Jumat, 24 Oktober 2008

Kontroversi Seputar RUU Pornografi

oleh ; Arif Atul M Dullah

Beberapa pekan terakhir atau bahkan sejak beberapa bulan yang lalu kita sudah sering menyaksikan di media-media baik media lokal atau pun media nasional berita tentang akan segara disyahkannya RUU pronografi oleh DPR. Lantas muncul bermacam reaksi terhadap pantas atau tidaknya RUU tersebut baik oleh individu maupun kelompok. Beberapa aksi massa pun terjadi, baik itu dari kalangan yang menolak RUU tersebut namun tidak sedikit juga yang mendukung RUU tersebut.


Ada yang kemudian meneriakan penolakannya dengan alasan bahwa Negara ini bukan Negara Islam, Negara ini sangat multi agama, multi etnis, budaya nya pun berbeda. Sehingga UU tersebut tidak pantas di syahkan Ada juga yang mengatakan bahwa UU tersebut akan dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa, menghilangkan kebudayaan seperti di Papua dengan budaya koteka-nya misalnya. Dan masih banyak alasan lainnya.


KAMMI sebagai sebuah organ kesatuan Aksi memandang bahwa RUU tersebut adalah sebuah keniscayaan untuk segera di syahkan. Hal ini ditandai dengan Aksi-Aksi yang mereka lakukan untuk mendesak DPR segera mengesahkan RUU tersebut. Baik itu dengan membawa bendera KAMMI sendiri atau juga melakukan aksi gabungan dengan beberapa organ lain seperti yang baru-baru di laksanakan dengan nama “Aliansi Masyarakat Sul-Sel Peduli Moral Bangsa” dengan menggandeng kurang lebih 31 elemen gerakan baik Organisasi kemahasiswaan, LSM, dll.


Ada beberapa catatan KAMMI yang bisa menjadi gambaran sikap KAMMI terhadap RUU tersebut. Pertama, UU tersebut adalah sebuah kebutuhan. Bukan pada masalah bahwa bangsa ini adalah multi agama, multi etnis dengan budaya yang berbeda sehingga tidak dapat diterapkan di Negara ini. Masalahnya bukan pada bahwa Negara ini mayoritas penduduknya adalah Muslim sehingga UU tersebut harus segera ada. Tetapi, memang Undang-Undang tersebut memang harus ada untuk membendung arus Pornografi dan Pornoaksi sehingga dapat menyelamatkan moralitas masyrakat Indonesia terutama para pemuda yang notabenenya adalah generasi penerus kepemimpinan bangsa.


Kedua,ttindakan kekerasan seksual yang banyak kita saksikan baik itu di media atau pun mungkin terjadi disekitar kita, ada anak yang menghamili ibunya, ada seorang kakak menghamili adik kandungnya sendiri dan sebagainya, salah satu penyebab utamanya adalah akibat mereka sering menyaksikan film-film porno, dsb. Sehingga Undang – Undang ini perlu ada untuk membatasi semua media dan sarana pornografi.


Ketiga, bahwa UU tersebut dapat menghilangkan beberapa budaya di negeri ini sebut sajalah koteka di Papua, atau bahkan dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa adalah hal yang sangat tidak beralasan. Karena dalam UU tersebut tidak ada satu pasal pun yang kemudian dapat menghilangkan kebudayaan tertentu. Karena selama budaya tersebut berada pada wilayahnya, misalnya budaya koteka di Papua dilaksanakan disana, tentu saja itu bukanlah hal yang bersifat pornografi. Kecuali hal tersebut, di gunakan di luar wilayah Papua maka hal tersebut telah bersifat tindakan pornografi


Keempat, hampir seluruh fraksi (kecuali 2 fraksi, PDIP dan PDS) yang ada di DPR sebelumnya setuju untuk segera disyahkannya UU tersebut. Namun, belakangan sisa dua fraksi yang mendukung disyahkannya RUU tersebut (PPP dan PKS). Ada banyak muatan potitis terkait dengan PEMILU 2009, salah satunya mungkin ketakutan fraksi – fraksi tersebut kehilangan suara pemilih pada Pemilu 2009. Mereka lupa bahwa mereka adalah wakil-wakil rakyat yang punya tanggung jawab untuk menyelamatkan Generasi Muda bangsa, hari ini, besok dan untuk jangka waktu yang akan datang. Seharusnya, bukan kepentingan sesaat Politik Partai mereka. Tapi, mereka harus berpikir lebih jauh, tentang masa depan bangsa ini. Ketika, seharusnya anak muda, generasi muda bangsa ini menyibukkan diri dengan agenda-agenda dan prestasi yang membanggakan. Namun, ternyata mereka terpaksa melakukan tindakan kekerasan seksual, menghabiskan waktu hanya dengan menonton film-film porno di kamar mereka, dsb.

