Rabu, 02 Januari 2013

Modal Resolusi 2013 & Tahun-Tahun Sesudahnya

Disebuah perenungan...
Selasa, 1 Januari 2013

1. Surah Yusuf adalah satu2nya surah yg "diturunkan" di "tahun kesedihan" yang dialami oleh Rasulullah. Mari kita rasakan nuansanya...

2. Sbgmn Yusuf a.s "keluar" dr pangkuan ayahnya ut menghadapi semua cobaan hidup & akhirnya peroleh pertolongan & kekuasaan :)

3. Naik turunnya jalan hidup. Dari "terbuang", penjara lalu istana. bukan akhir ceritanya. Krn akhirnya ad penyerahan diri yg total pd Allah

4. Kisah ini beralur seperti jln menuju istana yg trs menanjak dg badai yg semakin kuat. Terbuang - fitnah wanita - penjara - kuasa istana

5. Bukan istana yg mjd titik akhir tujuan perjalanannya. Bukan juga kekuasaan. Tp yg membuat kisah ini mjd begitu agung ad....(ayat 101)

6. ...Krn Yusuf menutup capaian prestasinya dengan : "wafatkanlah aku dlm keadaan muslim dan gabungkan aku dg org yang sholeh"

7. Kisahnya dimulai dengan mimpi Sang Nabi ( ayat 4-5). Tapi "rasa iri" saudara2nya memulai kisah ini untuk menjadi pelajaran bagi manusia

8. Kisah Sang Nabi dan Saudara2nya direkam Allah dari ayat 7 - 18. Rencana pembunuhan Sang Nabi yg akhirnya batal oleh campur tangan Allah

9. Bgtlh, konflik sesama saudara di dlm "rumah tangga" lahir dari rasa iri akan kasih sayang yg dirasakan berbeda. Tapi...dikisah ini (cont)

10. ...Allah berkata : Sungguh dlm kisah Yusuf & saudara2nya trdpt tanda2 kekuasaan Allah. Yaitu, Kuasa Allah thdp hati2 manusia...(ayat 7)

11. Kuasa Allah thdp hati manusia, yg membuat saudara2 Yusuf a.s, memilih "memasukannya ke dlm sumur" drpada pilihan ut membunuhnya (ayat 9)

12. BegItulah "campur tangan Allah", dlm kisah konflik pertama dialami oleh Sang Nabi. Dg cara "sederhana" Allah mmbuat kisah ini berlanjut

13. Kisah konflik yg kedua diirekam oleh Allah untuk menjadi pelajaran dimulai dari ayat 21-34. Tema ujian yg umum bagi jiwa anak2 muda :)

14. Konflik yg dipicu oleh perasaan manusiawi. #Cinta antara laki-laki & perempuan. Cinta yg mmg ada pd mrk. Ada pd Yusuf dan jg Zulaikha

15. Yusuf melampaui perasaannya itu stlh melihat "isyarat" dari Tuhannya. Lalu ia memilih penjara daripd memenuhi hasrat yg ia sdr rasakan

16. Ada pilihan-pilihan yg selalu dihadirkan oleh Allah untuk kita pilih. Tp memilih kebenaran yg menyakitkan itu lebih baik dari pada...

17. ...memenuhi kesenangan syahwat yg dilarang oleh Allah, Ujian yg akan sll ada ut kita pilih dlm perjalanan menuju realisasi mimpi2

18. Tapi tak banyak laki-laki yg bisa melampaui perasaan seperti ini. Krn perasaan cinta itu benar-benar jg ada pada Yusuf

20. "...apa yg tdk sanggup kami memikulnya". Bukan menunjuk pd perasaan cinta yg lahir dlm jiwa. Tpi, pd ekspresi yg lahir krn perasaan itu

21. Yusuf mmg merasakan perasaan cinta itu, tapi mampu mengendalikan ekspresinya, sehingga tak mjd dosa. Lalu penjara melanjutkan kisah ini

22. Penjara bagi Yusuf ad konsekuensi atas iman kpd Allah (Ayat 33). Tapi penjara justru mjd tempat ut sekali lagi membuktikan...(cont)

23. ....integritas pribadi yg agung dr Yusuf a.s. Stlh ia mmbuktikan integritas moral dirinya pd ujian imannya oleh Zulaikha (ayat 26-27)

