Senin, 16 Januari 2012

Keajaiban Kata

Jumat, 7 Januari 2012
Pukul 10.00 WITA

Laki2 besar seperti umar bin khatab, Dan Khalid bin walid, luluh jiwanya lalu memilih Islam sbg jln hidup. Mrk menyejarah #keajaibankata

Umar mmlh Islam, ketika ia dihentak oleh kata-kata ini "Taha, Kami tdk menurunkan Al Qur'an ini kpdmu agar engkau mjd susah" #keajaibankata

Khalid memilih Islam ketika kalimat ini keluar dr lisan suci sang Nabi "dimana Khalid, sungguh aku melihat kebaikan pdnya" #keajaibankata

Kata sebagian atau keseluruhannya mewakili isi jiwa. Ia, anak panah tpi tak hanya menembus jiwamu jiwa hx dipahami oleh jiwa. #keajaibankata

Kata, jk jujur,ad wakil jiwamu yg tampak. Ia, anak panah tp tak hx menembus telinga. Ia dpt sampai k jiwamu, lembut tp terasa #keajaibankata

Ini kata sang Nabi yg terangkai indah dlm doa menyejarah saat badar. Ia wakilkan jiwanya dlm permhonan. Ia seolah mengancam #keajaibankata

Ditengadahkn tangan. Lalu :"Allah,jk tak Engkau menangkan pasukan ini hari ini, mk takkan ada lagi yg menyembah-Mu d bumi ini,#keajaibankata

Tapi, kata hanya akan sampai ke jiwa jika ia diarahkan oleh angin keikhlasan. Disitulah rahasianya, lalu kau temui keajaiban #keajaibankata

Maka ditengah kerumitan dan kesulitan menempuh jalan panjang, laki-laki besar itu, Hasan Al Banna, mengukir kata-kata ajaib dalam doa rabhitahnya #keajaibankata

Kini, doa itu menyejarah, menemani para kader dakwah di sepanjang jalan. Itulah wakilan perasaannya terhadap dirinya, dan orang lain yg menempuh jln ini #keajaibankata

Maka Allah, memerintahkan kita untuk mewakilkan harapan dalam bentuk kata, doa. Lalu jika siang ad waktu ikhtiar, mk malam ad tempat kita merangkai ikhtiar itu dengan harapan kpd-Nya #keajaibankata

readmore »»ǴǴ

Minggu, 01 Januari 2012

Hujan DI Penghujung Tahun

Sabtu, 31 Desember 2011
Pukul : 11.13 WITA

Hujan, mgknkah engkau menunjuk tangis langit atas sikap kami, di tanah tempat kau jatuh lalu tumbuh makanan, bg manusia? #hujanpenghujungthn

Bulan2 lalu,kau bgt dirindu. Kini, engkau msh terus menemani kami. Sebagian manusia mgkn mulai ingin kau pergi#hujanpenghujungthn

Kini, hadirmu bwt rumah2 terendam, sawah rusak, kami jg diancam ragam penyakit. Lalu siapa tersalah. Engkau kah hujan?#hujanpengujungthn

Ini kata Sang Nabi: hujan ad waktu yg baik ut berdoa. Lalu kata Tuhanku, kerusakan di darat & laut, itu krn kami manusia #hujanpenghujungthn

Hujan turunlah engkau, biar kami bermunajat kpd Tuhan kami, yg jg Tuhanmu. Agar tahun mendatang hidup jd lbh baik #hujanpenghujungthn

Jika hadirmu sebabkan banjir itu bukan salahmu. Itu salah kami. Selamanya engkau ad anugerah bwt kami.basahi humi kami #hujanpenghujungthn

Engkau tamu kami. Kami hanya tak siapkanmu tempat. Kami rusak tempat seharusnya engkau tinggal. Gunung2 kami tanduskan #hujanpenghujungthn

Sungai2 kami timbuni sampah. Lahan hijau kami ganti dg gedung2 tinggi.pohon2 kami jdikan gedung2. Alam kami ganggu #hujanpenghujungthn

Hujan turunlah sederas2nya agar banjirmu sadarkan kami. Bhw tahun mendatang ad thn penuh bencana jk kami tak berbenah #hujanpenghujungthn

Malam nanti manusia akan berpesta menyambut bergantinya thn. Padahal itu ad pesta menyambung datangnya thn penuh ancaman #hujanpenghujunthn

Manusia2 mulai tak bersahabat dg Alam. Kami awali thn dg riuh Dan letusan petasan.padahal thn2 mdatang ad ancaman #hujanpenghujungthn

Aku akhiri dg penuh harap bhw thn2 mendatang kami bsa berbenah agar pergimu wahai hujan, kmi lepas dg rindu. Hadirmu kami sambut dg senyum
readmore »»ǴǴ

Sabtu, 31 Desember 2011

Tangisku Di Penghujung 2011

Pukul: 22.23 WITA
Sabtu, 31 Desember 2011

#1 Mari.raba hati kita. sy selalu bilang, jika semua org di tim ini mengambil peran, itu sdh cukup. lalu? mari kita raba hati kita saudaraku.