readmore »»ǴǴ

Kamis, 09 Oktober 2008

Ketika Berada Dipersimpangan Jalan Ini

(Oleh Arif Atul M Dullah)
Meniti jalan dakwah ini, setiap ikhwa pasti akan merasakan godaan untuk mengalami penurunan komitmen, penurunan maknawiah dalam kerja-kerjanya.

Godaan-godaan untuk turun kepada tingkat kemalasan (futur) dalam melakukan kerja-kerja dakwah setelah terpapar oleh berbagai godaan - godaan penempuh perjalanan yang selalu menerpa selama perjalanan dakwah tentu saja menjadi hal yang niscaya terjadi.

Pada saat itulah, aspek maknawiyah kita di uji. Aspek pemhaman, kesabaran dan semua instrumen yang kita miliki untuk berjalan di dalam jalan dakwah ini terkikis. Yang kemudian mampu membuat kita untuk tetap terus bertahan sesunggunya adalah ukuran tingkat pemahaman dan tingkat kesaran yang kita miliki.

Dau aspek inilah yang akan menentukan seberapa lama kita mampu bertahan didalam melaksanakan kerja-kerja dakwah. Aspek pemahaman mampu mengukur sejauh mana kita mampu memaknai dan menilai serta menyikapi segala makna hakiki dari peristiwa peristiwa yang terjadi dalam kerja dakwah. Pemahaman tentang karakter jalan ini, pemahaman tentang medan yang dijalani, pemahaman tentang segala hal yang menjadi bagian dari bangunan dakwah ini, aspek manusianya, teman-teman dalam menempuh jalan ini, pemahaman tentang orang-orang yang mungkin jadi musuh dakwah ini, termasuk pemahaman seberapa besar kapasitas yang kita miliki secara pribadi untuk melakukan kerja=-kerja dakwah tersebut.

Sedangkan aspek kesabaran adalah instrumen yang mampu menjaga sejauh mana tingkat pemahaman yang kita miliki, saat kita mengalami fase keterbatasan pemahaman untuk kemudian mencoba menggali kembali makna-makna tarbawiah dari segala peristiwa tadi. Aspek kesabaran menjadi aspek yang sangat penting, karena sifat ini menjadi sifat yang sangat sering disebutkan dalam Al Quran. dan menjadi hal wajib dimiliki oleh setiap penpuh perjalanan. Wallahualam bisawab.






readmore »»ǴǴ

Senin, 22 September 2008

Yang Melemahkan Ikatan dalam Amal Jama``i

Sebuah perjalanan selalu tidak pernah mulus dan menyenangkan. Adakalanya, perjalanan harus ditempuh dengan suasana yang tidak menyenangkan, bahkan mungkin menyakitkan. Tapi, itulah tabiat perjalanan. Sebagaimana perjalanan di jalan dakwah ini, yang juga menyimpan situasi tertentu yang bisa membuat kami bersedih, kecewa, sulit dan tertekan.

amal jamai memiliki seni interaksi tersendiri yang harus dimiliki oelh siapa saja yang ingin melakukannya. Ini bukan perkara mudah karena tidak semua orang bisa berada dalam bangunan amal jama`i untuk dakwa ilallah ini.

ada beberapa keadaaan yang umumnya bisa melemahkan seseorang dalam beramal jama`i yaitu :
a. masalah al fahm (pemahaman). Ada pendapat yang memandang bahwa amal jama`i termasuk ibadah nafilah yang boleh dilakukan dan boleh ditinggalkan..................(bersambung)
readmore »»ǴǴ

Minggu, 07 September 2008

"Ketika Langkah kaki semakin lelah"

