Selasa, 29 Januari 2013

"Membiasakan" Mendengar Caci Maki

senin 28 Januari 2013

1.Dakwah ini, telah mendeclare dirinya, bahwa saat ini telah memasuki #EraTerbuka. Maksudnya apa? #Pembiasaan

2.#Terbuka artinya, interaksi orang-orangnya harus lebih luas lagi. Kpd byk kalangan, dg beragam latar belakang #Pembiasaan

3.#Terbuka artinya, tidak meninggalkan hal2 yg asasi dari islam dan dakwah, tetapi mulai mengenalkan #KonsepIslam yg kita bawa kpd byk org #Pembiasaan

4.#Terbuka adalah prinsip dari islam yg kita bawa. Jk skrg kita #Terbuka, apakah dulu kita prn #Tertutup? .#Pembiasaan

5.Terserah, mau menyebutnya apa, tapi dulu, sblm era #Terbuka ini, urusan kita lbh byk pd #UrusanInternal. #Pembiasaan

6.#UrusanInternal artinya lbh byk mengurusi internal dlm rangka penguatan inti organisasi dan strukturnya. #Pembiasaan

7.Apakah kita tdk berinteraksi dg org lain?. Ada, tpi blm massif, krn kita hrs kuat dulu sec. internal. #Pembiasaan

8.Agar kita secara organisasi tidak mudah dihempas badai. Apakah skrg kita sdh kuat? Insya Allah. #Pembiasaan

9.Tapi penguatan kita adalah hal yang terus kita tingkatkan. Krn ujian yg akan kita hadapi jg makin kuat. #Pembiasaan

10.Sblm era #Terbuka ini, (bolehlah kita sebut era #Tertutup), hanya kitalah yang menilai masyarakat. #Pembiasaan

11.Tapi sekarang, di era #Terbuka ini, penilaian itu menjadi timbal balik. Kita menilai masy, sebaliknya masy menilai kita. #Pembiasaan

12.Menilai apa? #Menilai sikap2 kita. Menilai kalimat2 kita. Menilai perbuatan2 kita. Menilai konsep2 kebaikan yg kita tawarkan. #Pembiasan

13.Penilaian itu bisa bersifat objektif. Menilai kita dg nilai baik, jk memang baik. Buruk, jika memang buruk. #Pembiasaan

14.Yg menilai kita secara objektif, itu penting. Jadi bahan evaluasi dan perbaikan diri. #Pembiasaan

15.Tapi, Bisa juga memang tujuannya hanya ut “mencitrakan kita jelek”. Mencari2 kesalahan. #Pembiasaan

16.Yg kedua ini, bisa saja menilai: yg benar disalah2kan, yg salah tambah dihujat. Jelek saja, sinis saja. #Pembiasaan

17.Semua yg kita lakukan gak ada yg benar di mata dia. Bad news bagi kita ad Good news bagi mereka. #Pembiasaan

18.Nah, sy gunakan hastag #Pembiasaan, maksud saya begini: “kita harus terbiasa menghadapi tipe penilai yg kedua diatas”. #Pembiasaan

19.Kita insya Allah sdh tahu peristiwa fitnah yg menimpa Aisyah r.a yg diabadikan Allah dlm Al Quran. #Pembiasaan

20.Diabadikan Allah dlm Q.S Annur 11-21. Kita tahu persis. Bahkan kita tahu latar belakang turunnya. #Pembiasaan

21.Dan tahu juga bagaimana seharusnya kita bersikap. Ada “tabayyun”. Klarifikasi yg harus kita lakukan. #Pembiasaan

22.Tapi lebih jauh sy ingin mengatakan: “Kita harus mulai membiasakan melihat para aktivis…” #Pembiasaan

23.…membiasakan diri melihat para aktivis yg memasuki wilayah publik dicaci maki, difitnah oleh byk org. #Pembiasaan

24.Juga membiasakan diri ut #Bersabar, melihat para aktivis dihujat ut kesalahan yg sebenarnya tdk mrk lakukan. #Pembiasaan

25.Termasuk membiasakan diri, menerima penilaian objektif orang lain terhadap kinerja para aktivis. #Pembiasaan

26.Krn ini ad era #Terbuka. Orang lain melihat kerja2 kita secara transparan. Mk mrk berikan penilaian. #Pembiasaan

27.Jangan krn berita negatif itu, kita cepat2 minta “mundur” dari barisan. Jk pun salah, ya kita ini manusia. #Pembiasaan

