Senin, 16 Januari 2012

Mereka Yang Pergi


Senin, 16 Januari 2012
Pukul 07.30 WITA

Telah sering kudengar #kecewa, dari mrk yg ku kenali...tpi, umumnya mrk, akhirnya benar-benar mundur dari jln panjang ini #mrkygpergi

Byk kisah, yg kudengar tentang mereka yg #kecewa. Entah seberapa besar goda atau mungkin tepatnya cobaan yg tlh kau rasa #mrkygpergi

Kini, aku mulai memahaminya satu-satu. Ini bukan ttg kesalahan siapa?. Tapi ini tentang apa yg kubutuhkan ut tetap di jln ini #mrkygpergi

Kita semua tak ada yg aman di sini. Tak ada yg boleh merasa bhw ia akan selamanya disini, krn badai pasti datang, smakin besar #mrkygpergi

Di sini, mereka hanyalah kumpulan manusia yg tak mulia, mrk hx merasa punya kewajiban ut menata kehidupan agar lbh baik #mrkygpergi

Disini, mereka hx kumpulan manusia penuh kenaifan, mrk hx punya sedikit potensi tpi mrs itu hrs dikontribusikan untuk org lain #mrkygpergi

Disini, mrk hx kumpulan manusia, tak kau temukan segala hal, ideal pada mrk. Kisah #kecewamu mgkn menyimpan haru...tapi....#mrkygpergi

Tapi,mgkn apa yg kau rasakan, tak lbh rumit dari yg mrk alami,tp mereka memilih terus disini & sediakan ruang pemakluman yg luas #mrkygpergi

Yah...ruang pemakluman, bhw ini hanyalah kumpulan manusia naif, ad bilik yg tersedia di ruang kelapangan jiwamu, ut memahami #mrkygpergi

Anda boleh sj "keras" terhadap diri, tpi sediakan ruang pemakluman bgi org lain yg bersamamu disini, krn mrk punya kelemahan #mrkygpergi

Dihadapan sana, badai yg akan menghadang terlalu besar, Ya Allah, jgn pernah sisakan sedikitpun dihatiku debu #kecewa, #mrkygpergi

Lalu, sbg murid, kita diajarkan satu hal lagi, yg semakin menunjukkan keagungan jalan ini #mrkygpergi

Mereka, yg dulu memulai merintis, mrk yg dulu mengajarkan kita & menuntun tangan kita, meskipun tlh memilih mundur, ttp muliakan #mrkygpergi

Mrk tetap kita berikan penghormatan, tak mencela apalagi mengumbar aib mereka. Agar kita benar2 jujur dlm sikap sbg murid #mrkygpergi

Bahkan ktk mereka "mencela" apa yg kita lakukan saat in. Ini hanya krn mrk tak lagi mmahami zaman kita.Tak lgi menerima hal baru #mrkygpergi

Jk hanya dibolehkan untuk memilih satu doa, sy akan memilih doa yang satu ini: "Ya Allah teguhkanlah aku, di jalan agama-Mu ini" #mrkygpergi

Krn di jalan ini, tak ada satupun yg aman, satu waktu bisa tersisih. Krn badai akan terus datang menguji. Sepanjang usia. #mrkygpergi
readmore »»ǴǴ

Keajaiban Kata

Jumat, 7 Januari 2012
Pukul 10.00 WITA

Laki2 besar seperti umar bin khatab, Dan Khalid bin walid, luluh jiwanya lalu memilih Islam sbg jln hidup. Mrk menyejarah #keajaibankata

Umar mmlh Islam, ketika ia dihentak oleh kata-kata ini "Taha, Kami tdk menurunkan Al Qur'an ini kpdmu agar engkau mjd susah" #keajaibankata

Khalid memilih Islam ketika kalimat ini keluar dr lisan suci sang Nabi "dimana Khalid, sungguh aku melihat kebaikan pdnya" #keajaibankata

Kata sebagian atau keseluruhannya mewakili isi jiwa. Ia, anak panah tpi tak hanya menembus jiwamu jiwa hx dipahami oleh jiwa. #keajaibankata

Kata, jk jujur,ad wakil jiwamu yg tampak. Ia, anak panah tp tak hx menembus telinga. Ia dpt sampai k jiwamu, lembut tp terasa #keajaibankata

Ini kata sang Nabi yg terangkai indah dlm doa menyejarah saat badar. Ia wakilkan jiwanya dlm permhonan. Ia seolah mengancam #keajaibankata

Ditengadahkn tangan. Lalu :"Allah,jk tak Engkau menangkan pasukan ini hari ini, mk takkan ada lagi yg menyembah-Mu d bumi ini,#keajaibankata

Tapi, kata hanya akan sampai ke jiwa jika ia diarahkan oleh angin keikhlasan. Disitulah rahasianya, lalu kau temui keajaiban #keajaibankata

Maka ditengah kerumitan dan kesulitan menempuh jalan panjang, laki-laki besar itu, Hasan Al Banna, mengukir kata-kata ajaib dalam doa rabhitahnya #keajaibankata

