Minggu, 11 Januari 2015

Pesan Dari Khandaq: Keluarga Adalah Basis (Bagian 4 - Terakhir)

1. Q.S Al Ahzab ini punya pola pembahasan seperti ini: keluarga - perang ahzab (khandaq) - keluarga #Keluarga

2. Tapi pembahasan ttg #keluarga di awal surah Ahzab ini, dari segi konten sedikit berbeda dg tema keluarga di akhir kisahnya

3. Di awal, surah ini berbicara tentang "keluarga" dlm koteks "hubungan darah" dan "bukan hubungan darah". #Keluarga

4. Misalnya, "anak angkat" dan siapa yg paling punya hak waris: hubungan darah atau hubungan aqidah... #Keluarga

5. Sedangkan, konten #keluarga yg dimaksudkan pd bagian akhir kisah ini, stlh diceritakan peristiwa perang Ahzab, byk bercerita ttg...

6. Bercerita ttg "keluarga inti" Rasulullah: arahan untuk mereka, dan juga aturan hubungan suami-istri secara umum #Keluarga

7. Saya membaca berulang2 terjemahan Q.S Al Ahzab bagian ini, agar sy bisa menemukan "kesan yang lebih kuat". Dan ini hasilnya...#Keluarga

8. Sy mengajukan pertanyaan: Mgp stlh kisah perang Ahzab diceritakan (ayat 26), Ada janji Allah berubah warisan yg byk (ayat 27)? #Keluarga

9. Lalu: Mgp stlh janji warisan itu, Allah memberikan arahan kpd Rasulullah, untuk "memberikan peringatan" kpd istri-istri beliau? #Keluarga

10. Bahkan peringatan ut tidak tergoda pada "dunia" disampaikan dg "sanksi keras". Ceraikan!!. #Keluarga

11. Dan di ayat-ayat selanjutnya dirincikan aturan-aturan perceraian yang di maksud. .#Keluarga

12. Lalu secara khusus: Allah juga menjelaskan aturan menikahi "para hamba sahaya" yang diperoleh dari perang. #Keluarga

13. Saya merasakan pesan yg sangat kuat, dari pola pembahasan Surah Al Ahzab ini. Kira-kira begini. #Keluarga

14. Pertama, dampak dari (kemenangan) perang itu, selain kekuasaan, ada dua yang lainnya: harta (ayat 27) dan wanita-wanita. #Keluarga

15. Tp, yg plg mgkn "menyalahgunakan" harta dari perang ini ad "struktur inti" keluarga (istri) krn fitrahwi mrk mmg menyukai itu #Keluarga

16. Maka turunlah arahan dlm banyak ayat, kepada Istri-istri Rasulullah, untuk tidak berhias berlebihan dan seterusnya... #Keluarga

17. Bhw para istri Nabi itu berbeda, mereka adalah "teladan" bagi wanita-wanita (muslim) lainnya. (ayat 32). #Keluarga

18. Nampaknya ini pesan: yg paling mungkin mengganggu kuasa seorang pemimpin ad "istri" mereka. Sy kira byk kisah nyata ttg ini #Keluarga

19. Kedua, selain harta, dampak yg ditimbulkan oleh kemenangan dalam perang itu adalah "wanita tawanan perang". Dan ini jg godaan #Keluarga

20. Jika harta lbh banyak diarahkan peringatannya kpd para istri Nabi, maka ttg wanita tawanan perang ini, Allah memberikan arahan #Keluarga

21. Kira2 begini: "nikahilah mereka tapi dalam jumlah yang telah ditetapkan". Jangan lebih dari itu (ayat 50-52). Silahkan baca #Keluarga

22. Kenapa? Karena wanita itu mmg sesuatu yg jg sangat diinginkan (dalam perang). Maka harus diberikan batasan. #Keluarga

22. Kita tahu persis, bhw raja-raja di bani abbasiyah, memiliki ribuan "istri'. Ini adalah dampak dari kuasa dan kemenangan. #Keluarga

23. Tetapi perilaku inilah, yg menjadi salah satu sebab penting dari kemunduran "kekuasaan" islam di masa lampau. #Keluarga

24. Ketika para penguasa islam berfoya-foya atas harta dan wanita. #Keluarga

25. Jdi jika Q.S. Al Ahzab ini memberikan pola pembahasan seperti ini: Keluarga - Perang - Keluarga, maka itu adalah pesan bahwa...#Keluarga

26. Bahwa keluarga adalah basis, yang menentukan keberhasilan dalam setiap perang (perjuangan). Tapi jg sekaligus berpotensi... #Keluarga

