Sabtu, 15 Februari 2014

Karena Yusuf a.s Mengabarkan Kapasitas Dirinya

Sabtu, 15 Februari 2014

Saya suka baca kisah Nabi yusuf a.s.
Salah satu kesan kuat yang saya temukan darinya adalah:

"Jika anda punya kemampuan/kapasitas, kabarkanlah itu pada orang banyak, bukan untuk pamer atau riya"

Tapi, untuk menyampaikan pesan bahwa: saya bisa melakukan sesuatu dengan baik.

Ada pada dialog antara Raja Mesir dengan Nabi Yusuf ketika ditawari jabatan, lalu Yusuf berkata: Angkat saya sebagai bendahara negeri ini (mesir),

atau ketika ia menitip pesan untuk raja melalui teman penjaranya: sampaikan pada raja, saya bisa menafsirkan mimpi

Orientasi akhirnya ada pada Q.S Yusuf, ayat 101, ketika Yusuf a.s. berkata:

Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.

Kita hanya wajib untuk terus memelihara orientasi akhirat itu

-Wallahualam-
readmore »»ǴǴ

Rabu, 15 Januari 2014

Belasungkawaku Untuk Khalil Gibran, Chairil Anwar dan Para Pujangga

Kadang-kadang “ide-ide besar” mereka itu, lahir untuk menutupi “satu atau dua kelemahan” yang sangat sederhana dalam kepribadian mereka….

Mungkin kadang-kadang orang seperti mereka itu, para sastrawan, para pemikir, perlu kita kasihani dengan sangat….

Kita mengenal seorang pujangga besar, Khalil Gibran, tapi pernahkah kita telusuri, kapan dia mulai menghasilkan karya-karya besarnya??

Kapan “Sayap-Sayap Patah” itu lahir? Itu lahir dari satu penderitaan jiwanya yang dahsyat, penderitaan karena cinta pada dua wanita, ibunya dan kekasihnya…

Penderitaan karena “cinta”, akibat kematian Ibu (orang tua tunggalnya),

Penderitaan itu semakin dahsyat, ketika kisah hubungannya dengan Josephinelah akhirnya juga kandas….wanita yang menjadi pengobat sesaat dari derita karena kematian sang ibu,

itu seperti kiamat jiwa

Meski cinta dalam jiwa Khalil Gibran sempat tumbuh kembali pada Marie Elisabeth, tapi kisah ini juga berakhir tragis….

Dan sejak itulah Khalil Gibran “memutuskan” untuk tidak pernah lagi jatuh cinta….

Karyanya menjadi tempat ia “mencurahkan” seluruh penderitaannya

Lalu siapa Chairi Anwar yang kita kenali sebagai pujangga besar di negeri ini?

Mungkin kisahnya tak sama persis dengan Khalil Gibran…Tapi mereka berangkat dari satu situasi jiwa yang sama….penderitaan…

Sri Ayati, satu nama yang mengawali “curahan” perasaan dalam karya-karya besar Chairil Anwar…

Mungkin memang tak ada yang bisa memastikan, mengapa akhirnya Chairil Anwar memilih jalan hidup yang “semerawutan” ?

Tapi karya-karyanya yang kita nikmati tentu lahir dari rahasia yang terpendam dikedalaman jiwanya, dan itu pasti sebuah penderitaan.

Karena, jalan hidup “semerawut” yang dipilihnya, adalah isyarat kuat, bahwa “tiada alasan yang membuatnya untuk terus melanjutkan hidup”….

Itulah penderitaan yang lahir dari apa yang disebut oleh @anismatta sebagai “bias penghambaan” dalam cinta….

Maka syair-syair, puisi, lagu dan karya mereka, mungkin kita nikmati sambil menari, indah, syahdu….

Padahal mereka sebenarnya tidak sedang menyanyikan lagu yang merdu untuk kita…

Karena mereka menulis karya-karya itu sambil melompat dan terpaksa melompat, di atas jeritan luka hati yang dalam….