Kini, doa itu menyejarah, menemani para kader dakwah di sepanjang jalan. Itulah wakilan perasaannya terhadap dirinya, dan orang lain yg menempuh jln ini #keajaibankata

Maka Allah, memerintahkan kita untuk mewakilkan harapan dalam bentuk kata, doa. Lalu jika siang ad waktu ikhtiar, mk malam ad tempat kita merangkai ikhtiar itu dengan harapan kpd-Nya #keajaibankata

readmore »»ǴǴ

Minggu, 01 Januari 2012

Hujan DI Penghujung Tahun

Sabtu, 31 Desember 2011
Pukul : 11.13 WITA

Hujan, mgknkah engkau menunjuk tangis langit atas sikap kami, di tanah tempat kau jatuh lalu tumbuh makanan, bg manusia? #hujanpenghujungthn

Bulan2 lalu,kau bgt dirindu. Kini, engkau msh terus menemani kami. Sebagian manusia mgkn mulai ingin kau pergi#hujanpenghujungthn

Kini, hadirmu bwt rumah2 terendam, sawah rusak, kami jg diancam ragam penyakit. Lalu siapa tersalah. Engkau kah hujan?#hujanpengujungthn

Ini kata Sang Nabi: hujan ad waktu yg baik ut berdoa. Lalu kata Tuhanku, kerusakan di darat & laut, itu krn kami manusia #hujanpenghujungthn

Hujan turunlah engkau, biar kami bermunajat kpd Tuhan kami, yg jg Tuhanmu. Agar tahun mendatang hidup jd lbh baik #hujanpenghujungthn

Jika hadirmu sebabkan banjir itu bukan salahmu. Itu salah kami. Selamanya engkau ad anugerah bwt kami.basahi humi kami #hujanpenghujungthn

Engkau tamu kami. Kami hanya tak siapkanmu tempat. Kami rusak tempat seharusnya engkau tinggal. Gunung2 kami tanduskan #hujanpenghujungthn

Sungai2 kami timbuni sampah. Lahan hijau kami ganti dg gedung2 tinggi.pohon2 kami jdikan gedung2. Alam kami ganggu #hujanpenghujungthn

Hujan turunlah sederas2nya agar banjirmu sadarkan kami. Bhw tahun mendatang ad thn penuh bencana jk kami tak berbenah #hujanpenghujungthn

Malam nanti manusia akan berpesta menyambut bergantinya thn. Padahal itu ad pesta menyambung datangnya thn penuh ancaman #hujanpenghujunthn

Manusia2 mulai tak bersahabat dg Alam. Kami awali thn dg riuh Dan letusan petasan.padahal thn2 mdatang ad ancaman #hujanpenghujungthn

Aku akhiri dg penuh harap bhw thn2 mendatang kami bsa berbenah agar pergimu wahai hujan, kmi lepas dg rindu. Hadirmu kami sambut dg senyum
readmore »»ǴǴ

Sabtu, 31 Desember 2011

Tangisku Di Penghujung 2011

Pukul: 22.23 WITA
Sabtu, 31 Desember 2011

#1 Mari.raba hati kita. sy selalu bilang, jika semua org di tim ini mengambil peran, itu sdh cukup. lalu? mari kita raba hati kita saudaraku.

#2 mari kita memohon ampun kpd Allah, jgn2 kita berkontribusi atas kemunduran itu dlm sikap yg mungkin kita anggap tak salah

#3. sikap saling menyalahkan, menurut sy, bukan sikap kader sejati...sy dan semua yg lain tak sedang membela diri. Tangisku di malam ini

#4. Tapi semoga suatu waktu kalian semua akan mengerti....tak ada keluh dlm dakwah ini..tak ada sikap saling menyalahkan org lain


#5 lalu merasa bahwa kita melepaskan tangan atas itu semua. lihatlah sikap umar bin khatab, Mengajari kita keagungan pribadinya

#6. Ia mulia, kita belajar: ketika turun ayat yg menegur Rasulullah atas sikap "membebaskan tawanan perang" yg semula tak disetujui umar

#7. Setelah ayat itu turun....ia tak mengatakan "apa sy bilang dari tadi,...lalu membanggakan kebenaran pendapatnya. Ia tertunduk. Lalu...

#8. Lalu, ditengah tangis dua sahabatnya yg mulia, umar, dialah yg menangis justru jauh lebih keras dari Rasulullah dan Abu Bakar

#9. Aku menasehati hati ku malam ini, semoga sampai pesan ini ke jiwamu. Kita telah berucap janji, kini ditengah berat jalan ini, kita di uji

#10. Kita di uji, tentang kesejatian karakter kita, untuk menakar seberapa kuat pijakan ikatannya menghujam di jiwa kita. Saudaraku

#11. Ingin ku tangisi malam, krn janji telah berucap, ia kini menuntut konsekuensinya. Uji ini akan terus berlangsung di sepanjang usia

#12. Uji ini takkan berhenti, di sepanjang usia, kecuali kita memilih mundur, tapi...alangkah khianatnya kita kepada Allah. Tuhan kita