24. Penjara ad tempat Yusuf membuktikan "kapasitas" dirinya berupa kemampuan menafsir mimpi, kemampuan yg dikaruniakan Allah pdnya

25. Integritas moral yg membuatnya melampaui godaan istri Al Azis dan kapasitas akal yg mampu menafsir mimpi teman penjaranya...(cont)

26...diketahui persis oleh Al Azis, bahkan oleh istri Al Azis, dan juga oleh teman penjaranya. Tapi "syaitan dan nafsu" mendominasi mereka

27. Yusuf pun tahu hal itu. Mk yusuf berkata ktk datang mantan teman penjaranya: "Kembalilah kpd tuanmu dan tanyakanlah kpdnya ...(cont)

28. "...bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka"

29. Istri Al Azis menjawab pertanyaan suaminya: Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yg menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku)

30. Begitulah akhir kisah Yusuf di penjara. Iintegritas moral dan kapasitas akal yg besar yg dimilikinya, meski butuh waktu pjg ut benar2...

31. ...terbukti dan diakui. Jd kapasitas Yusuf, yg sedimikian besarnya butuh waktu sekian tahun ut diakui. Mk ada makna KESABARAN disana

32. Kesabaran ut terus dan terus membuktikan keteguhan pribadinya, dihadapan godaan dan ujian yg datang silih berganti.

33. Itulah sifat2 yg mengantarnya pd kedudukan yg terhormat dan dipercaya di sisi Al Azis (ayat 54). Tpi pembuktian itu tak berhenti di sini

34. Krn Yusuf tahu apa yg paling mampu dilakukannya. Mk dengarlah kalimatnya, merespon Al Azis: "Jdkan aku bendaharawan negara (Mesir)..

35."... sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan (ayat 55). Kisah ini berujung pd pertemuan kembali....

36...antara Yusuf dengan keluarga besarnya, yg kita tahu persis bgmn Allah mengisahkannya dalam Q.S Yusuf ayat 58-100

37. Bendahara mesir, ad kapasitas profesionalismenya. Dan ia benar2 membuktikan kalimatnya itu. Ditangannya mesir melampaui paceklik pangan

38. Tapi ia mengakhiri capaian prestasinya itu dg mengatakan: "Ya Tuhanku, ssghnya Engkau tlh anugerahkn kpdku sebahagian kerajaan..."

39. "...wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh". Ini "sadar" seorg hamba yg benar mengerti

40. Bhw seluruh capaian hidup ad karunia yg diberikan oleh Allah. Maka setelahnya, ia tdk ingin apa2 lagi, kecuali kematian yg terbaik.

41. Itulah serial perjalanan yg panjang. Tapi Allah menyebut kisah ini sbg "kisah yang paling baik". Allah menghibur Rasulullah dg kisah ini

42. Surah Yusuf diturunkan pd periode tahun kesedihan, stlh wafatnya Khadijah dan Abu Thalib. Hanya surah ini yg diturukan pd momentum ini

43. Untuk menghibur Rasulullah yg sdh begitu bersedih. Kalau kita bisa membuat "hiburan" surah ini kpd Rasul, kira2 surah ini akan berkata:

44. "Wahai Rasul, ditengah rumitnya kehidupanmu saat ini, Khadijah yg jd labuhan hatimu, dan Abu Thalib pelindungmu, tlh pergi...."

45. "...smentara penentangan org2 Quraisy thdp dakwahmu semakin keras stlh kepergian mereka itu, kami hadirkan kisah Yusuf ini pdmu..."

46. "...Kisahnya ad kisah yg terbaik yg kami ceritakan kepadamu. Untuk mjd pelajaran bagimu, agar engkau tak lagi bersedih...."

47. "...engkau tlh berusaha dg sungguh2, tapi (sebahagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sgt menginginkannya (ayat 103)..."

48. "...tapi apa yg engkau tempuh ini PASTI akan berujung pd kemenangan meski perjalanannya akan pjg, seperti yg Kami kisahkan ini...

49. "...dg segala macam ujian dan fitnah yg akan engkau menghadangmu disepanjang jln kemenangan itu, tp kemenangan, PASTI akan kau raih".