Keletihan dalam perjalanan yang aku alami dan mungkin juga orang lain yang turut menempuh jalan ini kadang mengingatkan dan mengetuk kembali hati ini, Ketika aku melihat dan menyaksikan beberapa teman seperjalan tersisih dan gugur sebelum sampai keujungnya,lalu bertanya pada diri : "Apa benar perjalanan ini tak berujung?, apa benar aku takkan pernah sampai keujungnya? "

"Perjalanan" ini sangat panjang, ujungnya masih terlalu jauh untuk dapat dijangkau pandangan apalagi kaki ini. Aku mulai menyadari satu hal bahwa memang jalan ini hanya dapat dilalui oleh orang-orang yang kuat, memiliki komitmen yang tinggi, memiliki semangat membara yang kata Anis Matta "mereka adalah orang-orang yang telah berjanji kepada sejarah untuk pantang menyerah, karena mereka berselempang semangat yang tak pernah mati"

Ketika merasa sangat lelah menempuh perjalanan ini, tanpa tahu sejauh mana lagi kaki ini harus dilangkahkan, seberapa banyak lagi keringat harus tertumpah, adalah hal wajar secara manusiawi. Namun, jangan sampai komitmen menjadi redup atau bahkan mati. Karena di ujung jalan ini ada kenikmatan yang tidak akan didapatkan kecuali berada di jalan ini.

Kelelahan, peluh, keringat bahkan darah yang dipersembahkan dalam mempuh jalan ini semoga saja ini adalah pengorbanan yang akan Allah nilai sebagai amalan. Setelah kurenungi lagi aku semakin sadar Perjuangan ini baru akan disebut perjuangan jika memang telah "berkorban". Karena memang itulah hakekat jalan ini.

Ketika aku merenungi pertanyaan hati ini, aku kemudian menyadari satu hal, tentang janji Allah, bahwa pasti !!! kelak ia akan memberikan kemenangan ini, karena ia hanya akan menitipkan bumi ini untuk hamba-hambanya yang beriman.

Aku...............menikmati jalan ini...............karena aku telah berjanji untuk tidak pernah menyerah lagi, Insya Allah kelak akan aku dapati kebahagiaan sesungguhnya di ujung jalan ini. Allahuakbar


readmore »»ǴǴ

Sabtu, 30 Agustus 2008

Ramadhan Datang Lagi !!1

Bagi setiap orang utamanya bagi setiap manusia muslim bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang tidak asing lagi. Sebab bulan ini setiap tahunnya dilalui, setiap tahunnya ribuan bahkan jutaan umat islam melaksanakan ibadah puasa, sebab dalam bulan ini ladang amal terbuka lebar, ladang meraih pahala sebanyak-banyaknya begitu luas. Karena bulan ini, didalamnya terdapat satu malam yang disetarakan oleh Allah dengan seribu bulan. Makanya dalam tiap ibadah di bulan mendapatkan pahala dan keutamaan yang berlipat ganda disisi Allah.

Tapi, dibalik itu semua ada sebuah fenomena unik yang kemudian menjadi tren yang sudah sangat luas dikalangan masyarakat. Kalau kita mengamati lebih jauh, maka ketika kita berjalan-jalan ke mal-mal atau tempat - tempat umum yang secara umum bisa kita sebut sarana-sarana lain yang mengelola produk barang dan jasa.

Sebulan sebelum masuknya bulan ramadhan, maka di mal - mal dan tempat-tempat perbelanjaan lainnya sudah sangat sibuk untuk mempersiapkan diri dalam rangka menyambut bulan tersebut. semua ruangan, setiap sudut di mal dihiasi dengan segala macam bentuk asesoris yang mampu menciptakan bahwa suasana Ramadhan benar-benar dirasakan di tempat tersebut.

Hal ini memang tidak salah, bahkan bisa dikatakan baik. Tapi yang menjadi pertanyaan kita selanjutnya adalah apakah muslim yang ada telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk memasuki bulan tersebut, Jangan sampai mal-mal tersebut lebih siap untuk memasuki bulan ramadahan dibandingkan dengan kita sebagai muslim.

Silahkan kita evaluasi diri kita...... Marhaban yaa Ramadhan......Selamat melaksanakan ibadah puasa......Raihlah keutamaan-keutamaan dibulan ini.

readmore »»ǴǴ