27. Tapi juga sekaligus, berpotensi menjadi faktor "penyebab kegagalan" dalam setiap perjuangan dan pengelolaan hasil kemenangan. #Keluarga

28. Keluarga ad tempat kita mengumpulkan energi dlm perjuangan, mk ia harus "dikondisikan" untuk kondusif mendukung perjuangan. #Keluarga

29. Sekali lagi, ini hanyalah kesan. Dan jika ayat-ayat ini diturunkan kpd Rasulullah, nampaknya ini jg adalah pesan, bhw ... #Keluarga

30. Para lelaki (suami) adalah faktor penting yang menentukan kesuksesan itu. Wallahualam. #Keluarga
readmore »»ǴǴ

Jumat, 09 Januari 2015

Tragedi "Kantor Majalah Satire Cahrlie Hebdo" dan Citra Umat Islam

Apakah kasus penyerangan "Kantor Majalah Satire Cahrlie Hebdo di Paris" ini akan "merusak cintra Islam"??

Saya mengatakan: "dampaknya akan kecil, terhadap perusakan cintra islam". Meskipun kasus ini, kesalahan berpikir para penyerang tersebut, tentu membuat "para pembenci islam" sedikit bisa tersenyum.

Mengapa? Karena dasar filsafat hidup orang-orang eropa/barat itu adalah "rasionalitas", mereka terlalu rasional. Isu yang mereka terima tidak otomatis mereka terima sebagai kebenaran.

Hal sebaliknya justru terjadi pada sebagian (mungkin banyak) muslim, yang aspek "emosi" mereka terlalu dominan. Itulah sebabnya, mereka mudah marah ketika "simbol-simbol agama" mereka dihina. Semangat ini bagus saja, tapi mungkin perlu dikoreksi lebih jauh.

Saya termasuk orang yang meyakini, bahwa islam ini, di era ini, akan dimenangkan dengan "kemenangan pemikiran", saya selalu menyebutnya dengan "kontestasi ide". Islam tidak akan dimenangkan dengan "tembak-tembakkan", Hujat-hujatan.

Seharusnya dasar ilmiah ini perlu kita ingat baik-baik:
1. Pasca penyerangan WTC, dengan menyematkan "teroris islam", justru orang-orang Eropa makin banyak yang masuk islam, padahal isu negatif terhadap islam begitu masif. Kenapa? karena orang2 eropa terlalu rasional untuk mengukur nilai kebenaran suatu peristiwa

2. Sekarang ini, ketika beberapa kalangan berupaya mengidentikkan "islam sebagai teroris", justru orang-orang eropa yang masuk islam semakin banyak.

3. Atau ketika beberapa kartunis eropa, membuat karikatur yang menghina Rasulullah, orang-orang eropa justru penasaran dengan "sosok Muhammad", mereka mencari informasi tentang beliau, hasilnya? tidak seperti apa yg digambarkan para kartunis itu. Beberapa dari mereka pun akhirnya memilih islam.

Orang-orang islam perlu mengingat dengan sungguh-sungguh nasehat Dr. Yusuf Qaradawy ini: "Romawi ke-2 (Roma) akan dibebaskan dengan lisan"...

Jika umat islam ingin mempercepat laju penguasaan hati manusia,memenangkan gagasan islam, mereka harus belajar dan mengoreksi diri. Khususnya beberapa kalangan yang selalu "mendahulukan kekerasan" untuk menyampaikan kebenaran yang mereka yakini. Dan memulai gagasan tentang "adu gagasan" dengan aliran-aliran pemikiran yang saat ini ada.
readmore »»ǴǴ

Menghemat Biaya Iklan, Melalui Iklan Kontroversi (Analisis Media)

Beberapa hari lalu saya menonton salah satu film. Film Korea. "Pinoccio" judul film tersebut. Film ini bercerita tentang "pertarungan" para wartawan dari industri-industri media yang berbeda, dalam memenangkan hati publik. Salah satu hal yang saya peroleh dalam film tersebut adalah tentang "Trik marketing melalui tema-tema kontroversi".

Di film tersebut ada kasus begini: Ada kasus pencurian tas di salah satu distributor tas yg sebenarnya toko tersebut tidak begitu populer. Produknya juga tidak begitu dikenal. Sampai salah seorang pria mencuri tas di toko tersebut. Pencurian tersebut juga dilakukan karena sang ayah tidak punya cukup uang untuk membelikan tas baru bagi anaknya.