50. Milikilah mimpi, seperti Yusuf, yg memulai jalan panjangnya dg mimpi. Mimpi yg benar2 jelas. Ayat 4. #ModalResolusi1

51. Pahamilah "bakat bawaaan/kapasitas" yg diberikan oleh Allah kpdmu (kalau dlm kisah Yusuf: "kemampuan ta`wil mimpi") #ModalResolusi2

52. Milikilah "integritas moral" yg teguh dihadapan semua fitnah yg menghadang. (Kisah Yusuf dan Zulaikha) #ModalResolusi3

54.Kenalkan kemampuan anda pada org lain "jejaring". Bukan untuk pamer, tp agar mrk tahu bhw anda mampu mlkkn sesuatu #ModalResolusi4

55. Seperti Yusuf "menitip pesan" ttg kemampuan dirinya menafsir mimpi kpd raja melalui teman penjaranya. #ModalResolusi4

56. Tetaplah "jaga harga diri" dihadapan "penguasa" dan "pemilik modal". Jgn mudah tunduk. Tunjukkan bhw "dia yg butuh anda" #ModalResolusi5

57. Spt ktk Yusuf ditawari posis yg terhormat. Yusuf menegaskan dirinya: "Jadikan sy bendahara, sy berpengetahuan ttg itu" #ModalResolusi5

58. "Buktikanlah" kapasitas anda itu, bukan sekedar teori. Bhw anda mmg mampu menunjukkan prestasi #ModalResolusi6

59. Seperti ktk Yusuf mampu memanjemen stok pangan bagi masy mesir. Sbg problem solver yg canggih melewati musim paceklik #ModalResolusi6

60. "libatkanlah" Allah dlm seluruh ikhtiar menuju mimpi. Seperti kesan kuat yg akan anda temukan ktk mmbaca kisah Yusuf #ModalResolusi7

61. Niatkanlah sluruh mimpi yg akan anda capai nanti sbg "modal kembali" ke negeri keabadian. Spt doa nabi Yusuf di ayat 101 #ModalResolusi8

62. Terakhir, milikilah "stok kesabaran" yg tak terbatas. Krn jalan yg akan tempuh menuju mimpi pasti panjang. #ModalResolusi9

63. Hanya kesabaran & pertolongan Allah yg bisa membuat anda bertahan dihadapan setiap tantangan. Tak ada penjelasan lain #ModalResolusi10

64. Demikian #ModalResolusi kita. Dari kisah surah Yusuf ini. Semoga manfaat. Anda sdh mimpi? Saatnya merealisasikannya. Sekian. Wass

readmore »»ǴǴ

Minggu, 30 Desember 2012

Mimpi Baru 2013

Jk hujan turun jd waktu yg kabul bagi doa. Mk doa kusertakan untukmu. #Siul2

Jika hujan yg turun ini ad takdir. Maka mari kita berdoa semoga kita jg ditakdirkan. #Siul2

Jk hujan ad hal yg di rindu di musim kemarau. Mk engkau ad hujan yg datang di tengah kemarau yg sangat. #Siul2

Penghujung tahun yg penuh hujan. Waktu yg baik ut evaluasi & membuat doa2 terbaik untuk tahun2 mendatang. #DoaPenghujungTahun

Setiap kali bertemu mereka yg dulu mengajariku, doaku : "kelak kalian akan jadi partner kerjaku." #TetapKuhormatiSbgGuru

Setiap kali bertemu mereka yg dulu mengajariku, doaku : "kelak kalian akan jadi partner kerjaku." #DoaPenghujungTahun

Setiap mendengar cerita prestatif mereka. Doaku: inilah profesi, yg akan jdi saranaku berkontribusi pd agama & negaraku #DoaPenghujungTahun

Setiap dengar cerita ttg keluarga mrk. Doaku: Rabb, karuniakan istri yg dari rahimnya lahir anak2 yg beri bobot pd bumi #DoaPenghujungTahun

Setiap kali melihat para doktoral dan prof. Doaku: semoga tahun depan telah terang jalanku menuju pencapaian mrk. #DoaPenghujungTahun

Setiap kali melihat mereka yg punya bisnis. Doaku : "Tahun mendatang sy sdh hrs punya usaha bisnis sendiri". #DoaPenghujungTahun

Mungkin #DoaPenghujungTahun ini terlalu besar, dan tidak realistis diwujudkan dalam setahun saja. Tapi, bagi sy itu semua terlalu realistis

Karena isyarat terealisasinya semua #DoaPenghujungTahun ini, ada dan semakin kuat di penghujung 2012. Semoga. Aamiin
readmore »»ǴǴ

