Kamis, 26 Desember 2013

Kokohnya Ilmu Tidak Oleh Keangkuhan

-CatatanPagi-
*setelah melihat "keangkuhan" para penuntut ilmu yang bertebaran di dunia maya

Kurangnya ilmu dan ketergesa-gesaan berpendapat, memang lebih sering melahirkan kesalahan dalam bersikap.

Para ulama saja, yang sedemikian dalam ilmunya, masih memiliki kerendahan hati untuk mengatakan: Pendapat saya benar tapi bisa jadi salah, dan pendapat dia salah tapi bisa jadi benar"

Pengetahuan memang memiliki kuasa dan kekuasaan, tapi kerendahan hatilah yang membuatnya kokoh

bukan keangkuhan

Bahkan Rasulullah, yang pengetahuannya sangat tinggi, masih diperintahkan untuk berdoa: Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu....
readmore »»ǴǴ

Jumat, 13 Desember 2013

Dua Sisi Ilmu Pengetahuan

-Renunganku Di Jelang Tidur Semalam-

Ilmu pengetahuan itu memang memberikan kuasa dan kekuasaan...

Dan ilmu pengetahuan itu juga "memesonakan", menghadirkan pesona pada pemiliknya.....

Maka orang-orang yang melihat orang-orang berpengetahuan itu akan berkata:

Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar." (Q.S. Al Qashash : 79)

Tapi ilmu pengetahuan bisa serapuh ini....

Jika Ilmu pengetahuan itu kita presepsi sepert ini:

Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku." (Q.S. Al Qasah: 78)

Maka, Qarun berakhir begini:

"...Kami benamkanlah Karun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golonganpun yang dapat menolongnya" (Q.S. Al Qashash: 81)

Kita wajib mempresepsi ilmu pengetahuan seperti Yusuf a.s memperesepsinya:

"Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi" (Q.S. Yusuf: 101)

Maka Yusuf, memiliki akhir cerita yang berbeda dengan Qarun:

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya "sujud" kepada Yusuf (Q.S. Yusuf: 100)
readmore »»ǴǴ

Rabu, 11 Desember 2013

Kesabaran Kini Melawanku

Rabu, 11 Desember 2013

Kita tak pernah bosan menanti datangnya pagi.
Bahkan meski harus melalui malam yg pekat
Maka jangan tanyakan tentang makna kesetian.
Krn ini hanyalah cerita tentang waktu

Begitulah,
Jika rindu adalah perjalanan jiwa dan juga jasad.
Maka waktu adalah alat ujinya

Waktulah yang kini membuat kesabaran terus bertarung dg diriku sendiri.

Jika bukan karena yakin bahwa pagi pasti datang bersama harapan,
siapa yg dpt melalui malam yg pekat?

Kepastian datangnya pagi itulah yg melahirkan kesabaran,
maka kita pasti bisa melampaui malam

Bahkan demi menunggu pagi dimana harapan hadir,
kita siap melalui malam demi malam

Jadi ini bukan cerita duka yg membuatmu dihinakan.
Tapi cara Tuhan menaikkan kelasmu disisi-Nya
readmore »»ǴǴ

Kamis, 05 Desember 2013

Beginilah Caraku Merindukanmu

Setiap kali aku rindu padamu,
aku sering menyapamu melaui doa-doaku

Atau kubuka dan lalu kubaca lembar-lembar buku suci ini

Setiap kata yang terucap, aku harapkan sampai juga padamu

Karena di setiap bacaan ini,
ada ukiran karyamu, engkau yg mengajariku, bukan mereka

Itulah surat jiwaku padamu, surat pengobat rinduku.

Apa kabarmu disana?

Semoga setiap bait doa dan untaian kata dari ayat-ayat ini,
melapangkan pembaringanmu yang abadi

Dan selalu begitu, akan selalu begitu.
Setiap kali aku disapa rindu padamu
readmore »»ǴǴ

Khadijah, Nama Wanita yang Melamar Pria Agung Itu

Menelusuri kisah awal munculnya perasaan “spesial” Khadijah r.a terhadap Rasulullah

Ternyata perasaan spesial Itu bukan sekedar perasaan yg muncul karena pesona pribadi Muhammad muda

Tetapi “isyarat kenabian” yang dilihatnya ada pada Muhammad-lah yang mendorong Khadijah secara lebih kuat untuk melamar Rasulullah

Jadi ini bukan sekedar seorang pemuda, dengan pesona kejujuran, pengalaman bisnis yang handal, pengalaman perang di usia muda

Juga bukan sekedar pesona keterhormatan nasabnya, atau gelar al amin sebagai “status hubungan sosial” tertinggi yang dapat dicapai seseorang

“Telah tiba masa kedatangan nabi akhir zaman, siapa di antara kalian yang dapat menjadi istrinya, lakukanlah”. Kenang Khadijah ketika salah seorang Yahudi bertutur di suatu ketika

Ada harapan yang jauh lebih tinggi yang melampaui semua pesona laki-laki tadi,

Yaitu menjadi wanita “pendamping nabi akhir zaman”

Khadijah telah meyakini “kenabian” Muhammad sejak semula. Itulah yang membuatnya teguh dan total mendukung perjuangan Sang Rasul

Maka takkan kita temui kisah Khadijah dengan Rasulullah, kecuali kisah yang penuh perjuangan dan pengorbanan

Khadijah tahu, sebagaimana penuturan sepupunya, Waraqah bin Naufal: “tak ada satupun nabi, kecuali ia pasti diusir kaumnya”

Tapi Khadijah telah memutuskan untuk memilih “calon” Nabi akhir zaman ini. Perasaan agung yang menjulang sampai ke langit..

Maka Khadijah adalah tiang sandaran yang kokoh bagi Sang Rasul, ditengah situasi, ketika beliau harus berdiri sendiri “menentang” semua keyakinan dan kesombongan manusia

Rasulullah selalu mengenang khadijah, bahkan di sepanjang hidupnya.

Bahkan ketika beliau telah menikah dg Aisyah, wanita yang disebutnya sebagai orang yang paling dicintainya

Karena kata beliau, tentang perasaannya terhadap Khadijah: “Aku diberikan karunia berupa cinta kepada Khadijah”. Itu dua ungkapan yang jelas berbeda

Maka kematian khadijah dirasakan Sang Rasul sebagai “gerhana” hidup yang hampir melahirkan putus asa dalam perjuangan.

Bahkan Allah “harus” menghibur Sang Rasul dengan “Isra Mi`raj”.

Itulah pesona wanita terbaik sepanjang sejarah manusia

Betapa tidak. Kita semua tentu harus belajar darinya.

Tidak harus anda menjadi laki-laki atau wanita

Karena tak ada lagi kisah yang memberikan kita pelajaran tentang keluarga,

yang jauh lebih agung dari kisah Khadijah dan Rasulullah…
readmore »»ǴǴ