Panjang. memang sangat panjang perjalanan hidup ini. siapa yang bisa mengira bahwa aku dapat sampai pada jalan ini, hari ini di FKM Unhas. sebagai anak desa, datang meniti mimpi menuju cita-cita besar yang terus menggelora sejak kecil, hari ini perasaan itu semakin kuat. Hari berlalu, obsesi dan cita-cita besar terus menerus membakar jiwa ku. Ini aku, ya aku apa adanya. Tapi benarlah kata Hasan Al Banna "kenyataan-kenyataan hari ini adalah impian-impian kemarin dan kenyataan esok adalah impian-impian hari ini"
Kurang lebih 3,8 tahun kuhabiskan di FKM. Peristiwa, momenut telah menempa diri menjadi lebih, lebih baik, lebih dewasa, lebih mulai memahami hakekat keberadaan dan mengapa aku harus ada di sini hari ini. Perjalanan ini harus diteruskan menuju puncak cita-cita.
Jazakumullah...buat ikhwan dan akhwat sekalian KAMMI Unhas FKMKI Unhas ROHIS BEM FKM Unhas Masjid Medic.... dan mereka yang telah megajakku meniti jalan ini dan mengenal hakekat keberadaanku di jalan ini
sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan jika rasa kuat keyakinan padanya, ikhlas berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya,
dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. sepertinya keempat rukun ini yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda.
Oleh karena itu, sejak dahulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan.
Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya.
Dalam setiap fikrah, pemuda adalah pengibar panji-panjinya
(Hasan Al Banna)
Mereka adalah gelora semangat, perjuangan, dan pembebasan. Adalah tentang cerita kepahlawanan dalam kata yang terwakili oleh kata ini “pemuda”. Pemudadengan segala defenisi positifnya. Keyakinan dan iman yang kuat, kejujuran,untuk tulus bekerja. Ikhlas dalam beramal. Semangat dalam amal dan penuh dengan pengorbanan.
Realitas jatuh bangunnya sebuah bangsa juga, sebagian ukurannya disini. Bangsa-bangsa besar dalam realitas kebangunannya pasti tidak bisa dipisahkan dari peran mereka, pemuda. Menoleh ke belakang pada sejarah bangsa ini, Indonesia. Ada nama-nama besar yang memainkan peran strategis dalam setiap momentum perjalanan bangsa ini. Soekarno, Hatta, Soedirman, dan sebagainya. Momentum sumpah pemuda, Momentum Proklamasi semuanya adalah simbol gelora semangat pemuda. Juga kita tidak akan melupakan satu momentum bersejarah bangsa ini ketika tahun 1998 kejatuhan rezim orde baru. Otak gerakannya adalah pemuda. Pemuda yang sedang dibangkitakan untuk memikul beban pembebasan umat dari tirani.
Maka, setiap ideologi. Komunis, kapitalis dan bentuk paham apapun itu namanya, tidak akan pernah melepaskan kata pemuda untuk memainkan peran–peran strategis untuk perjuangannya. Ideologi-ideologi itu tumbuh subur. Mekar dan menemukan karakter sejatinya ketika menyatu ajeg dengan jiwa pemuda.
Allah SWT memberikan penghargaan dan apresiasi secara khusus. Pemuda, dalam surat Al Kahfi (ayat 14), iman yang kuat, keteguhan hati, deklaratif. Dia menjelaskan tentang karakter mereka. Tentang sifat-sifat mereka. “berikan saya 12 pemuda maka akan saya guncangkan dunia” kata Soekarno. Atau seperti Umar bin Khatab ”setiap kali saya menghadapi masalah-masalah besar maka yang pertama kali saya panggil adalah pemuda”
Saya tidak terlalu memusingkan tentang beban berat yang sedang dirasakan bangsa ini. Bangsa ini memang sedang berada dalam sebuah simpang sejarah. Sejarah yang sulit. Tapi itu juga realitas bangsa-bangsa besar yang saat ini ada. Ditengah perjuangan untuk mengembalikan hak-hak negeri yang terampas, tanah air yang terjajah, kebebasan dan kemulian yang hilang. Saat itulah karakter ini di uji. Tentang apa ia karakter itu kita miliki. Tentang apakah kita rela berbuat untuk bangsa ini lebih banyak dari pada berbuat untuk diri sendiri. Karena ketika Allah ingin mentakdirkan kita menjadi orang besar, adalah suatu hal yang niscaya bahwa beban dan tantangan yang harus kita pikul juga adalah berat.
