Senin, 10 November 2008

Meretas jalan menuju kebangkitan

Jalan ini...
Jalan para petarung
Jalan para pahlawan
Kepastian yang takkan ternafikkan

Hidup, bagai dalam gua tak berlentera
Ditengah bangsa yang tak mengerti jati diri
Disekitar umat yang bingung akan ideologi hidupnya
Dan diantara para pencuri berdasi

Di negeri yang syarat dengan duka
Air mata, adalah ceritanya
Darah dan penindasan adalah bahasa sosialnya
penipuan adalah bahasa sehari-harinya

aku....
meindukan lagi pahlawan
bangsa ini merindukan lagi orang yang bisa berkata lantang
menyuarakan kebenaran
meneriakan pemberontakkan atas semua tirani

kini....
pahlawan itu kurindukan
tapi aku tak perlu menggodanya untuk hadir di sini
atau berdo`a agar Tuhan menurunkannya dari langit
karena ia lahir dan besar dinegeri ini...

dan...
biarlah aku berkata....akulah pahlawan itu
aku hanya tinggal menunggu waktu
untuk merebut momentum kepahlawananku
readmore »»ǴǴ

Muslim Negarawan: Spirit kebangkitan Bangsa, Harapan Di Balik Kepenatan Ruang Muktamar (Refleksi Perjalanan Muktamar KAMMI VI)


Oleh : Arif Atul M Dullah
( Mahasiswa FKM Unhas Angkatan 2005 )

Muktamar VI KAMMI resmi di tutup pada tanggal 9 November 2008. Banyak moment, banyak kisah, banyak kejadian yang menjadi rangkaian yang menghiasi perjalan Muktamar yang berlangsung di LAN Antang ini. Mulai dari cerita kesuksesan sampai kepada kisah pilu yang di alami oleh beberapa kader KAMMI, secara khusus kita menyebut Taufik Amrullah (ketua KAMMI) dan Rahman Thoha (Sekjen KAMMI) yang terpaksa tidak dapat mendampingi ayahandanya saat meninggal. Ada banyak sudut yang bisa menjadi perhatian kita. Namun, dari semuanya, ada satu hal yang paling menjadi sorotan mata peserta muktamar. Tentang siapa yang kelak menduduki kursi 01 KAMMI?

Ada harapan besar yang ingin kita titipkan dari sekian banyak moment dan peristiwa yang menghiasi muktamar, dibalik kepenatan ruang pertanggungjawaban dan pilihan siapa yang paling tepat untuk mengatur arah KAMMI kedepannya adalah bahwa KAMMI harus lebih baik, harus dapat tampil sebagai inisiator setiap agenda perbaikan.

Daya kritis terhadap semua agenda yang telah dilakukan oleh pengurus KAMMI sebelumnya adalah sebuah catatan perbaikan kedepan, karena kata Rasulullah SAW “…Sesungguhnya orang-orang yang beruntung itu adalah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin”. KAMMI juga harus demikian.
Jargon “ Muslim Negarawan” haruslah tidak sekedar ide dalam tataran teori. Tapi, ia harus terlihat dalam cermin realitas, karena kata Rasulllah“ Iman itu bukanlah angan-angan.” Ia harus berwujud dalam tataran praktis. Juga karena bangsa ini, tidak butuh orang yang hanya bisa mengatakan bahwa ini solusi masalah kita sekarang. Tapi KAMMI sudah harus mengatakan bahwa apa lagi yang hendak kami selesaikan dengan konsep Muslim Negarawan.

Muslim Negarawan, hari ini, dalam realitas bangsa yang sangat terpuruk memang menjadi hal yang niscaya. Sudah saatnya, Kader Muslim Negarawan tampil untuk menghadirkan solusi -sekali lagi bukan dalam tataran teori non-aplikatif -. Inilah tantangannya. Tapi, Kader Muslim Negarawan harus merebut momentum itu. Momentum perbaikan untuk hadir sebagai solusi.