28.Apakah tabayyun, klarifikasi terhadap satu isu harus kita lakukan. Ya!! Harus. Tapi sy ingin berikan catatan. #Pembiasaan

29.Klarifikasi tidak mungkin dilakukan terus menerus. Untuk setiap isu. Untuk setiap berita. Utamanya yg “negatif”. #Pembiasaan

30.Mk hal yg harus kita biasakan setelahnya adalah apa yg disebutkan oleh Imam Al Banna sbg #Tsiqoh. #Pembiasaan

31.Tsiqoh ad tenangnya hati terhadap kompetensi dan kejujuran pemimpin. Ini adalah karakter….#Pembiasaan

32.…yang harus dimiliki para aktivis. Tapi ingat, ada rukun lain yg disebutkan seblmnya. #Pembiasaan

33.Karakter itu ad #Ukhuwah. Ukhuwah yg paling rendah ad #KelapanganDada, trmsk prasangka baik. #Pembiasaan

34.Rukun2 itu “harus dikerjakan secara berurut”. Tsiqoh itu, hanya akan lahir dari ukhuwah. Prasangka #Pembiasaan

35.Tapi jauh sblm itu, di rukun pertama, Imam Al Banna menjelaskan ttg #AlFahm. #Pembiasaan

36.Jadi pembelaan2 yg kita lakukan. Bukan krn taklid. Tapi krn kita paham, bhw sikap2 itu benar. #Pembiasaan

37.Apakah bisa salah? Bisa jadi. Dan kita akan mengatakannya Salah, jika salah. Tp kita jg tahu kenapa salah. #Pembiasaan

38.Sehingga tanpa klarifikasi pun, kita bisa menjelaskannya dg sepenuh “iman” kita. Jgn tunggu klarisifkasi terus #Pembiasaan.

39.Krn kita semua ad “corong’ yg dpt menjelaskan apa yg para aktivis serukan, tanpa menunggu penjelasan dulu. #Pembiasaan

40.Begitu indahnya, sejarah mengabadikan dialog suami istri ini, Abu Ayyub Al Anshari dg istrinya, Ummu Ayub. #Pembiasaan

41.Ktk peristiwa fitnah yang menimpa Aisyah itu. Ummu Ayub berkata :”Tidaklah kamu mendengar apa yang dikatakan orang mengenai Aisyah?

42.“Ya, tapi itu bohong,” jawab si suami, “Apakah kamu melakukannya juga, hai ummu Ayyub?” #Pembiasaan

43.Tidak, demi Allah,”kata si istri, “Mengapa aku harus meniru orang-orang itu?”. #Pembiasaan

44.“Abu Ayyub menegaskan, “Demi Allah, Aisyah itu lebih baik darimu. #Pembiasaan

45.Kita harus membiasakan diri menyaksikan para aktifis di fitnah. Krn begitulah tabiat jalan ini. #Pembiasaan

46.Tetapi ada yg jauh lbh penting dari itu. Membiasakan diri ut mampu menjelaskannya secara mandiri. #Pembiasaan

47.Krn era keterbukaan ini ad “musim fitnah”. Mk minimal kita bsa menjelaskan semua isu itu pd diri kita sendiri. #Pembiasaan

48.…jika mmg tdk bisa/blm bisa kita jelaskan pd orang lain. Meski yg kedua jauh lebih baik. #Pembiasaan

49.Krn klarifikasi thdp isu2 negatif yg banyak itu, tidak mgkn terus-menerus bisa dilakukan. #Pembiasaan

50.Termasuk dlm koteks #SyariatIslam yg kita bawa. Jk penjelasan kita baik, insya Allah akan diterima. #Pembiasaan

51.Bahkan oleh yg berbeda agama dg kita. Krn #Syariat ini sangat insaniah. Sgt cocok ut semua manusia. #Pembiasaan

readmore »»ǴǴ

Senin, 28 Januari 2013

Darah Sekuler

Sabtu, 27 Januari 2013

Bahkan ketika lahir, mayoritas kita sdh membawa presepsi bhw Agama dan Negara itu selalu berhadap2an. #DarahSekuler

Apa yg datang dari Negara, selalu kita anggap sebagai "ancaman". Sebaliknya juga begitu. #DarahSekuler

Apakah ini salah "nenek moyang" kita?. Entah, tapi kita akan jauh tersalah jika terus membawa pemikiran seperti itu #DarahSekuler