Dari latar belakang ekonomi, sang pemilik toko sebenarnya "memaafkan si pria tersebut". Apalagi karyawan-karyawannya juga meminta si pemilik untuk memaafkan si pelaku. Selain itu, beberapa karyawan menyarankan untuk tidak memperpanjang kasus ini, karena bisa saja menjadi heboh dan tersebar melalui media-media yang ada . Tapi si pemilik tetap memutuskan untuk tetap "mempolisikan" si maling.

Beberapa hari kemudian, wartawan datang. Dan lalu memuat pemberitaan, headline dalam media-media mereka, yang berisi serangan dan hujatan bagi toko dan pemilik toko.

Dampaknya apa? Berita tentang toko tersebut tersebar begitu luas. Begitu populer. Dan orang-orang mulai penasaran. Bahkan penduduk dari beberapa negara bagian lainnya, datang khusus ke toko tersebut untuk mengecek dan bahkan mereka juga membelinya.

Sekarang saya menyaksikannya

Iklan "Mesum" salah satu produk rokok, nampaknya menggunakan teori yang sama.

"Rokok tersebut" kini begitu populer. Jadi bahasan para netizen. Dan sudah terlalu populer dan menimbulkan rasa penasaran secara luas. Apakah kini, ketika "Perusahan terkait" memutuskan untuk "mengganti iklan mesum" tersebut mereka menjadi rugi?. Menurut saya tidak sama sekali. Toh, yang sebenarnya produk yang mereka jual adalah "rokok" bukan "iklan mesum'.

Sekali lagi, kini "Sang rokok" telah jadi perbincangan banyak orang. Dan saya punya keyakinan bahwa ini akan punya dampak pada peningkatan penjualan rokok ini. Dari segi pembiayaan, saya kira Perusahaan yang memproduksi roko tersebut telah bisa berhemat sekian banyak uang untuk pembiayaan iklan. Mereka telah beriklan gratis

Bersosial media memang butuh "sikap yang tepat", agar perlawanan kita terhadap hal-hal "buruk", bukan justru semakin membuat "kejelakan itu terus tumbuh" dan bahkan berhasil.
readmore »»ǴǴ

Sabtu, 03 Januari 2015

Dalam Pesan Peradaban Ini Aku Ucapkan: Selamat Datang !!!

1. Breaking News.... #Pressrelease

2. Jadi waktu itu teman saya tanya: Temanya apa?. Saya Jawab: Peradaban... #Pressrelease

3. Ketika saya mengajukan tema itu, saya membayangkan apa yg bisa menjadi "simbol" yg representatif ut kata "peradaban" #Pressrelease

4. Ada beberapa. Pertama, Al Quran. Karena inilah dasar nilai hidup kita sebagai muslim. Maka harus ada. #Pressrelease

5. Kedua. Komputer (Laptop). Karena inilah simbolisasi kemajuan capaian pengetahuan manusia, khususnnya dalam hal teknologi #Pressrelease

6. Tapi itu tidak cukup. Butuh panduan yg lebih praktis. Mk, Ketiga, simbolisasi praktis itu adalah buku Ust Cahyadi #Pressrelease

7. Lalu saya bayangkan, bhw tema kebangkitan peradaban itu, unsur waktu jadi salah satu yg penting. Kalender, representasenya #Pressrelease

8. Imajinasiku berlanjut: Darimana harus dimulai? Teringat Iqbal: ..."Dan nafas cintanya meniup kuncupku mekar jadi bunga" #Pressrelease

9. Itu perasaan Iqbal thdp gurunya. Ada proses "penumbuhan" tanpa henti. Seperti yg dilakukan sang Guru kpd Iqbal. #Pressrelease

10. Pertanyaan belanjut: Apa yg bisa membuat proses penumbuhan itu terjadi tanpa henti? Saya teringat nasehat Fathi Yakan #Pressrelease

11. Beliau memisalkan kebajikkan pribadi itu seperti air. Jika terus mengalir, maka ia takkan membusuk. #Pressrelease

12. Jika air itu terus mengalir, maka aliran air itu akan membuat air yg diam, jk terus diam akan busuk, bisa jadi tetap baik. #Pressrelease

13. Air kebajikan takkan pernah berhenti mengalir jika ia punya mata air kebajikan yang tak pernah habis. Itulah Al Quran. #Pressrelease

14. Jika dalam lingkup yang terkecil, buku Ust Cahyadi ad representase praktisnya, maka di lingkup yg luas jg hrs ada #Pressrelease