Beranjak dari sini , maka sesungguhnya banyak kewajiban yang harus kita tunaikan, besar tanggung jawab kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus ditunaikan dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat.
Oleh karena itu, kedua mata kita pun terbuka di hadapan sebuah umat yang terus berjihad dan berjuang untuk mendapatkan kembali hak dan kebebasan yang terampas. Bersiap-siaplah wahai tokoh, alangkah dekatnya kemenangan itu, dan alangkah besarnya keberuntungan bagi para aktifisnya yang tak pernah berhenti berjuang.
Sebuah moment sejarah panjang perjalananku di atas jalan ini. Jalan dakwah. Meskipun kondisi ini juga kadang menimbulkan pertanyaan bagi diri saya secara pribadi apa ia saya sekarang ini berada diatas jalan dakwah. karena terkadang, berdasarkan gambaran mereka yang meniti jalan ini, kita baru benar-benar berada di atas jalan ini ketika kita telah memberikan yang terbaik dari diri kita. pengorbanan harta, jiwa bahkan nyawa untuk memperjuangkannya.
Banyak suasana dan peristiwa yang terus menerus mengisi ruang jiwa. ruang pikiran. ruang pemahaman. tentang semua hal yang saya alami. terkadang saya merasakannya tidak berlangsung secara alami tetapi ia terencana. di rencanakan. tidak normal memang. perlahan hijab itu mulai terbuka. sedikit demi sedikit. tapi ia mulai jelas. tentang hakekat keberadaanku di atas jalan ini. jalan yang ditempuh oleh sedikit orang. jalan dakwah.
moment baru dalam dakwah selama lebih dari 3 tahun keterlibatanku di jalan ini dimulai. dimulai dengan hal yang lebih besar, lebih berat, dan lebih menantang. tapi, aku menyukainya, senang dengan tantangannya.
area jihad yang sesungguhnya akan segera mulai kulalui. peran yang akan diskenariokan kepadaku akan lebih menantang. lebih sulit. dan boleh jadi ia akan menguras habis isi jiwa dan pemahamanku tentang jalan ini.
semua suasana yang mengharubiru jiwaku yang sejak awal digembleng secara kuat, mulai menuntuk pengambilan peran-peran yang lebih mengurah energi, jiwa dan spritual sebagai konsekuensi perjalan menuju puncak gunung kepahlawanan. maka pahami jalannya. ikhlaskanlah semua kontribusinya. dan beramallah dengan amal tak terputus. karena inilah yang paling bisa menjagaku dari terpaan badai yang mungkin akan ku alami sepanjang jalan ini.
Dakwah yang berjalan tanpa kesatuan gerak, tanpa arah, tanpa target-target pencapaian, tanpa kesolidan dari semua unsurnya yang membangunnya hanya akan menjadi pekerjaan melelahkan tanpa hasil, tanpa ada perubahan pada sasaran yang hendak kita perbaiki.
Disini, pada situasi inilah aku kadang merasa sangat lelah, bukan karena pada beratnya beban ini, tapi karena tidak adanya arah yang mengarahkannya menuju cita-cita itu. padahal salah satu syarat kemenagan itu adalah adanya perencanaan yang matang. Apa yang hari ini kita capai, dakwah yang telah berkembang hari, bukanlah sebuah pekerjaan yang hanya dikerjakan sambil lalu. tapi, ia adalah sebuah cita-cita besar yang telah di impikan sejak 30 tahun yang lalu.
Disini, dalam lingkup ruang kecil ini. aku ingin kita juga harus memahami hakekat ini. karena sebenarnya salah satu karakter pahlawan dan orang-orang sukses itu adalah memiliki cara pandang yang jauh kedepan.
Dalam realitas ini, sebuah bangunan dakwah yang sedang hendak kita kerjakan ini. kita ibaratkan sebuah mobil atau kereta. Ya kereta dakwah, ada kesatuan unsur dan alat yang membentuknya sehingga ia bisa berjalanan.
Padahal Rasulullah mengingatkan kita bahwa kita ini, ibarat satu tubuh. satu organ tubuh yang sakit maka tentu saja yang lain tidak akan bekerja maksimal. tentu saja, bangunan dakwah ini juga demikian. perlu ada evaluasi, perlu ada perhatian yang lebih serius terhadap permasalahan ini. Karena kita punya cita-cita besar, maka cara pandang kita juga harus jauh kedepan.