Muslim Negarawan, Alternatif Kepemimpinan Solusi Bangkit Indonesia

Dalam momentum 100 tahun kebangkitan nasional, bangsa ini sedang dihadapkan pada realitas untuk tidak sekedar memperingati kebangkitan nasional lagi. Bangsa ini telah mengalami krisis yang begitu parah, yang telah lama tenggelam dalam keterpurukan yang hampir tak berujung. Maka, jika kita mendiagnosis akar masalahnya maka kita akan menemukan satu kesimpulan bahwa masalahnya adalah pada kepemimpinan. Kita bisa mengambil analogi berikut, bahwa Negara ini bisa kita analogikan sebagai sebuah kapal, dimana Nahkodalah yang mengatur kendali jalannya kapal. Demikian pula Negara ini, baik tidaknya perjalanan sebuah Negara menuju kemandirian dan kemajuannya, sebagaian besarnya ditentukan oleh pemimpinannya.

Konsep Muslim Negarawan adalah solusi yang ingin KAMMI, anak-anak muda negeri ini coba tawarkan sebagai solusi kepemimpina kebangkitan bangsa. Coba amati secara objektif. Maka kita akan menemukan sebuah realitas bahwa kepemimpinan negeri ini telah mengombang-ambing negeri ini pada arah yang tidak jelas.

Muslim Negarawan yang merupakan perpaduan dua kata ini, adalah interpretasi dari sosok ” Pemimpin Masa Depan yang tangguh” sebagai mana yang termaktub dalam Visi KAMMI.

Menurut Rijalul Imam S. Hum. bahwa kader muslim negarawan harus memiliki lima elemen kunci yaitu : Pertama, memiliki basis ideologi Islam yang mengakar yaitu islam menjadi titik tolak pergerkan adalah ideologi yang mewarnai pergerakan dan kebijakannya serta hanya menggunakan Islam sebagai landasan dan kaidah perjuangannya. Kedua, memiliki basis pengetahuan dan pemikiran yang mapan yaitu ia berpikir dan bertindak berdasarkan pengetahuan ilmiah dan pemikiran yang mapan, tidak bergerak secara emosional tetapi bergerak dengan penuh argumen yang lengkap dan solid. Ketiga, Idealis dan konsiten artinya seorang Muslim Negarawan harus berpikir, berniat dan bertindak berangkat dari nilai-nilai ideal dan kepentingan sesaat dan tidak mudah menjual diri pada kepentingan pragmatis.

Keempat, Berkontribusi pada pemecahan problematika umat dan bangsa. Artinya bahwa Muslim Negarawan tidak menjadi beban dan masalah bagi umat dan bangsa, justru sebaliknya ekspresi kader Kader KAMMI dalam pikiran, niat, dan tindakan diarahkan untuk memecahkan perbaikan umat dan bangsa.Kelima, Mampu menjadi perekat komponen bangsa pada upaya perbaikan artinya kader KAMMI bukanlah musuh bagi pihak tertentu, gerakan atau institusi lainnya, tetapi KAMMI dapat memainkan peranannya dalam merekatkan komponen bangsa untuk kemudain bersama-sama dalam upaya perabikan dan pembangunan bangsa.

Menunggu Kiprah KAMMI sebagai gerakan ekstra parlementer dalam pengawalan Pemilu 2009.

Dalam Muktamar VI KAMMI tanggal 3 – 9 November, KAMMI mengusung tema ” Muslim Negarawan: Spirit Kebangkitan Bangsa. KAMMI sebagai gerakan ekstra parlementer tentu saja, memandang bahwa pemilu 2009 sudah saatnya menjadi momentum bagi bangsa ini untuk mencari sosok muslim negarawan. Inilah yang sosok pemimpin yang coba KAMMI tawarkan kepada masyarakat. Selanjutnya KAMMI, tetap akan mengawal segala proses pemilu 2009 untuk berupaya memberikan pendidikan politik bagi masyarakat serta mengusahakan agar kualitas dan output dari proses pesta demokrasi bangsa ini bisa menjadi lebih baik. Dan ini kita titipkan pada pengurus KAMMI periode mendatang.






readmore »»ǴǴ

Jumat, 24 Oktober 2008

Kontroversi Seputar RUU Pornografi

oleh ; Arif Atul M Dullah

Beberapa pekan terakhir atau bahkan sejak beberapa bulan yang lalu kita sudah sering menyaksikan di media-media baik media lokal atau pun media nasional berita tentang akan segara disyahkannya RUU pronografi oleh DPR. Lantas muncul bermacam reaksi terhadap pantas atau tidaknya RUU tersebut baik oleh individu maupun kelompok. Beberapa aksi massa pun terjadi, baik itu dari kalangan yang menolak RUU tersebut namun tidak sedikit juga yang mendukung RUU tersebut.


