Kamis, 05 Desember 2013

Beginilah Caraku Merindukanmu

Setiap kali aku rindu padamu,
aku sering menyapamu melaui doa-doaku

Atau kubuka dan lalu kubaca lembar-lembar buku suci ini

Setiap kata yang terucap, aku harapkan sampai juga padamu

Karena di setiap bacaan ini,
ada ukiran karyamu, engkau yg mengajariku, bukan mereka

Itulah surat jiwaku padamu, surat pengobat rinduku.

Apa kabarmu disana?

Semoga setiap bait doa dan untaian kata dari ayat-ayat ini,
melapangkan pembaringanmu yang abadi

Dan selalu begitu, akan selalu begitu.
Setiap kali aku disapa rindu padamu
readmore »»ǴǴ

Khadijah, Nama Wanita yang Melamar Pria Agung Itu

Menelusuri kisah awal munculnya perasaan “spesial” Khadijah r.a terhadap Rasulullah

Ternyata perasaan spesial Itu bukan sekedar perasaan yg muncul karena pesona pribadi Muhammad muda

Tetapi “isyarat kenabian” yang dilihatnya ada pada Muhammad-lah yang mendorong Khadijah secara lebih kuat untuk melamar Rasulullah

Jadi ini bukan sekedar seorang pemuda, dengan pesona kejujuran, pengalaman bisnis yang handal, pengalaman perang di usia muda

Juga bukan sekedar pesona keterhormatan nasabnya, atau gelar al amin sebagai “status hubungan sosial” tertinggi yang dapat dicapai seseorang

“Telah tiba masa kedatangan nabi akhir zaman, siapa di antara kalian yang dapat menjadi istrinya, lakukanlah”. Kenang Khadijah ketika salah seorang Yahudi bertutur di suatu ketika

Ada harapan yang jauh lebih tinggi yang melampaui semua pesona laki-laki tadi,

Yaitu menjadi wanita “pendamping nabi akhir zaman”

Khadijah telah meyakini “kenabian” Muhammad sejak semula. Itulah yang membuatnya teguh dan total mendukung perjuangan Sang Rasul

Maka takkan kita temui kisah Khadijah dengan Rasulullah, kecuali kisah yang penuh perjuangan dan pengorbanan

Khadijah tahu, sebagaimana penuturan sepupunya, Waraqah bin Naufal: “tak ada satupun nabi, kecuali ia pasti diusir kaumnya”

Tapi Khadijah telah memutuskan untuk memilih “calon” Nabi akhir zaman ini. Perasaan agung yang menjulang sampai ke langit..

Maka Khadijah adalah tiang sandaran yang kokoh bagi Sang Rasul, ditengah situasi, ketika beliau harus berdiri sendiri “menentang” semua keyakinan dan kesombongan manusia

Rasulullah selalu mengenang khadijah, bahkan di sepanjang hidupnya.

Bahkan ketika beliau telah menikah dg Aisyah, wanita yang disebutnya sebagai orang yang paling dicintainya

Karena kata beliau, tentang perasaannya terhadap Khadijah: “Aku diberikan karunia berupa cinta kepada Khadijah”. Itu dua ungkapan yang jelas berbeda

Maka kematian khadijah dirasakan Sang Rasul sebagai “gerhana” hidup yang hampir melahirkan putus asa dalam perjuangan.

Bahkan Allah “harus” menghibur Sang Rasul dengan “Isra Mi`raj”.

Itulah pesona wanita terbaik sepanjang sejarah manusia

Betapa tidak. Kita semua tentu harus belajar darinya.

Tidak harus anda menjadi laki-laki atau wanita

Karena tak ada lagi kisah yang memberikan kita pelajaran tentang keluarga,

yang jauh lebih agung dari kisah Khadijah dan Rasulullah…
readmore »»ǴǴ

Selasa, 12 November 2013

Sepenggal Pembelajaran....

Selalu muncul pertanyaan besar dalam benak saya......

Tempat-tempat karaoke dan pantai selalu disesaki oleh ribuan manusia di setiap akhir pekan....agar mereka bisa berhibur dan mengambil jedah sesaat dari kesibukan hidup mereka selama sepekan....

