Senin, 05 November 2012

Sesi 3 (Last): Sakit - Sehat, Tanggung Jawab Siapa??

Makassar, 5 November 2012

Tapi #lingkungan bukan hanya itu. Bukan hanya yg bersifat fisik dan mikroorganisme. Ada juga yg namanya #LingkunganSosial. #SakitSehat

Kalau #perilaku kita benar, #Lingkungan bisa dikondisikan agar sehat dan tdk mjd tempat tinggal penyebab sakit. Status #SakitSehat lbh baik

Tapi #Perilaku kita tdk cukup sendiri. Perlu #PerilakuKolektif yg baik. Krn #lingkungan ini luas, kita tdk hidup sendirian. #SakitSehat

#PerilakuKolektif ad wilayah kerja para #Sosiolog dg prosi yg terbesar tentu dg melibatkan byk stakeholder termasuk tenaga kes. #SakitSehat

#Sosiolog bisa menjadikan "kearifanlokal" suatu masy atau komunitas, sbg cara meningkatkan status kesehatan mereka.... #SakitSehat

Misalnya, pada sebagian suku adat, mengenal istilah #TanahAdat, itu baik dlm memelihara kondisi #Lingkungan agar tetap seimbang #SakitSehat

Itu satu contoh. Yg lain msh byk. Termasuk dlm mengatasi Masalah #Gender dlm hubungan sosial suatu masyarakat. Begini...#SakitSehat

Jk #sosiolog menganggap, #Gender mjd penghambat dlm mendapatkan akses #PelayananKesehatan, sebenarnya solusinya mudah. Asal Mau #SakitSehat

Masy. yg msh "saklek" dg masalah #Gender bisa dipahamkan, dididik, agar mengerti. Dg stake holder lain, terutama #Ahliperilaku. #SakitSehat

Pada saat yg sama, faktor keempat dlm konteks #SakitSehat ini, yaitu para penentu #Kebijakan, harus benar2 serius mengatasi masalah ini..

Para pemangku #Kebijakan wajib, sbg kewajiban dari Undang2, untuk menyediakan #PelayananKesehatan yg terjangkau bagi semua org. #SakitSehat

Si Miskin, Si Kaya, Jika sedang sakit, segera layani dan tangani. Berikan pelayanan yg terbaik. Kita sering prihatin terkait ini #SakitSehat

Tapi, faktanya berbeda. Ada pasien miskin, yg karena tdk ada uang, harus ditunda operasinya, padahal statusnya darurat #SakitSehat

Atau bbrp kasus. Pasien sdh ditetapkan jadwal operasinya, eh ternyata batal hanya krn petugas medisnya ada agenda diluar kota #SakitSehat

Ut yg kaya sebaliknya, biar petugas kesehatannya lagi diluar kota, ia siap datang ut operasi. Ini krn Uang. Ini mmg masalah #SakitSehat

Tapi, aspek #prefentif adalah muara akhir peningkatan derajat sehat. Bukan yg pertama. Paradigma kesehatan kita msh begitu #SakitSehat

Msh utamakan pengadaan alat2 pengobatan. Bukan memporsikan minimal sama aspek #Pencegahan dlm meningkatkan derajat kesehatan. #SakitSehat

Padahal dari empat aspek dlm kontek #SakitSehat yg sy sebutkan diawal, 3 diantaranya lebih byk kaitannya dg #PencegahanSakit

Aspek2 itu ad #Orang; #Lingkungan #KomponenSosial. Sisanya Aspek #Kebijakan khususnya terkait dg #PelayananKesehatan. #SakitSehat

Para pengambil #Kebijakan harus bisa menempatkan keempat hal diatas dlm porsi yg proporsional. Agar penangan #SakitSehat bisa lbh maksimal

Dan disiplin ilmu lain, tentu bisa mengambil porsinya masing2 dlm empat aspek yg sy sebutkan tadi. Sy yakin tdk akan berbenturan #SakitSehat

Sy mau mencontohkan. Untuk #AspekLingkungan. Kita butuh #AhliGeologi, #AhliTanah, #AhliKehutanan dll. Itu satu kesatuan. #SakitSehat