#2 mari kita memohon ampun kpd Allah, jgn2 kita berkontribusi atas kemunduran itu dlm sikap yg mungkin kita anggap tak salah

#3. sikap saling menyalahkan, menurut sy, bukan sikap kader sejati...sy dan semua yg lain tak sedang membela diri. Tangisku di malam ini

#4. Tapi semoga suatu waktu kalian semua akan mengerti....tak ada keluh dlm dakwah ini..tak ada sikap saling menyalahkan org lain


#5 lalu merasa bahwa kita melepaskan tangan atas itu semua. lihatlah sikap umar bin khatab, Mengajari kita keagungan pribadinya

#6. Ia mulia, kita belajar: ketika turun ayat yg menegur Rasulullah atas sikap "membebaskan tawanan perang" yg semula tak disetujui umar

#7. Setelah ayat itu turun....ia tak mengatakan "apa sy bilang dari tadi,...lalu membanggakan kebenaran pendapatnya. Ia tertunduk. Lalu...

#8. Lalu, ditengah tangis dua sahabatnya yg mulia, umar, dialah yg menangis justru jauh lebih keras dari Rasulullah dan Abu Bakar

#9. Aku menasehati hati ku malam ini, semoga sampai pesan ini ke jiwamu. Kita telah berucap janji, kini ditengah berat jalan ini, kita di uji

#10. Kita di uji, tentang kesejatian karakter kita, untuk menakar seberapa kuat pijakan ikatannya menghujam di jiwa kita. Saudaraku

#11. Ingin ku tangisi malam, krn janji telah berucap, ia kini menuntut konsekuensinya. Uji ini akan terus berlangsung di sepanjang usia

#12. Uji ini takkan berhenti, di sepanjang usia, kecuali kita memilih mundur, tapi...alangkah khianatnya kita kepada Allah. Tuhan kita

#13. Kita berjanji, telah berjanji atas nama-Nya untuk memenuhi semua rukun-rukun janji itu. Ohhh Allah, aku tak sanggup jk tak yakin pd-Mu
readmore »»ǴǴ

Senin, 28 November 2011

Kontrol Gagasan

7 Juli 2010

Realitas dunia kampus tak ada bedanya dengan realitas kehidupan dalam skala nasional. Dakwah yang kita lakukan di kampus sesungguhnya sama persis dengan dakwah yang kita lakukan pada skala negara. Komponen objek dakwah yang harus kita urus juga sama. Di sana ada politik, di sana ada realitas sosial, dan di sana juga ada realitas ekonomi. Yang membedakan keduanya hanyalah pada besaran wilayah amal yang harus kita kelola dan kerjakan.

Jika kondisinya demikian, maka Interaksi kita sebagai dai dan organisasi yang membawa misi Islam dengan berbagai lembaga kemahasiswaan adalah satu realitas yang tak bisa dihindari. Termasuk interkasi dengan organ-organ kultur mahasiswa kampus. Organisasi kemahasiswaan dengan berbagai ragam basis ideology yang dimilikinya. Di sana ada Islam. di sana juga ada agama lainnya. Di sana juga ada kelompok nasionalis dan bahkan sekuler.


Nah, ketika kita ingin menguatkan pijakan kaki dakwah di tengah masyarakat kampus. Maka menjadi satu keniscayaan akan adanya interaksi antara harokah dan kadernya dengan beragam pemikiran dan basis ideologi tersebut. Dan keberadaan kita seharusnya dapatlah di terima oleh semua masyarakat kampus. Dan salah satu alasan penerimaan itu sesungguhnya adalah gagasan.

Gagasan yang ingin kita berikan sebagai sebentuk keinginan luhur kepada penataan masyarakat kampus. Tetapi di silah letak masalahnya. Kita dihadapkan pada pertanyaan ini: Bagaimana caranya agar gagasan yang kita berikan dapat diterima oleh banyak kelompok masyarakat kampus dengan ideology yang juga beragam tersebut, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar amal yang kita lakukan. Yaitu Islam.