Lalu, ketika membaca sejarah hidup Sang Rasul, selama 23 tahun sejak pertama kali beliau di "SK" kan sebagai Nabi...adalah waktu kerja tanpa henti...membimbing keluarganya, memimpin negara dan memimpin perang bahkan sampai melakukan hal-hal paling kecil sekalipun tentang urusan "masuk WC' untuk kita teladani.....setiap detiknya....

Jika kita pernah mendengar kisah tentang kapan beliau mengambil jedah, jedah itu ketika beliau pernah berkata: "Ya Bilal, hiburkanlah kami dengan Sholat..."

Hanya begitu....

Sejarah itu kita baca....sejarah itu kita pahami.....

Tapi ternyata kita mengalami satu kendala besar....

Meniru dan meneladaninya....

Tapi mungkin disinilah salah satu rahasia kebahagiaan...

Kebahagian itu akan kita peroleh jika kita selalu ada pada posisi:
"Saya terhadap orang lain". Bukan, "Orang lain terhadap saya"

Pada saat seperti itulah, posisi kita menjadi sangat kuat....

Tapi itu bukan hal yang mudah untuk diwujudkan...

Selain karena kita butuh waktu untuk memenuhi jiwamu agar kita melampaui "siapa yang tidak memiliki apa-apa, maka dia takkan bisa memberikan apapun"

Rasulullah SAW, butuh waktu 40 tahun untuk memenuh dirinya dg banyak hal,
Sebelum datangnya masa kerja, 23 tahun tanpa henti.

Kita butuh latihan...butuh proses belajar yang panjang....

Itulah bentangan sejarah tentang bagaimana Rasulullah "dididik" oleh Allah sejak usia 0-40 Tahun...

Sebenarnya Rasulullah juga mengambil jedah, sebagaimana kalimat beliau "Hiburkanlah kami dengan Sholat"...

Memang begitu, beliau juga mengambil jedah...Tapi jedah bukan untuk melepaskan lelah....

Sholat adalah jedah untuk mengumpulkan kembali energi....melalui interaksi yang intim antara beliau dengan Allah...

Energi seperti itu, energi untuk terus melakukan kebaikan tanpa henti....sesungguhnya bersumber dari ibadah-ibadah kita kepada Allah


readmore »»ǴǴ

Kamis, 07 November 2013

Melawanlah !! Menjadilah Manusia Rasional

Kamis, 7 November 2013

Sekarang, pola pemberantasan korupsi selalu mem - blow up - wanita-wanita........Lalu dibuatlah judul yang keren dan mengganggu ruang nyaman perasaan kita: “KORUPTOR DAN WANITA-WANITA CANTIK”

Lama kelamaan artis tidak akan mau lagi menerima job dari pejabat misalnya untuk menyanyi dan sebagainya....

Kasihan keluarga mereka......mereka punya anak, punya orang tua...punya family

Keluarga mereka, tidak akan lagi berani mengangkat wajah dihadapan orang-orang karena malu. Setiap hari saudara (i) mereka diberitakan menerima uang dari seorang pejabat yang telah ditangkap KPK (baca: komisi penangkap koruptor, bukan pemberantas korupsi). Tapi apa salah mereka?

Begitulah, ketika hukum tidak lagi ditegakkan untuk memuliakan manusia. Tapi untuk mengancurkan mereka sehancur-hancurnya…tiba-tiba kita menjadi jijik menyebut nama sang koruptor…

Perasaan orang-orang di negeri kita tercinta ini, Indonesia, terus diaduk-aduk setiap hari, melalui berita-berita sampah: koruptor dan wanita, lalu baju "lengan panjang" seorang anak presiden. Sampai mayoritas penduduk negeri ini mungkin sudah kehilangan rasionalitasnya.

Negeri yang orang-orangnya mulai kehilangan rasionalitas dikhawatirkan akan menjadi negeri yang "lebay". Tidak memiliki daya juang, lemah mental, mudah mengeluh. Belum lagi presidennya yang jago "curhat"....bahkan curhatannya disiarkan live di stasiun-stasiun TV nasional…

Tiba-tiba kita menjadi mudah marah….