Aspek #Kebijakan misalnya ada #Politisi nya, #Bupati #Gubernur #Menteri dst. Jangan Dibentur2kan. #SakitSehat

Mereka yg #Sehat setelah #Sakit, akan kembali ke #Lingkungan yg sdh dikondisikan sehat, #StatusGizi nya dijaga dst. Itu Siklus #SakitSehat

Tentu setelah ia mendapatkan #PelayananKesehatan yg memadai, adil dan tanpa diskriminasi krn #StatusSosil, #Gender dsb. #SakitSehat

Sy kira begitulah cara pandang yg saya tawarkan, Mudah2an bermanfaat. Sekian. #SakitSehat
readmore »»ǴǴ

Sesi 2: Sakit - Sehat, Tanggung Jawab Siapa??

Makassar 5 November 2012

Menurut saya, ada empat hal yang saling berinteraksi dalam konteks #SakitSehat. Orang/People, Lingkungan, Kebijakan/Aspek Legal, Komp.Sosial

Aspek orang dlm konteks #SakitSehat, terkait dengan pola #perilaku pada dirinya sendiri dan juga kondisi diluar dirinya.

#Perilaku pd diri yg utama terkait dg penguatan #Imunitas. Diluar diri terkait pola perilaku pd lingk.yg mgkn jd sumber penyakit #SakitSehat

Imunitas sesorg ditentukan oleh 2 hal: komposisi genetik didlm dirinya, mis mngp islam melarang pernikahan saudara/sepupu? #SakitSehat

Itu karena secara medis, pernikahan saudara/sepupu, akan meningkatkan potensi munculnya sifat2 "tersembunyi" atau "genotipe" #SakitSehat


Yg kedua adalah apa yg kita makan?. Kesehatanmu ad apa yg kamu makan. Bergizi seimbangkah atau tidak? #SakitSehat

Aspek dari #LuarDiri, terkait dg bgmn seseorg memelihara #perilaku "aman"nya thdp #lingkungan, yg pontensial jd sumber penyakit #SakitSehat

#Lingkungan seseorg dimana ia ber-#perilaku, ad faktor kedua yg penting dlm bahasan kita ttg konsep #SakitSehat. Begini penjelasannya

#Lingkungan yg sehat atau byk penyebab sakit, pengaruhi status #SakitSehat seseorg. Saya mau mencontohkan beberapa kasus terkait lingkungan

Di musim hujan seperti sekarang ini, lingkungan berubah. Perubahan ini mjd potensi bagi munculnya penyakit yg sblmnya tdk ada #SakitSehat

Hujan datang, di #Lingkungan dedaunan menghijau, ilalang dan rerumputan menghijau. tapi itu semua ad rumah bg nyamuk #SakitSehatn

Hujan datang, air menggenang diberbagai tempat, itu adalah rumah baru bagi calon nyamuk penyebab DBD dan Malaria #SakitSehat

Jadi #lingkungan fisik berubah, bergeser pd keadaan lain, sebabkan berkembang biaknya berbagai jenis #Agen penyakit. #SakitSehat
readmore »»ǴǴ

Sesi 1: Sakit - Sehat, Tanggung Jawab Siapa??

Makassar 4-5 November 2012

Sosiolog memandang #SakitSehat sebagai akibat dari pengorganisasian masy, interaksi kelas sosial, kepentingan, status sosial dsb

Ahli2 kesehatan lingkungan dan kesehatan masyarakat secara umum memandang determinan utama yg pengaruhi #SakitSehat ad lingkungan

Ahli biomolekuler menjelaskn salah satu sebab sakit ad kecocokan kode genetik tertentu pd mnusia dg sebab sakit (mikroorganisme) #SakitSehat

Ahli ilmu perilaku memandang salah satu aspek penting penyebab #SakitSehat ad faktor perilaku. Perilaku yg berisiko sebabkan sakit

Gender, sbg salah satu aspek yg berpengaruh terhadap #SakitSehat, dipandang secara berbeda oleh #Sosiolog dan #AhliKesehatan