Gagasan adalah mutiara. Mutiara yang menjadi nilai tawar yang sangat menentukan grade harokah di mata masyarakat kampus. Juga, gagasan dalam dakwah adalah faktor yang mampu mendinamisasi gerak harokah.

Akan tetapi, ketika dakwah memasuki era terbuka, dan terjadi interaksi dengan ragam pemikiran, maka gagasan yang lahir dari harokah dan kader harokah menjadi sangat mungkin telah mendapatkan pengaruh luar, akibat interaksi yang intens dengan realitas masyarakat kampus secara umum maupun melalui dialog antar gerakan, sehingga boleh jadi gagasan menjadi jauh terpinggirkan dari aspek-aspek orisinalitas Islam dan dakwah itu sendiri.

Ada hal yang utama untuk dilakukan di sini. Yaitu bagaimana menjaga orisinalitas gagasan yang kita release pada masyarakat kampus, agar tidak keluar dari bingai ideology yang kita pahami? Jawabannya adalah pemahaman yang mendalam terhadap aspek tsawabit dan mutaghayiirat dalam Islam. Tsawabit dalam agama. itulah yang kita sebut dengan aqidah, syariat, ibadah dan akhlak. Juga aspek tsawabit dalam fikroh. Tentang metode perjuangan dan cara pencapaian cita-cita dakwah. Dan hal lainnya, Yang semuanya tak boleh berubah.

Juga, pengetahuan yang mendalam tentang aspek Islam yang mana saja yang boleh disesuaikan dengan realitas zaman. Inilah yang kita sebut dengan aspek mutaghayiirat. Aspek mutaghayiirat memberikan ruang gerak yang luas bagi harokah untuk mencreate satu model perjuangan tetapi tetap dalam bingkai keislmanan. Jika mutaghayyirat member ruang gerak yang luas, maka tsawabitlah yang menjaga orisinalitas dakwah dan Islam.

Oleh sebab itulah kader harokah harus benar-benar memahami dua aspek ini. Dalam Islam dan juga dalam harokah. Agar dakwah bisa terus mengembangkan sayap selebar-lebarnya tetapi tetap dalam bingkai nilai-nilai Islam yang kita yakini.

Maka dasar pengetahuan yang kuat akan kedua aspek tersebut di atas menjadi sangat penting. Karena di tengah begitu banyaknya subhat kehidupan yang menari-nari di sekitar kita, kita memerlukan satu daya proteksi yang kuat, agar interaksi kita dengan subhat-subhat tersebut tidak mempegaruhi struktur bangunan kepribadian kita dan organisasi kita.

Dan hanyalah orang-orang yang memiliki ke dalam ilmulah yang dapat tetap bertahan dengan identitasnya di tengah subhat-subhat tersebut. “Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami."

readmore »»ǴǴ

Sabtu, 26 November 2011

Tradisi Ilmiah

Ahad, 11 Juli 2010

Dalam sebuah pertemuan para penanggung jawab dakwah. Muncul satu diskusi tentang dasar pertimbangan penentuan model pelaksanaan beberapa program dakwah yang akan dieksekusi di lapangan. Termasuk kebijakan-kebijakan lain secara umum dalam dakwah. Dalam diskusi, ditentukanlah dan ditetapkan satu model kegiatan yang begitu perfect. Dengan satu model pelaksanaan yang sangat ideal dan memang sangat menjanjikan. Bahwa hasil akan dicapai bisa maksimal bagi pemenuhan target-target dan tujuan pelaksanaannya.

Tapi ada yang missing dari kebijakan yang telah kita tetapkan. Pertanyaan ini yang belum bisa dijawab dengan baik: seberapa mampukah dan seberapa efektifkah strategi yang telah ditetapkan untuk melaksanakan konsep ideal yang ada?

Kebijakan-kebijkan yang kita tetapkan dalam dakwah haruslah dapat dijelaskan secara rasional. Kebijakan yang kita ambil untuk merespon realitas lapangan dakwah haruslah mampu menggabungkan dua nilai sekaligus. Nilai kebenaran dan nilai ketepatan. Kebenaran menjelaskan tetang kebijakan yang kita ambil benar secara manhaj dan ketepatan menjelaskan tentang kebijakan yang telah kita ambil bersesuaian dengan realitas internal dan realitas eksternal dakwah.

Kebenaran dan ketepatan dalam merespon realitas dakwah sangat ditentukan oleh satu kompetensi yang kita sebut dengan tradisi ilmiah. Inilah yang terkadang kita lupakan jika tidak bisa dikatakan terlalu sering kita abaikan.