Hanya karena seseorang diberi judul "koruptor" kita tiba-tiba kehilangan daya kritis terhadap para penegak hukum....

Kita dengan begitu mudahnya kehilangan daya kritis, untuk vonis hukuman yang jomplang, koruptor uang 1 M divonis 14 tahun penjara dengan seorang koruptor 37 M yang divonis hanya 4 tahun penjara saja.

Hukum dibuat sangat rumit, sangat sulit dipahami oleh orang-orang “bodoh seperti kita”, padahal mereka yang bergelar sebukit untuk pendidikan dibidang hukum terus membuat kita bingung dengan debat-debat mereka…

Mereka “beternak” orang-orang “bodoh” seperti kita dengan “kepintaran mereka” melekuk-lekukkan lidah dengan hebatnya. Dengan menggunakan bahasa dan istilah-istilah canggih, ditimpuki setumpuk pasal yang mereka sebutkan kepada khalayak, tapi kita hampir tidak mendapatkan penjelasan yang jelas untuk sebuah pertanyaan sederhana: mengapa yang korupsi 1 M divonis 14 tahun penjara dan yang korupsi 37 M divonis hanya 4 tahun penjara?

Selamat pagi negeri ku….Indonesia tercinta

Berdirilah teguh diatas logikamu sendiri kawan…

Jangan lagi biarkan media mengganggu independensi dan cara kita berpikir, padahal akal adalah karunia Allah yang telah diberikannya kepada manusia…

Mari kita berdiri, bangkitlah…..

Melawanlah!!! Meski engkau sendiri
Karena begitulah cara kita menunggu kematian….
Toh, pada akhirnya kita juga hanya akan sendirian dialam kubur
Dan juga sendirian ketika Tuhan meminta pertanggungjawaban kita kelak….
readmore »»ǴǴ

Kamis, 24 Oktober 2013

Seni Berdoa

Kamis, 24 Oktober 2013
Pukul 06.30 WITA

Bahkan engkau boleh memintanya dengan "paksa" ....

Seperti doa Rasulullah SAW di Badar : "Ya Allah, jika Engkau tidak memenangkan pasukan ini hari ini, maka tak ada lagi yang akan menyembah-Mu di muka bumi"

Boleh. Tapi engkau harus memenuhi syarat-syaratnya terlebih dahulu. Ikhtiar yang maksimal dengan kualitas penghambaan yang terbaik kepada-Nya

Doa tadi adalah gambaran pengharapan Rasulullah. Karena kini situasinya berbeda....

Berbeda dg kegentingan situasi ketika Beliau bersama Abu Bakar bersembunyi dlm sebuah gua kecil saat Hijrah ut menghindari penjagal2 Quraisy

Dua orang yang diabadikan kisahnya dalam Al Quran...Dua orang dengan kualitas Iman terbaik. Rasulullah lalu Abu Bakar....

"Jika iman seluruh kaum muslimin ditimbang maka itu tdk akan menyamai keimanan Abu Bakar"....Begitu kata Manusia terbaik, Rasulullah

Kini, di Badar, dihadapan 1000 pasukan terbaik Quraisy, 300 kaum muslimin dengan kadar keimanan yg tak sama kualitasnya...

Ini situasi yang tak sama dengan di gua kecil tadi...

Manusia dengan kualitas iman terbaik itu, memohonkan doa dengan sangat memaksa kpd Tuhan..sampai bbrp kali kainnya terjatuh ke tanah

Beberapa kali pula, Abu Bakar, orang dengan keimanan terbaik setelah Rasulullah, mengambil kain itu dan mengenakannya lagi kpd Rasulullah

Sampai kemudian Abu Bakar berkata: "Cukup wahai Rasulullah, Allah pasti akan menolongmu"...

Itulah doa yang mengawali perang pembebasan manusia di sepanjang sejarah islam.....

Doa dari manusia terbaik di muka bumi, Rasulullah dan keyakinan Abu Bakar

Berdoalah, karena doa adalah surat jiwa kepada Sang Ilahi

-Sekian-
readmore »»ǴǴ