Mungkin suatu waktu kitu juga menikmati karya mereka, tapi marilah kita belajar mengasihani mereka itu…..

Kita perlu mengasihani mereka….karena mereka menderita…

Mereka akhirnya kalah…mereka takluk dibawah penderitaan dan cinta….

Atau bisa jadi….KITA JUGA PERLU MENGASIHANI DIRI KITA SENDIRI…..
readmore »»ǴǴ

Senin, 06 Januari 2014

Tahun Penjelajahan

#Pengantar Resolusi 2014

1. Berusalah menemukan hubungan-hubungannya #ShyntesizingMind

2. Bagaimana tanda-tanda zaman? Kemana ia akan berjalan? #MembacaNarasiZaman

3. Lalu apa yang kita butuhkan untuk bisa beradaptasi dengan perubahan itu #Adaptasi

4. Untuk meneruskan kehidupan #Survive

5. Dan untuk terus berkontribusi bagi kehidupan manusia #Manfaat

6. Ini adalah era dimana setiap orang telah menjadi "warga global", bukan lagi sekedar warga negara #NarasiZaman

7.Pertama yang harus dilakukan adalah, menghilangkan hambatan interaksi ‪#‎Bahasa‬

8. Fasiyrufilardhy,yang ada dalam Al Quran, itu bermakna penjelajahan fisik, juga penjelajahan informasi, sejarah, pengetahuan #Penjelajahan

9. Sekian (to be continued...)
readmore »»ǴǴ

Minggu, 05 Januari 2014

Tiga (3) Pembelajaran Kepemimpinan dari Umar Bin Khatab

Pembelajaran tentang kepemimpinan yang pertama: Pengenalan yang baik terhadap orang-orang yg dipimpin, detil, satu persatu.

Tak ada ada alasan penjelas, kecuali ia lahir dari keinginan memberikan CINTA (memberikan perhatian) yang tepat, hal yang mereka butuhkan satu persatu


Pembelajaran tentang kepemipinan yang kedua : Milikilah kelapangan hati, pengetahuan yang luas. Dalam KERJA kepemimpinan ini


Pembelajaran tentang kepemimpinan yang ketiga : Mampu menyatukan potensi mereka sebagai tim. Menciptakan HARMONI diantara mereka

readmore »»ǴǴ

Jangan Pernah Berpikir Bahwa Kita Tidak Sanggup

*Bercengkrama dengan Q.S. Al Baqarah pagi ini, pukul 06.00 WITA

Setelah Allah menjelaskan siapa musuh-musuh yang akan dihadapi kaum muslimin di Madinah (kata sayyid quthb: ini berlaku sepanjang zaman) pada permulaan Q.S. Al Baqarah....

Ditengah surah ini, Allah kemudian menjelaskan kewajiban untuk menerapkan seluruh ajaran islam (ayat 208), dibuatnya lebih rinci satu-satu kewajiban-kewajiban itu pada ayat-ayat setelahnya

Diakhir surah ini, Al Quran menjelaskan tentang sikap orang-orang beriman (ayat 284 - 286),

Seolah, di penutup surah ini, Al Quran berkata-kata kepada kita seperti ini:

"Mungkin terasa sangat berat, ketika disampaikan kpd kalian bahwa Allah menilai apa saja yg tersembunyi dihatimu, hal-hal negatif dicatat disisi-Nya.

Musuh-musuh yang kuat, kasat mata dan tersembunyi, juga beban kewajiban yang begitu banyak....

"Terima saja". Jangan buru-buru berpikir apalagi mengatakan tidak mampu. Katakanlah kami dengar dan kami taat"

Allah tahu kalian tidak akan sanggup memenuhi semuanya, tapi Allah hanya ingin menguji kesungguhan imanmu untuk berusaha sekuat-kuatnya memenuhi semua kewajiban itu"

Maka bersungguh-sungguhlah dalam beriman, berjalan menuju-Nya, mudah-mudahan dengan itu, Allah menurunkan karunianya sehingga kita bisa memenuhi semua kewajiban itu.
readmore »»ǴǴ