Sy paham, Islam masuk ke negeri ini, ktk "era kemunduran" sdg dijalani kekhalifahan Islami. Hidup mrk berfoya2. Selir mrk byk #DarahSekuler

Lahirlah kalangan "sufi". kelompok "anti kemewahan" krn mereka melihat raja2 hidup mewah, jauh dari agama, #DarahSekuler

Yg akhirnya "berkembang" seiring waktu. Sadar atau tidak mereka mjd "anti negara". Mrklah yg membawa agama ini ke negeri kita #DarahSekuler

Kita mewarisi penyakit "pemisah2an" ini, dari sana. Dan itu makin kuat, di era Soeharto. #DarahSekuler

Umat Islam mjd kaum yg termarginalkan. Di negerinya sendiri. Agama hanya mjd sekadar urusan yg dibatasi dlm masjid sj #DarahSekuler

32 Tahun ayah ibu atau mgkn kakek nenek kita "dipaksakan" memahami agama hanya spt itu, urusan dlm batasan masjid sj #DarahSekulerr

Kita mewarisi pemikiran itu. Meski skrg "mulai sadar", kita mulai mengenal bahasa "kebangkitan". Tapi....#DarahSekuler

Kita msh saja, terus mengalami "trauma" dan nampak begitu gagap bgmn mengintegrasikan agama dan negara. #DarahSekuler

Kadang2, kesan kuat yg kita rasakan ad simbolitas menjadi porsi paling byk yg kita debat dan ributkan. #DarahSekuler

Kegagapan itu, mgkn mengesankan dengan kuat bwh agama ini memiliki penampilan wajah yg begitu menakutkan. Salah siapa? #DarahSekuler

Lalu tanpa sadar, kita melaksanakan agenda yg "sama" dg "mereka". Yg mmg tak prn nyaman melihat islam tampil diwajah peradaban #DarahSekuler

Sdhlah kawan!!. Jgn lagi tambahkan derita saudaramu, dg caci maki. Krn beban ini sdh begitu byk. Jgn tambah lagi #DarahSekuler

Generasi berganti. #DarahSekuler semakin menuju kesadaran bhw agama dan negara ini padu. Negeri ini milik kita. Bukan "mereka".

Meski berat dan mgkn pjg, tapi kuyakini #DarahSekuler yang kita warisi ini, kelak takkan memilki lagi generasi pelanjut. Mati dan Berakhir!!

Isyaratnya begitu kuat. Umat yg dahulu dipenuhi kelemahan, kini mulai menggeliat. Ada gerak yg terus. Itu isyarat kehidupan #DarahSekuler

Bukankah Allah menjelaskan, mereka yg kelak akan mewarisi bumi ini ad mereka yg dahulu tertindas dan terusir? #DarahSekuler

#DarahSekuler yg mengalir dinadi kita dan memenuhi seluruh tubuh, harus didonori darah #Integrasi agar kita tegap lagi berdiri

Biarkan #DarahIslam mengikat semua sendi2 hidup, dan mengaliri tubuh kita menyatukan semua yg telah terpisah2 sejak lama #DarahSekuler

Mari kita buka kembali ajaran2nya, semua masih tersimpan dan terjaga. Kita hanya prl membukanya lagi..lagi..dan lagi #DarahSekuler

Dan kelak kita sambut kehidupan yang baru dengan #DarahIslam yg mengaliri tubuh kita. Bukan darah pembantaian dan ketakutan #DarahSekuler

Sekian. #DarahSekuler

readmore »»ǴǴ

Selasa, 22 Januari 2013

Iman Itu Tidak Membuat Kita Lugu Dihadapan Para Penipu

Sumber : @arifmahmudah
Senin, 21 Januari 2012

Kita ini bukan penipu, tapi tidak boleh satupun penipu yang boleh menipu kita. Yang kita hadapi ini org2 dg siasat yg jahat, you masih berpikir lurus2, tanpa siasat?