Sabtu, 22 Desember 2012

Disini, Cinta Adalah Takdir

Sambungan Tulisan Ini:
http://www.arifatul-daily.blogspot.com/2011/10/masih-tentang-cinta-2.html

Disini, Cinta Adalah Takdir
Hadir sebagai rasa yang tak bisa engkau bendung
Bukan karena nafsu atau syahwat ia hadir, lalu mengisi ruang hati dan jiwamu
Tapi memang ia hadir tanpa memberimu ruang untuk memilih

Ini bukanlah cinta buta,
Tapi ini adalah cinta yang lahir karena keserasian-keserasian jiwa
Yang tercipta sejak alam sebelum alam dunia ini

Maka, jika ia telah datang berdoalah
"Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya"
___________________________________________________________________________________

Cinta lahir karena ada pemicunya. Yang mengawali semua perasaan yang muncul setelahnya. Salah satunya adalah pandangan. Pandangan yang kita maknai sebagai tatapan mata yang disengaja. Atau pandangan yang tak disengaja.

Jika pandangan yang pertama menjadi pemicu lahirnya cinta, maka ia tercela. Tapi jika pandangan yang kedua yang menjadi pemicunya, meski telah terus berusaha dihindari, memalingkan pandangannya ke tempat lain, tapi cinta itu terus tumbuh tanpa mampu dihindari, itulah sebagian makna dari doa ini, dalam Q.S Al Baqarah 286:

"Ya Tuhan kami, Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya"

#Mungkin dalam konteks inilah, cinta yang terus tumbuh meski telah berusaha menghindari sebab-sebabnya, maka "Menghalalkan Cinta" telah menjadi 'WAJIB' bagi mereka yang merasakannya...Agar perasaan yang "boleh" tadi, tidak berujung pada ketercelaan


#29. Saya mau menambahkan beberapa pengalaman lapangan dlm konteks ini. Hasil #wawancara para pelakunya. Mudah2an msh siap nyimak

#29. Instrumen #Istikhorah ad puncak dari seluruh ikhtiar dalam menemukan #Keserasian2 yg sy sebutkan tadi.

#30. Tetapi kadang atau lbh sering engkau akan menemukan #Keserasian2 itu dengan cara yg paling tdk bisa engkau jelaskan sec rasional

#31. Krn jika #keserasian itu memang ada, maka seluruhnya, #hati, #fisik dan #akal tiba2 tertunduk tak berdaya dipuncak #Istikhorah

#32, Tetapi, tiba2 yang engkau rasakan adalah nuansa yang tak bisa engkau jelaskan bahkan pada dirimu sendiri. Tdk jg oleh puisi

#33. Sy menguji #Teori saya ini, pada salah satu atau bbrp teman yg baru saja "memenuhi separuh agama" nya. Sy mau share kan

#34. Sy tanya ke dia: Bgmn tiba2 engkau bisa sampai kesimpulan, bhw dialah yg cocok untuk menemanimu seumur hidup?.

#35. Sy mengunakan kata : "tiba2".Krn dia memang hanya "menimbang" dlm waktu sebulan. Bayangkan dg org yg pacaran tahunan tpi akhirnya bubar

#36. Ini jawaban dia: "Ketika sy membaca datanya, tiba2 saja saya menangis. Entah apa penyebabnya. Padahal sy tdk pernah mengenalinya"

#38. "Sy tdk pernah mengenal dia sebelumnya, kecuali samar2. Bhw sy rasanya sy pernah mendengar namanya". Nah!!!

#39. Bagi sy begitulah #Keserasian yg sebenarnya terjadi. Sy meyakini bhw "hubungan" mrk akan abadi. Semoga sampai ke akhirat.

#40. #Keserasian yg lahir dari daya tarik jiwa, dlm orientasi keabadian. Bukan dari apa yg nampak oleh mata. Jk pun ada, porsinya sedikit dan tidak dominan, sebagai penyebab lahirnya cinta
readmore »»ǴǴ

Jumat, 21 Desember 2012

Keakraban Kita Berbeda

Spesial For 21 / 12 / 12

Aku pandangi kejauhan, ada sosok yg memamngil-manggil
Lalu, tiba-tiba seluruh ruang harapanku terisi
Semoga sosok itulah jawaban semua harapan dan pertanyaan itu