Gender, oleh #AhliKesehatan dipandang terkait dg imunitas tubuh, Laki2 rentan penyakit tertentu, Wanita rentan penyakit tertentu #SakitSehat

Gender oleh #Sosiolog dipandang, mis terkait dg terkait fenomena sosial. Era Revolusi Industri, Wanita lbh rentan sakit #Sakit

#Sosiolog memandang, di Era Liberalisasi Ekonomi, derajat kesehatan wanita "harusnya" lbh baik. Krn "kelas sosial" mulai hilang #SakitSehat

Msh byk paradigma penyebab #SakitSehat. Lalu? Itu normal sj. Itu semua khazanah pengetahuan. Yg memberikn kita byk cara...

Byk jalan. Byk metode. Byk pendekatan dlm upaya mengurangi angka sakit dan memelihara mereka yg sdh sehat agar tetap sehat #SakitSehat

Jadi jgn bentur2kan semua sudut pandang thdp penyebab #SakitSehat. Krn semuanya adalah satu kesatuan yg utuh & saling melengkapi

Yg kita butuhkan setelahnya ad desainer yg mampu mengintegrasikan semua paradigma mjd arus besar kurangi sakit, menambah sehat #SakitSehat

Masalah #SakitSehat yg penanganannya tdk prn memberikan hasil yg menggembirakan, itu krn pemisah2an yg dilakukan sang "desainer" kesehatan

Efektifitas hanya dari Cara pandang yg komprehensif tadi. Setelahnya boleh membuat prioritas2 program. Tdk asal buat program #SakitSehat

Program tdk cukup dilaksanakan oleh petugas kesehatan sj. Byk "kearifan lokal" yg jg bisa kurangi sakit. Itu bisa dimanfaatkan #SakitSehat

Sebagaimana masalah kesehatan ditangani dengan pengadaan fasilitas pengobatan saja. Atau hanya memikirkan aspek kebijakannya sj #SakitSehat

Saya mau menawarkan beberapa sudut pandang, yg mudah2an bisa saling membantu dlm kaitannya dengan masalah #SakitSehat ini
readmore »»ǴǴ

Memulai Perubahan Dari Pikiran

Makassar, 5 November 2012

Saya mau sharing, tentang bagaimana sebenarnya suatu perilaku itu terbentuk dalam diri kita. Mendidik bukanlah sekedar pekerjaan mentransfer pengetahuan kepada anak didik. Tapi output akhir dari pekerjaan mendidik itu adalah terbentuknya satu perilaku baru yang baik, yang diinginkan oleh Islam

Pertemuan-pertemuan yang kita agendakan dengan peserta didik setiap pekannya, harusnya membentuk 3 hal sekaligus pada diri mereka, Pertama menanamkan padanya nilai-nilai baru melalui materi/pengetahuan baru yang kita sampaikan padanya, kemudian terbentuklah satu sikap yang baru, dan akhirnya terbentuk satu perilaku yang baru, atau mempertahankan nilai-nilai, sikap, dan perilaku yang baik yang memang sudah ada pada dirinya.

Bagaimana hal-ha tersebut di atas saling berinteraksi dalam rutinitas pekanan itu, atau dalam pertemuan-pertemuan kita dengan anak didik?

Ada empat kosa kata yang akan saya coba kemukakan dalam tema ini. Mudah-mudahan dari sini kita bisa menemukan penjelasannya. Kosa kata itu adalah pengetahuan; keyakinan; sikap; dan perilaku.

Saya pernah menonton satu potongan film.

Disitu dikisahkan, ada seorang pemain football yang ditantang oleh pelatihnya untuk melampaui satu garis finish sambil memikul salah satu temannya. Tapi sang pemain tidak mau, karena dia khawatir tidak dapat melampaui tantangan itu. Setelah agak dipaksa oleh sang pelatih, pemain itu akhirnya mau memenuhi tantangan itu. Sang pelatih mensyaratkan agar pemain tsb menutup matanya dengan kain.