Kita ini bukan penipu, tapi tidak ada penipu yg bisa menipu kita. #JanganLugu

Ini kita lagi perang bos. Yg kita hadapi ini org2 yg punya "tipu muslihat". Heheh #JanganLugu

Kita sebut diri kita beriman, tapi didepan mata kita ditipu, kita diam saja, dan bilang : "ikhlaskan saja" #Eh. #JanganLugu


Baca lagi Al Quran, disana ada puluhan ayat yang berbicara ttg #TipuDaya, itu maksudnya apa? Menguatkan kesadaran kita ttg itu #JanganLugu

Bahkan musuh yang kita hadapi ini adalah musuh yang nampak dan musuh yang tidak nampak oleh mata. #JanganLugu

Keimanan itu bukan buat kita diam dihadapan tipu daya musuh, tapi kita bersikap lebih berdaya. Lawan!! #JanganLugu

Kita hanya perlu melawan siasat itu, dg cara yg maksimal bisa kita lakukan. Selebihnya, biarkan Allah yg bereskan mrk. #JanganLugu

Krn Allah menyandarkan kata "tipu daya" itu justru pada dirinya sendiri. "...Allah sebaik2 pembuat tipu daya". #JanganLugu

Mk, dari semua upaya kita melawan para penipu itu, kita wajib ut tetap terus berharap pd pertolongan Allah. #JanganLugu

Ut menang, kita hnya prl menggabung dua hal sekaligus : Penuhi syarat2 manusiawinya & harapkan pertolongan Allah SWT. #JanganLugu

Coba cek tetangga yg sdh kita ajak, berapa byk?. Itu salah satu syarat manusiawi (hehe, sedikit afwan). Awas kena serangan fajar #JanganLugu

Besoknya, plototin tuh kotak suara dan para pemilih, biar gak curang mereka :). Ini contoh syarat lainnya #JanganLugu

Trus, yg tdk kalah penting, pancinglah, agar pertolongan Allah datang. Doa yg banyak, entar malam usahakan qiyam lail. #JanganLugu

Krn mengusung keputusan dakwah ini. Klau yg kita usung figur itu,ngapain repot2 habisin tenaga. Mending ane ngisi liqo ni malam #JanganLugu

Liqo kita pending ni malam. Ente2 pulang lah ke daerah. Galang dukungan keluarga, (eheh mudah2an mereka patuh sich :) ) #JanganLugu

Kita sdh usaha, sdh doa, mudah2an itu bsa jadi sebab Allah karuniakan kemenangan. Jk pun blm, pahala tetap dpt insya Allah #JanganLugu

Itulah enaknya. Kita ini "politisi", menang dan kalah, tetap enjoy, insya Allah tidak ada ruginya, pahala tetap dapat. #JanganLugu

Krn kemenangan itu, adalah karunia yg diberikan Allah kpd kita, pada waktu2nya. Kapan waktunya? Saat kita sdh siap. Insya Allah. #JanganLugu

Kapan kita siap? simaklah nasehat ini: Bersungguh2lah meningkatkan kapasitas diri kalian, sampai tongkat kepemimpinan...(cont) #JanganLugu

...diserahkan kpd kalian yg memiliki kualitas (Imam Al Banna). Trs berbenah, takdir kepemimpinan itu ad ut org2 yg sll bersujud #JanganLugu

Dan, kadang2 Allah membuat kualitas kita itu lbh bak, bukan krn kita benar2 baik, tapi Allah membuat org lain jdi lbh buruk #JanganLugu

Sekian ya, :) Jika kita jujur sdg berjalan menuju Allah, mudah2an Allah memberikan kita jalan2 rahmat-Nya, ut kemenangan kita. #JanganLugu

IA ad gabungan antara "bahasa bumi" dan "bahasa langit". Ia jg mewakili semangat mayoritas anak2 muda: "Perubahan". #JanganLugu

Jk kedua hal tadi telah kita gabungkan, mudah2an sebagian syarat2 kemenangan itu telah menjadi milik kita (IA). #JanganLugu
readmore »»ǴǴ

Minggu, 20 Januari 2013

Janganlah Ceroboh Dengan Mengatakan : "MEREKA TIDAK IKHLAS"

Jngan pernah menilai keikhlasan orang dari tampilannya. Ikhlas itu urusan hati. Dg atau tanpa bendera itu bukan mutlak equal dg nilai ikhlas

Memberitakan atau tidak memberitakan sdh apa yg mereka kerjakan, itu jg tdk mutlak equal dg riya. Krn riya jg ad urusan hati,

Mgkn bs gunakan indikator sederhana, meski tdk mutlak bgt. Lihatlah : "apakah yg mereka lakukan itu, baru skrg atau mmg sejak dulu bgt?


Apakah yg "mereka" lakukan itu hanya menjelang pemilu atau bhkn termasuk jauh sblm pemilu, shhg kalian katakan itu hanya ut "tujuan suara" ?

