknya....

Jika kita pernah mendengar kisah tentang kapan beliau mengambil jedah, jedah itu ketika beliau pernah berkata: "Ya Bilal, hiburkanlah kami dengan Sholat..."

Hanya begitu....

Sejarah itu kita baca....sejarah itu kita pahami.....

Tapi ternyata kita mengalami satu kendala besar....

Meniru dan meneladaninya....

Tapi mungkin disinilah salah satu rahasia kebahagiaan...

Kebahagian itu akan kita peroleh jika kita selalu ada pada posisi:
"Saya terhadap orang lain". Bukan, "Orang lain terhadap saya"

Pada saat seperti itulah, posisi kita menjadi sangat kuat....

Tapi itu bukan hal yang mudah untuk diwujudkan...

Selain karena kita butuh waktu untuk memenuhi jiwamu agar kita melampaui "siapa yang tidak memiliki apa-apa, maka dia takkan bisa memberikan apapun"

Rasulullah SAW, butuh waktu 40 tahun untuk memenuh dirinya dg banyak hal,
Sebelum datangnya masa kerja, 23 tahun tanpa henti.

Kita butuh latihan...butuh proses belajar yang panjang....

Itulah bentangan sejarah tentang bagaimana Rasulullah "dididik" oleh Allah sejak usia 0-40 Tahun...

Sebenarnya Rasulullah juga mengambil jedah, sebagaimana kalimat beliau "Hiburkanlah kami dengan Sholat"...

Memang begitu, beliau juga mengambil jedah...Tapi jedah bukan untuk melepaskan lelah....

Sholat adalah jedah untuk mengumpulkan kembali energi....melalui interaksi yang intim antara beliau dengan Allah...

Energi seperti itu, energi untuk terus melakukan kebaikan tanpa henti....sesungguhnya bersumber dari ibadah-ibadah kita kepada Allah


readmore »»ǴǴ

Kamis, 07 November 2013

Melawanlah !! Menjadilah Manusia Rasional

Kamis, 7 November 2013

Sekarang, pola pemberantasan korupsi selalu mem - blow up - wanita-wanita........Lalu dibuatlah judul yang keren dan mengganggu ruang nyaman perasaan kita: “KORUPTOR DAN WANITA-WANITA CANTIK”

Lama kelamaan artis tidak akan mau lagi menerima job dari pejabat misalnya untuk menyanyi dan sebagainya....

Kasihan keluarga mereka......mereka punya anak, punya orang tua...punya family

Keluarga mereka, tidak akan lagi berani mengangkat wajah dihadapan orang-orang karena malu. Setiap hari saudara (i) mereka diberitakan menerima uang dari seorang pejabat yang telah ditangkap KPK (baca: komisi penangkap koruptor, bukan pemberantas korupsi). Tapi apa salah mereka?

Begitulah, ketika hukum tidak lagi ditegakkan untuk memuliakan manusia. Tapi untuk mengancurkan mereka sehancur-hancurnya…tiba-tiba kita menjadi jijik menyebut nama sang koruptor…

Perasaan orang-orang di negeri kita tercinta ini, Indonesia, terus diaduk-aduk setiap hari, melalui berita-berita sampah: koruptor dan wanita, lalu baju "lengan panjang" seorang anak presiden. Sampai mayoritas penduduk negeri ini mungkin sudah kehilangan rasionalitasnya.

Negeri yang orang-orangnya mulai kehilangan rasionalitas dikhawatirkan akan menjadi negeri yang "lebay". Tidak memiliki daya juang, lemah mental, mudah mengeluh. Belum lagi presidennya yang jago "curhat"....bahkan curhatannya disiarkan live di stasiun-stasiun TV nasional…

Tiba-tiba kita menjadi mudah marah….

Hanya karena seseorang diberi judul "koruptor" kita tiba-tiba kehilangan daya kritis terhadap para penegak hukum....

Kita dengan begitu mudahnya kehilangan daya kritis, untuk vonis hukuman yang jomplang, koruptor uang 1 M divonis 14 tahun penjara dengan seorang koruptor 37 M yang divonis hanya 4 tahun penjara saja.

Hukum dibuat sangat rumit, sangat sulit dipahami oleh orang-orang “bodoh seperti kita”, padahal mereka yang bergelar sebukit untuk pendidikan dibidang hukum terus membuat kita bingung dengan debat-debat mereka…

Mereka “beternak” orang-orang “bodoh” seperti kita dengan “kepintaran mereka” melekuk-lekukkan lidah dengan hebatnya. Dengan menggunakan bahasa dan istilah-istilah canggih, ditimpuki setumpuk pasal yang mereka sebutkan kepada khalayak, tapi kita hampir tidak mendapatkan penjelasan yang jelas untuk sebuah pertanyaan sederhana: mengapa yang korupsi 1 M divonis 14 tahun penjara dan yang korupsi 37 M divonis hanya 4 tahun penjara?

Selamat pagi negeri ku….Indonesia tercinta

Berdirilah teguh diatas logikamu sendiri kawan…

Jangan lagi biarkan media mengganggu independensi dan cara kita berpikir, padahal akal adalah karunia Allah yang telah diberikannya kepada manusia…

Mari kita berdiri, bangkitlah…..

Melawanlah!!! Meski engkau sendiri
Karena begitulah cara kita menunggu kematian….
Toh, pada akhirnya kita juga hanya akan sendirian dialam kubur
Dan juga sendirian ketika Tuhan meminta pertanggungjawaban kita kelak….
readmore »»ǴǴ

Kamis, 24 Oktober 2013

Seni Berdoa

Kamis, 24 Oktober 2013
Pukul 06.30 WITA

Bahkan engkau boleh memintanya dengan "paksa" ....