Ada yang kemudian meneriakan penolakannya dengan alasan bahwa Negara ini bukan Negara Islam, Negara ini sangat multi agama, multi etnis, budaya nya pun berbeda. Sehingga UU tersebut tidak pantas di syahkan Ada juga yang mengatakan bahwa UU tersebut akan dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa, menghilangkan kebudayaan seperti di Papua dengan budaya koteka-nya misalnya. Dan masih banyak alasan lainnya.


KAMMI sebagai sebuah organ kesatuan Aksi memandang bahwa RUU tersebut adalah sebuah keniscayaan untuk segera di syahkan. Hal ini ditandai dengan Aksi-Aksi yang mereka lakukan untuk mendesak DPR segera mengesahkan RUU tersebut. Baik itu dengan membawa bendera KAMMI sendiri atau juga melakukan aksi gabungan dengan beberapa organ lain seperti yang baru-baru di laksanakan dengan nama “Aliansi Masyarakat Sul-Sel Peduli Moral Bangsa” dengan menggandeng kurang lebih 31 elemen gerakan baik Organisasi kemahasiswaan, LSM, dll.


Ada beberapa catatan KAMMI yang bisa menjadi gambaran sikap KAMMI terhadap RUU tersebut. Pertama, UU tersebut adalah sebuah kebutuhan. Bukan pada masalah bahwa bangsa ini adalah multi agama, multi etnis dengan budaya yang berbeda sehingga tidak dapat diterapkan di Negara ini. Masalahnya bukan pada bahwa Negara ini mayoritas penduduknya adalah Muslim sehingga UU tersebut harus segera ada. Tetapi, memang Undang-Undang tersebut memang harus ada untuk membendung arus Pornografi dan Pornoaksi sehingga dapat menyelamatkan moralitas masyrakat Indonesia terutama para pemuda yang notabenenya adalah generasi penerus kepemimpinan bangsa.


Kedua,ttindakan kekerasan seksual yang banyak kita saksikan baik itu di media atau pun mungkin terjadi disekitar kita, ada anak yang menghamili ibunya, ada seorang kakak menghamili adik kandungnya sendiri dan sebagainya, salah satu penyebab utamanya adalah akibat mereka sering menyaksikan film-film porno, dsb. Sehingga Undang – Undang ini perlu ada untuk membatasi semua media dan sarana pornografi.


Ketiga, bahwa UU tersebut dapat menghilangkan beberapa budaya di negeri ini sebut sajalah koteka di Papua, atau bahkan dapat menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa adalah hal yang sangat tidak beralasan. Karena dalam UU tersebut tidak ada satu pasal pun yang kemudian dapat menghilangkan kebudayaan tertentu. Karena selama budaya tersebut berada pada wilayahnya, misalnya budaya koteka di Papua dilaksanakan disana, tentu saja itu bukanlah hal yang bersifat pornografi. Kecuali hal tersebut, di gunakan di luar wilayah Papua maka hal tersebut telah bersifat tindakan pornografi


Keempat, hampir seluruh fraksi (kecuali 2 fraksi, PDIP dan PDS) yang ada di DPR sebelumnya setuju untuk segera disyahkannya UU tersebut. Namun, belakangan sisa dua fraksi yang mendukung disyahkannya RUU tersebut (PPP dan PKS). Ada banyak muatan potitis terkait dengan PEMILU 2009, salah satunya mungkin ketakutan fraksi – fraksi tersebut kehilangan suara pemilih pada Pemilu 2009. Mereka lupa bahwa mereka adalah wakil-wakil rakyat yang punya tanggung jawab untuk menyelamatkan Generasi Muda bangsa, hari ini, besok dan untuk jangka waktu yang akan datang. Seharusnya, bukan kepentingan sesaat Politik Partai mereka. Tapi, mereka harus berpikir lebih jauh, tentang masa depan bangsa ini. Ketika, seharusnya anak muda, generasi muda bangsa ini menyibukkan diri dengan agenda-agenda dan prestasi yang membanggakan. Namun, ternyata mereka terpaksa melakukan tindakan kekerasan seksual, menghabiskan waktu hanya dengan menonton film-film porno di kamar mereka, dsb.