Org2 Ikhlas itu, mgkn sederhana menilainya : "ada atau tdk ada org yg melihatnya, kualitas amal mereka tetap sama". Tdk berubah

Bgmn mgkn kita berani bgt ceroboh menilai mrk tdk ikhlas hanya krn mereka memberitakan atau menggunakan bendera saat mrk beramal, jika....?

dg menmberitakan apa yg mrk lakukan, mrk berharap semakin banyak org yg bergabung dlm "kebaikan" itu?. Kita ini mmg sdg bermasalh dg hati

Atau...jgn2 kita ini memang seperti apa yg pernah dinasehatkan oleh salah seorang ulama? Kata beliau begini, ingin kukutipkan... ...

"Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal lalu merasa banyak amal...

"Dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya.."

atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata". Kalimat Ust Rahmat Abdullah

Krn itulah, kupilih ut berprasangka yg baik2 pd mereka itu Aku, kamu dan mereka, ada diposisi mana dari nasehat tadi. Ah, jauhlah aku dari mereka yg menyelami banjir itu, membagi bantuan dst... "

Aku berupaya berdoa kpd Allah : agar mereka diberikan kekuatan ut trs berkarya, dan dikaruniakan keikhlasan yg melimpah oleh Allah" Bahkan Aku tak melakukan secuil pun yg serupa dg apa yg telah mereka lakukan.

Org2 nyinyir, mari kita syukuri saja. Anggap sbg pengingat, agar kita benar2 tak terjebak oleh riya, dan menyimpang jauh dr jln keikhlasan

#BanjirJakarta #Relawan #Mewartakan
readmore »»ǴǴ

Ah, Saya Harus Biacara Lagi Tentang SYARI`AH

Makassar, 20 Januari 2012

Hmmm "Syariah Islam" yg kita maksudkan realisasinya dlm "demokrasi" kadang2 memang tdk benar2 jelas pelaksanaan teknisnya #TujuanSyariah

Apakah ktk menyatakan dukungan thdp demokrasi itu "kamuflase" dari tujuan yg sesungguhnya?. Tdk, kami benar2 dukung demokrasi #TujuanSyariah

Apakah ktk kmi mengatakan dukung demokrasi kalian akan menyatakan kami bukan "gerakan dakwah" lagi? Tdk, kami tak prn berubah #TujuanSyariah

Apakah, dg begitu kami telah meninggalkan tujuan "menerapkan syariah" islam krn telah mendukung demokrasi? Sama sekali tidak! #TujuanSyariah

Aku kabarkan kpd dunia : "Bhw penegakkan syariat Islam, ad mimpi yg akan kami wujudkan, Itulah tujuan kami, bukan yg lain" #TujuanSyariah

Kami tidak pernah ragu, dan kami tidak pernah merasakan ketakutan untuk menyatakan tujuan kami ini. Kami hanya takut pd Allah #TujuanSyariah

Kami hanya prl menjelaskan sejelas2nya, #SyariatIslam yg kami maksudkan. Jk baik penjelasannya, Jk kami sampaikan dg jelas...#TujuanSyariah

....kami yakini, siapapun anda, dari kalangan manapun, suku, agama apapun anda, pasti akan bersama2 kami ut merealisasikannya #TujuanSyariah

Bahkan untuk anda2 yang memilih untuk tidak beragama pun, kami yakini akan bersama2 kami merealisasikan #Syariat ini. #TujuanSyariat

Meski gak nyaman ut ngomong ini, tapi sy akhirnya mmg harus membicarakannya lagi. Tdk masalah, biar semua jelas. #TujuanSyariat

#Syariat yg kami maksudkan, harus tegak di atas #Nilai2, simbol bukanlah yang utama. Mk fokus kami kepd #TujuanSyariah

#Syariah itu hanya akan tegak diatas #Tujuan diterapkanya, itu dirangkum indah oleh para ulama dalam "Maqassid Syariah" #TujuanSyariah

Byk pakar, ulama, pemikir yg mendefenisikan apa itu "maqasid syariah'. Tp izinkan (dg seluruh kelemahan diri sy)...#TujuanSyariah

menyederhanakan defenisinya dg ini : "Maqasid syariah, adalah tujuan2 diterapkannya syariah". Ada 5 tujuan. Sy sebutkan...#TujuanSyariah

#TujuaanSyariah yg #Pertama ad : memelihara kesucian dan kepercayaan beragama. Agama apapun, harus dilindungi, diberikan hak yg sama

#TujuanSyariah yg #Kedua adalah : "menjamin keselamatan nyawa dan anggota tubuh badan manusia". Tak boleh ada nyawa yg hilang sia2.