15. Saya membayangkan. Tema kebangkitan itu harus mulai dari rumah. Lalu Indonesia. Dan lalu dunia seluruhnya. #Pressrelease

16. Simbolisasi untuk Indonesia apa? Saya teringat proklamator. Tapi apa yg bisa representatif ut jadi bahan? Buku. #Pressrelease

17. Mengapa buku? karena buku adalah salah sumber "mata air" kehidupan. Tempat belajar. Dari kisah orang-orang besar #Pressrelease

18. Saya memilih "Penyambung Lidah Rakyat" sebagai simbolisasi Ir. Soekarno. "Untuk Negeriku" sbg simbolisasi Moh. Hatta #Pressrelease

19. Tapi kedua tokoh itu memerankan apa? Dulu, waktu mahasiswa saya suka sekali membaca salah satu buku karya pak @anismatta #Pressrelease

20. "Serial Kepahlawanan". Saya suka sekali baca buku itu. Salah satu buku favorit. Sy baca lebih 10 kali buku itu. #Pressrelease

21. Dan setiap kali membutuhkan tema-tema tertentu, sy membacanya lagi. Untuk mjd perspektif tambahan dlm hidup #PressRelease

22. Maka buku ini juga harus dimasukkan. Jadinya tiga buah buku. #Pressrelease

23. Orang-orang nanti mungkin akan berpikir: "ah, kamu terlalu pengkhayal". Bagi saya, kalimat itu tdk begitu penting #Pressrelease

24. Obsesi sebesar itu harus ada. Ia hanya perlu dijalani dengan kerendahan hati yang penuh. Dg Kesabaran tanpa batas. #Pressrelease

25. Dengan kemampuan memahami tanpa henti. Serta proses pembelajaran yang tak pernah berakhir. #Pressrelease

26. Tapi kita perlu membuat "peta mimpi masa depan kita". Agar kita mengerti, kita akan berjalan kemana kelak #Pressrelease

27. Seperti ketika saya menjalani masa akhir kuliah saya bbrp tahun lalu. Saya suka sekali membaca Q.S Yusuf dan tafsirnya. #Pressrelease

28. Mengapa? karena Nabi Yusuf "nampaknya" merepresentasekan anak-anak muda, yg akhirnya "lepas" dari asuhan ayah ibunya #Pressrelease

29. Dan lalu beliau menjalani hidup yang rumit di luar rumah. Penuh ujian. Sebelum mendapatkan posisi yang terhormat di Mesir #Pressrelease

30. Jadi ini juga harus punya perspektif. Harus ada peta jalan. Sambil jalan, jika ada yg kurang, akan kita koreksi :) #Pressrelease

31. Ya Rasulullah, engkaulah tempat peneladanan yang terbaik. Kami rindu padamu. #Pressrelease

32. Semoga kelak, kami semua, bisa duduk bersamamu di beranda syurga sembari menikmati secangkir kopi hangat. #Hujan #Pressrelease

33. Selamat datang tahun 2015....Sekian. #Pressrelease

readmore »»ǴǴ

Selasa, 30 Desember 2014

Sastra Untuk Kebenaran

Membaca sejarah itu seperti engkau sedang mengembara dalam rimba sejarah manusia, untuk menemukan jalan menuju masa depan

Sastra, telah memenangkan para filsuf atas ulama-ulama islam pada kurun tertentu di masa lalu dalam berebut hati manusia

Mengapa Sastra? Karena manusia suka keindahan...itu tabiat alamiah. Harus kita pahami, apalagi dalam konteks masyarakat awam

Masyarakat awam menyukai hal yang indah, sedangkan urusan benar salah bukanlah yang utama yang menentukan ketertarikan mereka

Itulah sebabnya, artis lebih populer daripada ulama.

Itulah sebabnya, konser musik lebih ramai dibandingkan ceramah para ulama

Sastra itu memberi energi pada kata.

Sastra itu menghentak jiwa....dan meninggalkan jejak yang kuat pada ingatan

Maka tak ada kebenaran yang bisa menang jika disampaikan bersama ejekkan dan olokan.

Kebenaran harus punya pesona agar ia memenangkan hati manusia. Dan sastra, adalah salah satu yang mengindahkannya

Sastra mengubah kata-kata menjadi sihir

Maka Rasulullah dimukjizati "kata". Dan itulah juga yang beliau wariskan. Tak ada kata-kata seindah ketika Al Quran bertutur.

Maka jadilah engkau penutur kebenaran yang mampu memberikan pesona pada kata.
readmore »»ǴǴ