Lalu, sambil menempatkan salah seorang temannya dibelakang punggungnya ia berjalan merangkak menuju garis finish. Bahkan melampaui targetnya. Di sepanjang perjalanan, sang pelatih terus menerus memberikan motivasi, sampai akhirnya si pemain melampaui garis finisih,yang sebenarnya sebelum si pemain menerima tantangan itu ia tak yakin bisa melampaui.

Orang bisa berpendapat keberhasilan tersebut karena faktor motivasi dari sang pelatih, atau juga karena ia memilih untuk tidak mengetahui jarak yang akan ditempuhnya sambil menutup mata. Itu semua mungkin benar saja.

Tapi saya punya cara pandang yang cukup berbeda. Saya dulu belajar dalam ilmu perilaku, semasa kuliah. Biasanya penelitian-penelitian semi ekperimental dilakukan, atau juga dengan metode pre-post test.

Pertama, yang dilakukan adalah mengukur tingkat pengetahuannya dan sikapnya, setelah itu dilakukan pelatihan, mentransfer pengetahuan, memberikan penyuluhan. Setelah penyuluhan dilakukan, dilakukan lagi tes, post test, untuk mengetahui seberapa besar perubahan pengetahuan dan seberapa besar perubahan sikap yang terjadi terhadap kasus yang sama yang diujikan, yang ukur, sebelum penyuluhan itu dilakukan. Yang dari sikap itu diharapkan terbentuk satu perilaku baru yang lebih baik.

Maka begini pendapat saya terhadap kisah pemain football di atas

Sikap yang pertama kali muncul dalam diri kita bahwa tidak mampu melampaui satu tantangan, sebelum mencobanya, sebenarnya lahir dari:

Pertama, faktor pengetahuan. ketidaktahuan yang cukup tentang potensi yang kita miliki. Kedua, faktor ketidaktahuan ini mempengaruhi keyakinan bahwa kita tidak bisa melampaui satu tantangan itu. Ketiga, faktor ketidakyakinan inilah yang akhirnya melahirkan sikap, cara pandang pada diri sendiri, bahwa kita memang tidak bisa melakukannya. Keempat, faktor sikap, cara pandang inilah yang membuat kita tidak berperilaku, berbuat, bekerja untuk menaklukkan tantangan itu.

Jadi, empat faktor diatas, bekerja secara berturut-turut didalam diri kita, mulai dari pengetahuan, lalu membentuk keyakinan, lalu membangun cara pandang (sikap).Yang terakhir, kita memilih perilaku tertentu untuk merespon sebuah keadaan di lingkungan kita.Jadi, cara kita membentuk satu perilaku baru terhadap anak didik itu harus memulainya dari proses penanaman pengetahuan

Kalau kita membaca bagaimana islam ini pertama kali diturunkan. Allah SWT memulai perintah kepada Sang Rasul dengan “iqro”. Bacalah!!. Nanti belakangan baru kemudian Allah menurukan “sesungguhnya tidak ada agama lain (yang benar disisi Allah) selain Islam” Maka transfer pengetahuan itu, menjadi tahap awal mengubah atau membentuk satu perilaku tertentu pada seseorang. Transfer atau peningkatan pengetahuan, yang tidak sekedar pengetahuan, tapi pengetahuan yang memiliki nilai-nilai.

Lalu bagaimana caranya agar pengetahuan yang kita transfer itu membentuk satu pemahaman pada seseorang lalu berubah menjadi satu keyakinan?

Inilah yang dikontekskan oleh Allah SWT dalam Al Quran, ketika Isa a.s menyampaikan berita kepada Bani Israil akan datangnya seorang nabi setelah dirinya. Isa a.s berkata; “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)."

Isa a.s menggunakan kata “bashiran” (kabar gembira), sangat jelas, terang, tak ada yang samar-samar. Ala bashirah.

Jadi, keyakinan akan sebuah pengetahuan itu sangat ditentukan seberapa kuat, sang informan menyampaikan informasi/pengetahuan itu kepada penerimanya dan meyakinkannya. Penjelasan yang terang, jelas, tanpa ambiguitas, membentuk pemahaman yang baik.