#TujuanSyariah yg #Ketiga adalah : "Menjamin kemurnian fikiran dan kewarasan akal". Tdk boleh ada penjajahan atas akal, pembodohan dst.

#TujuanSyariah yg #Keempat adalah " Menjamin kehormatan dan harga diri". Tidak boleh ada org yg harga dirinya dihinakan. Apalagi bangsa ini

#TujuanSyariah yg #Kelima adalah : "Menjamin usaha pemilikan dan penguasaan harta". Apalagi harta kekayaan negeri ini, Jgn ada perampokan

#TujuanSyariah yg #Kelima adalah : "Menjamin usaha pemilikan dan penguasaan harta". Apalagi harta kekayaan negeri ini, Jgn ada perampokan

Krn korupsi ad perampasan harta negeri ini, seperti jg ketika org2 asing datang mengambil kekayaan alam kita secara ilegal #TujuanSyariah

Atau ketika para investor datang menanamkan modalnya, lalu mereka peroleh untung yg jauh lbh besar dari kita #TujuanSyariah

Seperti ktk mngupayakan menurunkan atau menghapuskan angka kecelakaan di jalan raya, spt jg ktk para pelaku pembunuhn diadili #TujuanSyariah

Lalu di parlemen di parlement dibuatlah legislasi, di lapangan ada anak2 teknik sipil yg mendesain jalan raya yg aman... #TujuanSyariah

Di jalanan ada Polantas yg jujur bekerja mengatur agar risiko kecelakaan lalu lintas berkurang, dan seterusnya, #TujuanSyariah

Ada para ahli kesehatan dan keselamatan kerja yg mengidentifikasi papan2 reklame di jalan raya yg bisa jadi pemicu kecelakan #TujuanSyariah

Seperti juga ketika kami mengupayakan agar tidak ada lagi anak2 yg tidak punya kesempatan mendapatkan ut sekolah #TujuanSyariah

Bahkan seperti ketika @ITJJakarta atau @ITJPurwokerto dkk berteriak2 melawan para liberalis yg menjajah akal manusia, #TujuanSyariah

Juga ketika para politisi spt @Fahrihamzah @akbarfaizal68 @anismatta yg berteriak dan mengatur regulasi pemberantasan korupsi #TujuanSyariah

Bahkan ktk, siapapun anda, berteriak2 ttg pemberantasan korupsi, mk anda semua ad teman2 kami dalam menegakkan #Syariah ini. #TujuanSyariah

Atau ktk para pegiat #PerlindunganAnak, yg berjuang melindungi anak2 dari tindakan kekerasan dan kejahatan seksual... #TujuanSyariat

Mrk semuanya ad teman2 kami dlm menegakkan #Syariah ini, krn mereka sdg berbicara dan bekerja, spt yg kami kerjakan. #TujuanSyariah

Atau spt ketika pak @tifasembiring mengupayakan blokir situs2 porno, demi menyelatkan jiwa anak2 bangsa ini, dst #TujuanSyariah

Atau spt ketika @hafidz_ary @ojih_theNextmen dst berteriak2 dan mengkampanyekan kebaikan di twitter ini, mrk ad teman2 kami...#TujuanSyariah

Atau spt ktk @PKSejahtera @ITJJakarta #FPI, dst berjuang ut menyelamatkan korban banjir saat ini...#TujuanSyariah

Mereka semua adalah teman2 kami dlm menegakkan #Syariah ini, sekali lagi, siapapun, agama pun, suku apapun anda #TujuanSyariah

Kita semua kepentingan yg sama terhadap neger ini, yaitu melihatnya menjadi lbh baik. Mk begitulah agama kami memerintahkan. #TujuanSyariah

Agama ini memotivasi kami ut menata negeri ini, dan jangan pernah memandangnya sbg ancaman. #TujuanSyariah

Agama ini "mengontrol" kami agar kami tidak menyimpang. Mk agama mengendalikan kami dri korupsi. Krn orientasi kami ad syurga #TujuanSyariah

Maka marilah, rangkul tangan kami dan kami rangkul tangan kalian. Bersama2, kita wujudkan #Syariah ini, krn ia ad kebaikan #TujuanSyariah

readmore »»ǴǴ