Aku mulai menjelajahi belantara harapan
Tapi suaranya terus memanggil-manggil menuntun
Sebenarnya ia tak begitu ku kenali
Tapi entah mengapa, rasanya kami telah akrab

Apakah ini yang disebut dg keakraban takdir?
Keakaraban yg sdh terjalin jauh sebelum alam dunia?
Keserasian-Keserasiannya bertemu tanpa mampu aku jelaskan bagaimana
Akal, Jasad, dan bahkan jiwaku tertunduk patuh

Disenja ini, ia datang sebagai mentari
Yang menerangi dan menghangatkan bumi harapanku
Sungguh, ia adalah angin sepoi yang menyejukkan
Mengiaskan lembah jiwa dengan embun dan nyiur dedaunan
Ciptakan kegembiraan-kegembiraan yang ajaib

jika begitu, biarkan aku yang kesana...
Menjemput sosok yang kurasakan telah begitu akrab
Meski sebenarnya ia tak pernah kukenali
Dalam alam nyataku, Dalam hari-hari yang lalu

Tunggulah aku ditepi malam-malammu
Nantikan aku dalam sujud-sujud panjangmu
Titipkan doa2mu melalui angin malam
Semoga para malaikat mengantarnya sampai ke langit

Biar malam yang menuntun kita
Dan bintang-bintang menjadi pelita bagi jalan ke sana
Sebenarnya kita telah lama akrab, sungguh
Bahkan sejak di alam yang kita sendiri tak mengingatnya

readmore »»ǴǴ

Kamis, 20 Desember 2012

Masalah Dakwah dan Masalah Pribadi Itu Beda!!

Kamis, 20 Desmber 2012

Sepulang ngisi liqo, salah seorang ikhwa, membuka kembali “facebook dakwahnya”. Untuk satu diskusi dengan salah seorang saudaranya yang jauh diseberang sana. Saya mau membagikannya untuk antum semua. Bismillah


Ikhwan A:
Akh, bagaimana pendapat ente. Jika ada kasus seperti ini: ada satu halaqoh sudah gak jalan hampir 2 bulan. Setelah ane tanyain, alasannya karena kesibukan murobbinya, tugas-tugas kantor yang cukup banyak.

Padahal untuk alasan yang sama atau hampir sama dan berulang sampai dua bulan, menurut saya itu sudah tidak layak menjadi alasan

Ikhwan B :
Saya jadi teringat, cerita salah seorang ustad.
Ada satu moment, dimana seorang pimpinan DPTW di satu wilayah, sedang dihadapkan pada dua kondisi yang sama pentingnya. Yang pertama ada rapat DPTW dan dia yang memimpin rapatnya. Yang kedua, dia harus menyiapkan ujian disertasinya esok hari. Tidak mungkin dikerjakan dua-duanya. Tak mungkin juga diabaikan dua-duanya.

Ikhwan A : Jadi apa sikapnya?

Ikhwan B :
Dalam dua keadaan itu, beliau tidak mungkin digantikan. Tapi beliau memutuskan untuk menyiapkan disertasinya dan mengabaikan rapat DPTW. Dan asumsi tersebut benar, salah satu personel DPTW menggantikan beliau untuk memimpin rapat.

Ikhwan A :
Hmmm, aku masih termangu ,meresapi maknanya…..

Ikhwan B :
Jangan mengatakan hal tersebut salah. Karena sikap yang dipilihnya ini dibangun dari asumsi bahwa “ jika tidak ada yang mau menggantikan beliau memimpin rapat DPTW maka biarkanlah keadaan sendiri yang berproses menggantikan beliau”

Ikhwan A :
Berproses menggantikan , itu maksudnya seperti dalam Q.S 5 : 54 ya?

Ikhwan B :
Ya, pada sebagiannya.
Contoh lain, jika pada satu waktu tak ada yang gantikan ente ngisi liqo. “Biarkan saja” seperti itu untuk satu atau dua kali pertemuan

Ikhwan A :
(Masih terus mendengarkan dengan serius) Biarkan? (tanya nya dalam hati)

Ikhwan B :
(lanjut…), karena boleh jadi, absen mengisi liqo akan menegur komitmen orang lain yang malas mengisi liqo. Dan tanamkanlah juga yakin, bahwa dakwah ini milik Allah dan semuanya dalam rekayasa Allah.