Pemahaman yang baik, yg terus menerus terakumulasi dalam diri kita akan membentuk satu keyakinan yang kuat. Sebagaimana Allah menurunkan perintah “iqra” membaca, mengisi akal kita dengan pengetahuan. Sebelum Allah, memastikan satu keyakinan pada diri kita bahwa “tidak ada agama lain (yang benar disisi Allah) kecuali Islam

Keyakinan yang kuat, yang terbentuk dari akumulasi nilai-nilai pengetahuan yang kita peroleh, akan membentuk paradigma, sikap tertentu. Cara pandang tertentu pada diri kita, menyebabkan penyikapan dari 2 orang terhadap satu masalah yang sama bisa jadi berbeda.Sebagaimana ketika ada fenomena kerusakan sosial, ada orang yang melihatnya sebagai sesuatu yang memang begitu adanya. Tapi ada juga yang melihatnya, fenomena itu sebagai sesuatu yang harus diubah, diperbaiki untuk membentuk satu tatatanan sosial baru, yang lebih baik. Lalu cara pandangnya,ssikap nya, membentuk cara kerja, perilaku tertentu dalam dirinya untuk mengubah keadaan itu.

Maka pengetahuan, sikap, perilaku, bekerja secara berturut-turut dalam diri kita lalu membentuk sebuah siklus.Dimana pengalaman, perilaku akan membentuk pengetahuan baru, pengetahuan baru akan membentuk sikap yang lebih baik seiring waktu. Dan itulah puncaknya. Karena Imam Al Ghazali mengatakan: "puncak dari llmu pengetahuan itu adalah gabungan antara pengetahuan dan pengalaman".

Mengertilah kita mengapa 3 hal ini, pemahaman, ikhlas dan amal dituliskan secara berturut-turut, sbg sifat yg harus dimiliki. Pemahaman dulu, baru melahirkan ikhlas yg tempatnya dalam hati dan salah satu isi hati adalah keyakinan, baru kemudian terbentuk yg berikutnya, amal. Bukan ikhlas dulu baru ilmu, atau amal. Tapi mengilmui dulu, memahami dulu baru lahirlah keikhlasan lalu amal atau kinerja atau perilaku.

Karena perubahan itu memang selalu dimulai dari dalam diri kita, dimulai dari perubahan cara kita berpikir

Sekian…..

readmore »»ǴǴ

Minggu, 04 November 2012

Kerinduanku Pada Sang Pagi

Makassar, 4 November 2012

Entahlah, aku juga tidak tahu, kenapa pagi ini, aku masih tetap saja merindukan kehadiran pagi....#puiter

Seperti ketika kuusir malam untuk segera pergi menjauh. Tapi malam selalu saja datang menyapaku, juga menyapamu... #puiter

Ingin kutitipkan rinduku pada pagi melalui mentari, krn mentari-lah yang menyambung sang malam kepada pagi....#puiter

Tapi masih juga, mentari tak dapat kutemui untuk kutitipkan pesan rinduku pada pagi, krn ia msh saja asyik bersembunyi dibalik awan #puiter

Mungkin nuansa terus berubah, mungkin juga pagi telah datang dan malam pun pergi, tapi tak ada nuansa itu disini...#puiter

Mungkin krn saat ini hujan datang memenuhi ruang bumi. Sehingga nuansa malam tak pernah lagi pergi dari sini....#puiter

Padahal pesan sang angin padaku, mentari tak pernah berhenti bersinar. tapi tak kutemukan sinar itu. #puiter

Atau mgkn kutunggu saja sampai awan menjauh. Dan kunikmati saja kerinduan ku pada pagi yg tak prn datang sampai sepagi ini #puiter

Dan mulai kupendarkan sinar lilin kecil ini dari ruang kamarku. Mungkin dengan itu, kerinduanku pada pagi dapat sedikit terobati #puiter

Agar perlahan hangat memeluk tubuhku yang telah kaku. Oleh dinginnya malam-malam kemarin. Selamat pagi semuanya #puiter
readmore »»ǴǴ