readmore »»ǴǴ

Kamis, 09 Oktober 2008

Ketika Berada Dipersimpangan Jalan Ini

(Oleh Arif Atul M Dullah)
Meniti jalan dakwah ini, setiap ikhwa pasti akan merasakan godaan untuk mengalami penurunan komitmen, penurunan maknawiah dalam kerja-kerjanya.

Godaan-godaan untuk turun kepada tingkat kemalasan (futur) dalam melakukan kerja-kerja dakwah setelah terpapar oleh berbagai godaan - godaan penempuh perjalanan yang selalu menerpa selama perjalanan dakwah tentu saja menjadi hal yang niscaya terjadi.

Pada saat itulah, aspek maknawiyah kita di uji. Aspek pemhaman, kesabaran dan semua instrumen yang kita miliki untuk berjalan di dalam jalan dakwah ini terkikis. Yang kemudian mampu membuat kita untuk tetap terus bertahan sesunggunya adalah ukuran tingkat pemahaman dan tingkat kesaran yang kita miliki.

Dau aspek inilah yang akan menentukan seberapa lama kita mampu bertahan didalam melaksanakan kerja-kerja dakwah. Aspek pemahaman mampu mengukur sejauh mana kita mampu memaknai dan menilai serta menyikapi segala makna hakiki dari peristiwa peristiwa yang terjadi dalam kerja dakwah. Pemahaman tentang karakter jalan ini, pemahaman tentang medan yang dijalani, pemahaman tentang segala hal yang menjadi bagian dari bangunan dakwah ini, aspek manusianya, teman-teman dalam menempuh jalan ini, pemahaman tentang orang-orang yang mungkin jadi musuh dakwah ini, termasuk pemahaman seberapa besar kapasitas yang kita miliki secara pribadi untuk melakukan kerja=-kerja dakwah tersebut.

Sedangkan aspek kesabaran adalah instrumen yang mampu menjaga sejauh mana tingkat pemahaman yang kita miliki, saat kita mengalami fase keterbatasan pemahaman untuk kemudian mencoba menggali kembali makna-makna tarbawiah dari segala peristiwa tadi. Aspek kesabaran menjadi aspek yang sangat penting, karena sifat ini menjadi sifat yang sangat sering disebutkan dalam Al Quran. dan menjadi hal wajib dimiliki oleh setiap penpuh perjalanan. Wallahualam bisawab.






readmore »»ǴǴ

Senin, 22 September 2008

Yang Melemahkan Ikatan dalam Amal Jama``i

Sebuah perjalanan selalu tidak pernah mulus dan menyenangkan. Adakalanya, perjalanan harus ditempuh dengan suasana yang tidak menyenangkan, bahkan mungkin menyakitkan. Tapi, itulah tabiat perjalanan. Sebagaimana perjalanan di jalan dakwah ini, yang juga menyimpan situasi tertentu yang bisa membuat kami bersedih, kecewa, sulit dan tertekan.

amal jamai memiliki seni interaksi tersendiri yang harus dimiliki oelh siapa saja yang ingin melakukannya. Ini bukan perkara mudah karena tidak semua orang bisa berada dalam bangunan amal jama`i untuk dakwa ilallah ini.

ada beberapa keadaaan yang umumnya bisa melemahkan seseorang dalam beramal jama`i yaitu :
a. masalah al fahm (pemahaman). Ada pendapat yang memandang bahwa amal jama`i termasuk ibadah nafilah yang boleh dilakukan dan boleh ditinggalkan..................(bersambung)
readmore »»ǴǴ