Rabu, 17 Februari 2016

Kesempurnaan

Kamis, 7 Januari 2016

Siapa yang bisa kita tuntut untuk sempurna dalam hidup ini, jika kita tidak mau membantunya sempurna...

Ini kaidah yang berlaku di sepanjang zaman dalam semua hubungan: person, keluarga, organisasi dan bahkan negara.

Dalam hubungan suami istri, semangat saling menumbuhkan adalah rahasia kelanggenannya,

Dalam hubungan organisasi, kita seperti satu tubuh, semua saling melengkapi peran, saling membagi rasa....

Dalam tatanan dunia, kekayaan alam berbanding terbalik dengan jumlah penduduk di belahan timur & barat, untuk bisa saling memberi....

Mari saling membantu untuk melengkapi kekurangan orang lain...

Karena itulah makna kebersamaan yg sesungguhnya...

Karena itulah, kita semua diciptakan berbeda...
readmore »»ǴǴ

Heboh Tentang Kopi

Selasa,2 Februari 2016

Dulu sy pernah dengar kalimat ini: "jangan sebut dirimu pecinta kopi sampai engkau punya utang di warung kopi"...

Hari ini mungkin mengarah ke pergeseran nilai yg ekstrim: "jangan sebut dirimu pecinta kopi sampai engkau mati di warung kopi"

Tapi dulu, salah satu ulama islam, Ustad Hasan Al Banna, memulai dakwah nya dari kedai-kedai kopi.

Inilah yg memberi kita pesan: bahwa manusia-lah yang memberi makna pada benda. Ia bisa baik. Ia bisa buruk. Manusialah yg memberikannya nilai.

Ada benda, yg kalau anda makan, ia bisa jadi penyakit. Ini untuk yg nyata telah diharamkan Allah. Tapi, Tidak sekedar ia dihalalkan atau diharamkan. ia jg harus memenuhi syarat lainnya: "tayyib" atau "tidak tayyib".

Maka ada syarat: "makanlah makanan yg halal dan baik".

Tayyib (baik), ini bisa bermakna pada jumlahnya yg banyak atau sedikit. Atau bisa cocok dan tidak cocok dengan tubuh anda. Maka masih dari beliau, Ustad Hasan Al Banna memberikan pesan: bahwa para aktivis jangan berlebihan dalam mengkonsumsi kopi/teh.

Anda bisa sakit karena konsumsi kopi yang berlebihan, tidak harus karena ada racun di dalamnya. Kandungan kafein dlm kopi bisa merusak saraf-saraf tubuh anda.

Bahkan ada yg mendapatkan penghasilan untuk hidup dirinya dan keluarganya dari berjualan kopi.
readmore »»ǴǴ

Minggu, 17 Mei 2015

Catatan Untuk Film Tjokroaminoto

"Hari ini, rumah ini seperti sebuah bangsa"
(HOS Tjokroaminoto)

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<< Film Tjokroaminoto adalah film yang menyajikan sejarah yang terputus-putus

Itu sangat terasa saat menyaksikan film ini. Ceritanya tidak runut. Entah ini memang sejarah yg dikaburkan atau memang tak ada yang mau mencatatanya. Kita juga sangat jarang memperoleh literature tentang kisahnya. Mungkin karena literature yang terbatas itulah cerita film ini menjadi begitu.

Tapi jika dari rumahnya lahir sosok menyejarah, seperti KH Agus salim, Soekarno, dan juga Soemaun (cikal bakal PKI), lalu memimpin organisasi dengan 2 juta kader di awal abad ke 19 dengan kira-kira total penduduk Indonesia hanya sekitaran 50-an juta saat itu, bagi saya Tjokroaminoto bukan lah sosok yang biasa.

Beliau seorang ulama, juga seorang penggerak perubahan yang terlalu dahsyat. Dari rumahnya tumbuh ideologi-ideologi besar yang pernah tampil di panggung sejarah Indoesia.

Dan mungkin dari sanalah "makna tentang Indonesia" dimulai untuk pertama kalinya.
readmore »»ǴǴ

Mari Bicara Tentang Kemanusiaan Saja Dulu

Bicaralah tentang kemanusiaan, maka akan lebih banyak orang yang bersamamu...

Karena sebenarya, agama ini memang diturunkan untuk mengatur manusia dan menyelesaikan urusan mereka...

Simpan saja dulu simbol-simbol itu, jika sulit mereka terima

Selesaikan saja dulu problem kemanusiaan mereka, jika itu sudah selesai,

Lakukan apa saja, mereka akan mengikutimu, bahkan itu kepada agamamu...

Kamis, 26 Maret 2015
readmore »»ǴǴ

Luqman, As Sajadah dan Al Ahzab, Bersahut-Sahut Padaku

Pagi ini, surah-surah dalam Al Quran mendatangiku berbaris-baris, berurut-urutan:

Luqman, yang mengajari anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah, hanya menyembah Allah saja.....

Lalu.....

As-sajadah, tentang orang-orang yang senantiasa menyembah Allah, yang rajin bersujud, yang kepada mereka, Allah janjikan amanah kepemimpinan, jika mereka bersabar...

Lalu.....

Al Ahzab, tentang keluarga dalam masyarakat muslim dan aturan-aturannya_yang "mengangkangi" kisah perang Ahzab, perang terbesar dan mobilisasi pasukan perang terbesar yang tidak pernah terjadinya sebelumnya sepanjang sejarah jazirah arab_keluarga sebagai basis, sumber kekuatan untuk memenangkan peperangan-peperangan yang besar....

Dia seolah berkata-kata kepadaku.....
Inilah panduan, mulai dari luqman, berakhir pada kejayaan....

-Makassar, 14 Mei 2015-
readmore »»ǴǴ