Ikhwan A :
Apakah kita juga bisa memahaminya begini: “disisi lain, itu menjadi ujian bagi yang lain untuk siap mengambil tanggung jawab itu, jika kondisinya sudah demikian?

Ikhwan B :
Ya benar. Tapi, yang juga harus dipertegas dalam konteks amanah yang lebih luas adalah bahwa harus ada batas yang tegas antara tanggung jawab dan kebodohan sikap. Keduanya sangat berbeda, dalam konteks ini, meski kadang keduanya tampak sama”

Ikhwan A :
Kebodohan dari siapa dan tanggung jawab dari siapa?

Ikhwan B : dari diri sendiri….

Ikhwan A :
Apa salah, jika mengambil inisiatif untuk menyelesaikan solusi (kasus pada liqoat tadi) karena kesadaran bahwa kader itu milik dakwah? Sebagai bentuk tanggung jawab?
Atau itu yang dimaksud dengan kebodohan? Karena terus membebani diri dengan urusan yang terus menumpuk padahal sebenarnya itu wilayah tanggung jawab orang lain?

Ikhwan B :
Selesaikan amanah yang dibebankan padamu, yang menjadi tanggung jawab pribadimu. Jika masih ada ruang, silahkan bantu orang lain untuk menyelesaikan tanggungjawabnya.

Ikhwan A : ……..(kembali termangu)

Ikhwan B :
Terus menerus mengambil alih tanggung jawab yang merupakan amanah orang lain, itu tidak selalu bijak.

Ikhwan A : ……..(masih termangu)

Ikhwan B :
Penting menurut saya antum memahami kapasitas dan kemampuan diri sehingga mampu memproyeksi batas tanggung jawab yang bisa dipikul.

Ikhwan A : ……..(terus termangu)

Ikhwan B :
Apa artinya berkelompok (berjamaah) jika aktifitas yang dominan adalah aktifitas individu. Saya teringat lagi nasehat seorang ustad.

Ikhwan A : Apa itu?

Ikhwan B :
Walaupun seorang kader ngisi halaqah 3 kali sehari, 7 kali sepekan, itu tak mengurangi beban dakwah setetespun. antum pernah baca kan artikel ustad cahyadi tentang miopy dakwah. Antum sudah lama dalam jamaah ini. Antum cukup banyak menyerap semangat dakwah para asatidz tapi boleh jadi antum jarang menyelami diri antum. terutama konsepsi diri antum

Ikhwan A : trus…..??

Ikhwan B :
harus ada refleksi bentukan yang sesuai antara irama dakwah dan irama hidup. Yaitu kemampuan mengambil sikap yang obyektif di tengah rumitnya masalah dakwah dan masalah hidup

Ikhwan A : Apakah ada contoh teknisnya?

Ikhwan B :
Tidak terlalu jauh, lihatlah sikap hidup para asatidz kita mulai dari ustadz hilmi, ustadz tifatul, ustadz anis matta, dan yang lainnya. Mereka punya masalah dalam pandangan kader seperti kita. Masalah hidup mereka dan masalah dakwah mereka hampir tiada beda

Ikhwan A : (menyimak)

Ikhwan B :
Dibungkus selogan hidup adalah dakwah Tapi ternyata pengakuan mereka dibalik layar sangat beda antara masalah hidup mereka dan masalah dakwah.

Ikhwan A :
mereka tidak pernah membawa masuk masalah hidup pribadi mereka, ke dalam dakwah ini?

Ikhwan B : Na`am. Akhi….

Ikhwa A :
Terdiam. Nampak matanya basah oleh air bening yang mengalir diujung pelupuk matanya.

Inilah dakwah saudaraku, Inilah dakwah saudaraku. Inilah dakwah saudaraku.
Semoga kita kuat. Dengan pemahaman yang mendalam, agar kita tak menjadi lilin yang menerangi sekita tapi terus membunuh diri sendiri

Semoga kita kuat. Karena hari – hari yang kita jalani ini, adalah hari-hari yang akan selalu didatangi oleh ujian yang terus menguji seberapa kuat kita bertahan diatasnya.

Fitnah dihadapan membentang, dan siap memangsa siapa saja yang lemah. Semoga kita semuanya diberikan kekuatan.

Dan jika satu waktu kita hanya boleh memohon satu doa, berdoalah seperti ini:
“Yaa Allah teguhkanlah aku dijalan agama-Mu ini”

readmore »»ǴǴ