#13. Kita berjanji, telah berjanji atas nama-Nya untuk memenuhi semua rukun-rukun janji itu. Ohhh Allah, aku tak sanggup jk tak yakin pd-Mu
readmore »»ǴǴ

Senin, 28 November 2011

Kontrol Gagasan

7 Juli 2010

Realitas dunia kampus tak ada bedanya dengan realitas kehidupan dalam skala nasional. Dakwah yang kita lakukan di kampus sesungguhnya sama persis dengan dakwah yang kita lakukan pada skala negara. Komponen objek dakwah yang harus kita urus juga sama. Di sana ada politik, di sana ada realitas sosial, dan di sana juga ada realitas ekonomi. Yang membedakan keduanya hanyalah pada besaran wilayah amal yang harus kita kelola dan kerjakan.

Jika kondisinya demikian, maka Interaksi kita sebagai dai dan organisasi yang membawa misi Islam dengan berbagai lembaga kemahasiswaan adalah satu realitas yang tak bisa dihindari. Termasuk interkasi dengan organ-organ kultur mahasiswa kampus. Organisasi kemahasiswaan dengan berbagai ragam basis ideology yang dimilikinya. Di sana ada Islam. di sana juga ada agama lainnya. Di sana juga ada kelompok nasionalis dan bahkan sekuler.


Nah, ketika kita ingin menguatkan pijakan kaki dakwah di tengah masyarakat kampus. Maka menjadi satu keniscayaan akan adanya interaksi antara harokah dan kadernya dengan beragam pemikiran dan basis ideologi tersebut. Dan keberadaan kita seharusnya dapatlah di terima oleh semua masyarakat kampus. Dan salah satu alasan penerimaan itu sesungguhnya adalah gagasan.

Gagasan yang ingin kita berikan sebagai sebentuk keinginan luhur kepada penataan masyarakat kampus. Tetapi di silah letak masalahnya. Kita dihadapkan pada pertanyaan ini: Bagaimana caranya agar gagasan yang kita berikan dapat diterima oleh banyak kelompok masyarakat kampus dengan ideology yang juga beragam tersebut, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi dasar amal yang kita lakukan. Yaitu Islam.

Gagasan adalah mutiara. Mutiara yang menjadi nilai tawar yang sangat menentukan grade harokah di mata masyarakat kampus. Juga, gagasan dalam dakwah adalah faktor yang mampu mendinamisasi gerak harokah.

Akan tetapi, ketika dakwah memasuki era terbuka, dan terjadi interaksi dengan ragam pemikiran, maka gagasan yang lahir dari harokah dan kader harokah menjadi sangat mungkin telah mendapatkan pengaruh luar, akibat interaksi yang intens dengan realitas masyarakat kampus secara umum maupun melalui dialog antar gerakan, sehingga boleh jadi gagasan menjadi jauh terpinggirkan dari aspek-aspek orisinalitas Islam dan dakwah itu sendiri.

Ada hal yang utama untuk dilakukan di sini. Yaitu bagaimana menjaga orisinalitas gagasan yang kita release pada masyarakat kampus, agar tidak keluar dari bingai ideology yang kita pahami? Jawabannya adalah pemahaman yang mendalam terhadap aspek tsawabit dan mutaghayiirat dalam Islam. Tsawabit dalam agama. itulah yang kita sebut dengan aqidah, syariat, ibadah dan akhlak. Juga aspek tsawabit dalam fikroh. Tentang metode perjuangan dan cara pencapaian cita-cita dakwah. Dan hal lainnya, Yang semuanya tak boleh berubah.

Juga, pengetahuan yang mendalam tentang aspek Islam yang mana saja yang boleh disesuaikan dengan realitas zaman. Inilah yang kita sebut dengan aspek mutaghayiirat. Aspek mutaghayiirat memberikan ruang gerak yang luas bagi harokah untuk mencreate satu model perjuangan tetapi tetap dalam bingkai keislmanan. Jika mutaghayyirat member ruang gerak yang luas, maka tsawabitlah yang menjaga orisinalitas dakwah dan Islam.

Oleh sebab itulah kader harokah harus benar-benar memahami dua aspek ini. Dalam Islam dan juga dalam harokah. Agar dakwah bisa terus mengembangkan sayap selebar-lebarnya tetapi tetap dalam bingkai nilai-nilai Islam yang kita yakini.

Maka dasar pengetahuan yang kuat akan kedua aspek tersebut di atas menjadi sangat penting. Karena di tengah begitu banyaknya subhat kehidupan yang menari-nari di sekitar kita, kita memerlukan satu daya proteksi yang kuat, agar interaksi kita dengan subhat-subhat tersebut tidak mempegaruhi struktur bangunan kepribadian kita dan organisasi kita.

Dan hanyalah orang-orang yang memiliki ke dalam ilmulah yang dapat tetap bertahan dengan identitasnya di tengah subhat-subhat tersebut. “Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami."

readmore »»ǴǴ