Tradisi ilmiah sesungguhnya berasal dari kemampuan untuk menilai dan menganalisis realitas internal dan realitas eksternal. Realitas internal menjelaskan segala kekurangan dan kekuatan yang dimliki oleh harokah dan kader harokah. Sedangkan realitas eksternal menjelaskan tentang seberapa besar hambatan dan peluang-peluang yang ada di lapangan amal.

Karena tentu saja kita tidak ingin melakukan dan menetapkan satu kebijakan dakwah di tengah situasi yang begitu besar ruang ketidakpastiannya tanpa di bangun di atas dasar rasionalisasi yang kuat, yang mampu menjelaskan bahwa kebijakan yang kita ambil untuk dilaksanakan tidak hanya mengandung nilai kebenaran tetapi juga mengandung dengan nilai ketepatan (Waqi)

Rasulullah SAW mengatakan: “Allah SWT merahmati orang yang mengetahui kapasitas dirinya.” Pernyataan ini menjelaskan kepada kita tentang pentingnya memahami kapasitas diri. baik kapasitas internal harokah maupun kadernya secara keseluruhan. Pemahaman yang baik tentang diri ini, akan mampu menempatkan kader dan diri harokah pada sikap-sikap yang benar. Bahwa kebijakan yang telah diambi tidak lebih rendah dari kemampuannya. Juga, tidak melebihi kapasitas yang dimilikinya.

Tradisi ilmiah merupakan suatu kebijakan yang menjelaskan bahwa setiap sikap dan kebijkan yang kita tetapkan harus dibangun di atas basis data yang kuat. Data tentang realitas internal dan realitas eksternal.

Memang. Dalam kenyataannya tidaklah menjadi mustahil bahwa hal besar yang akan kita tetapkan dapat dengan mudah untuk kita capai. Tapi jika obsesi yang kita tetapkan itu terlalu tinggi sementara kapasitas internal yang kita memiliki tidak memenuhi syarat, maka secara matematis target tersebut sangat sulit tercapai. Karena adanya jurang pemisah di sini. Jurang pemisah yang membentang antara kapasitas internal dan realitas sosial yang kita inginkan.

Jurang pemisah inilah yang harus diatasi dan dicarikan solusi. Membuat jembatan penguhubung antara target realistis sesuai dengan kondisi internal dan internal kita. Maka yang perlu kita lakukan adalah menetapkan target sederhana dan realistis jika kita tidak bisa mengupgrade kapasitas dan menghilangkan hambatan internal dalam waktu singkat. Tapi mungkin sebagai pekerja proyek peradaban, sifat sepert ini kurang baik untuk dipertahankan karena mentarlitas seperti ini adalah mentalitas orang-orang yang kalah dan lemah.

Maka kita memang perlu membuat target itu sebesarnya-besarnya lalu menghitung seberapa lebar jurang pemisah yang ada yang dapat menghambat pencapaian tujuan. Kondisi yang kedua inilah yang diselesaikan dengan mengupgrade kapasitas internal dan menghilangkan hambatan eksternal kita.

Up grade kapasitas internal dapat dilakukan dalam satu program yang terencana, baik itu dari kapasitas organisasi maupun kader harokah. sedangkan hambatan ekseternal dapat dihilangkan dengan kemapuan strategi yang baik terutama para qiyadah harokah terutama melalui proses belajar yang tidak pernah boleh berhenti. Setiap peristiwa dan pengalaman yang melingkupi kita di lapangan dakwah adalah pelajaran berharga yang dapat kita jadikan sumber pelajaran untuk menata organisasi ini menjadi lebih kuat dimasa depan. Agar kebenaran yang kita bahwa ini dapat diterima dengan baik oleh setiap orang. Dari kelompok manapun dia. Dan dengan ideologi apapun dia hidup. “karena kelemah lembutanmu dalam menyampaikan kebenaran itu. Maka musuh-musuh dakwah ini menganggapmu sebagai teman yang sangat baik”.

Sedangkan secara eksternal, masyarakat perlu kita kondisikan agar mereka mampu menerima nilai-nilai baik yang kita bawa. Melalui proses pembauran, menjadi bagian dari mereka. Dan pada saat yang sama kita mendidik mereka, tak sekadar membantu mereka, tapi mendorong mereka untuk secara mandiri menata hidup mereka menjadi lebih baik. Inilah yang kita harapkan. Bahwa hasil-hasil penataan pribadi-pribadi muslim, harus lebih berdaya, untuk melakukan proses perubahan dalam skala yang lebih besar. Masyarakat. Agar nilai-nilai kebaikan ini mendapatkan dukungan yang kuat dari masyarakat. Wallahualam

readmore »»ǴǴ