Seperti doa Rasulullah SAW di Badar : "Ya Allah, jika Engkau tidak memenangkan pasukan ini hari ini, maka tak ada lagi yang akan menyembah-Mu di muka bumi"

Boleh. Tapi engkau harus memenuhi syarat-syaratnya terlebih dahulu. Ikhtiar yang maksimal dengan kualitas penghambaan yang terbaik kepada-Nya

Doa tadi adalah gambaran pengharapan Rasulullah. Karena kini situasinya berbeda....

Berbeda dg kegentingan situasi ketika Beliau bersama Abu Bakar bersembunyi dlm sebuah gua kecil saat Hijrah ut menghindari penjagal2 Quraisy

Dua orang yang diabadikan kisahnya dalam Al Quran...Dua orang dengan kualitas Iman terbaik. Rasulullah lalu Abu Bakar....

"Jika iman seluruh kaum muslimin ditimbang maka itu tdk akan menyamai keimanan Abu Bakar"....Begitu kata Manusia terbaik, Rasulullah

Kini, di Badar, dihadapan 1000 pasukan terbaik Quraisy, 300 kaum muslimin dengan kadar keimanan yg tak sama kualitasnya...

Ini situasi yang tak sama dengan di gua kecil tadi...

Manusia dengan kualitas iman terbaik itu, memohonkan doa dengan sangat memaksa kpd Tuhan..sampai bbrp kali kainnya terjatuh ke tanah

Beberapa kali pula, Abu Bakar, orang dengan keimanan terbaik setelah Rasulullah, mengambil kain itu dan mengenakannya lagi kpd Rasulullah

Sampai kemudian Abu Bakar berkata: "Cukup wahai Rasulullah, Allah pasti akan menolongmu"...

Itulah doa yang mengawali perang pembebasan manusia di sepanjang sejarah islam.....

Doa dari manusia terbaik di muka bumi, Rasulullah dan keyakinan Abu Bakar

Berdoalah, karena doa adalah surat jiwa kepada Sang Ilahi

-Sekian-
readmore »»ǴǴ

Rabu, 02 Oktober 2013

Jangan Lagi (Refleksi Kader)

Rabu, 2 Oktober 2013

Kadang datang rasa haru yg memuncak, setiap kali mengenangi, mereka yg beberapa tahun lalu bertemu pekanan, kini tlh menyelesaikannya S2 nya

1. Mereka adalah tanaman jati. Tanaman yang harus engkau tunggu lama untuk datangnya masa panen #Kader

2. Mereka bukan tanaman musiman, atau tanaman yang hanya sekali panen. #Kader

3. Dalam penantian menunggu datangnya masa panen pohon jati engkau harus menunggu bertahun-tahun. #Kader

4. Bukan hanya menunggu, tapi engkau harus menyediakan lahan yg baik, kau pelihara dia dari serangan hama atau hewan perusak #Kader

5. Kau sirami, engkau jaga baik-baik. Dan itu harus engkau lakukan bahkan dalam masa yg bertahun #Kader

6. Tapi itu hanya dari segi datangnya waktu panen yg lama, karena Jati hanya kau panen sekali saja. #Kader

7. Karena kader, jika tlh datang waktunya kau panen, engkau takkan pernah berhenti lagi memanen. #Kader

8. Tapi mgkn karena alasan inilah, tak banyak orang yg siap menjadi "petani jati". Karena ia tdk memberikan hasil dlm waktu singkat. #Kader

9. Mgkn suatu saat nanti, kita tergoda, hiruk pikuk dunia politik yang membuat kita dikenal byk orang. #Kader

10. Wajah kita akan dipajang dimana-mana. Disetiap sudut kota. Hampir tak ada yg tak mengenali wajah kita. #Kader

11. Lalu kita abaikan pekerjaan menyiapkan generasi yang pd mereka akan kita wariskan dakwah ini. #Kader

12. Belum lagi, pekerjaan petani jati itu sunyi, sepi pemberitaan, mereka tak dikenali, meski mrk-lah yg menyambung nafas kehidupan #Kader

13. Mungkin mereka hanya dikenali oleh penghuni langit. Tapi karena itulah, nafas dakwah ini bisa berterusan. #Kader

14. Tidak. Tidak akan pernah dakwah ini diwariskan dari orasi-orasi di mimbar kenegaraan atau dihadapan ribuan massa. #Kader

15. Jadi jangan lagi. Karena sungguh, kita lahir dari sana. Dari pondok-pondok yang jika hujan turun, basahlah kitab-kitab kita. #Kader

16. Kita lahir dari sana, dari jalan-jalan yang ketika kita pergi lagi bersih, dan ktk pulang, kaki2 kita telah penuh lumpur. #Kader

17, Meski tak memintamu kembali seperti awal dakwah ini lahir. Bolehlah engkau skrg bermobil dan bersepatu bening. Tdk apa. #Kader

18. Karena begitulah zaman yang harus kau jalani. Engkau jg tak dilarang untuk dikenali bnyk org. Bahkan itu keharusan. #Kader

19. Tapi, jangan pernah abaikan pembinaan generasi, yg pada mereka akan kau wariskan dakwah ini. #Kader

20. Generasi, yang akan menyambung nafas dakwah, sampai kpd generasi kebenaran yg penghabisan. #Kader
readmore »»ǴǴ