Kenaikan BBM memang sering menyisakan banyak cerita. ungkapan sang sopir diatas mungkin dapat mewakili perasaan supir pete2 lainnya, ibu-ibu, dan semua orang yang terkena imbas kenaikan BBM di negeri ini, juga menjadi gambaran tentang pemahaman masyarakat dibangsa ini.
"Aku Telah Berjanji Kepada Sejarah Untuk Pantang Menyerah, Berselempang Semangat Yang Tidak Pernah Mati"
Kamis, 22 Mei 2008
Aksi Kenaikan BBM VS BLT
Kenaikan BBM memang sering menyisakan banyak cerita. ungkapan sang sopir diatas mungkin dapat mewakili perasaan supir pete2 lainnya, ibu-ibu, dan semua orang yang terkena imbas kenaikan BBM di negeri ini, juga menjadi gambaran tentang pemahaman masyarakat dibangsa ini.
Senin, 19 Mei 2008
Dinamika Islam Indonesia
Konspirasi terhadap Pergerakan Islam
dalam banyak catatan sejarah diceritakan betapa nilai Islam begitu kental mempengaruhi perjuangan kemerdekaan. Akan tetapi alur kehidupan bangsa selanjutnya seolah tidak mengenal mereka. Terjadi sebuah Konspirasi yang teratur dan terencana untuk melemahkan nilai-nilai Islam dalam hidup berbangsa dan bernegara.
Pertama, penghapusan kata "Islam" dalam UUD 1945, baik dalam pembukaan maupun dalam batang tubuhnya. pencoretan itu terdapat pada pasal 6 dan pasal 29
kedua, penetapan pancasila sebagai asas tunggal., sebagai putusan sidang MPR 1983. Pergerakan Islam dalam bentuk organisasi di jauhkan dari substansi pergerakan Islam. Partai dan Ormas Islam dilarang memakai dasar Islam
ketiga, Memanipulasi sejarah. Banyak peran Umat Islam yang sengaja di kaburkan. Bahkan di buat simbol untuk semakin melemahkan semangat keislaman dalam pergerakan formal. Misalnya Sejarah SDI atau syarikat Dagang Islam atau yang kemudian dikenal sebagai SI (syarikat Islam). yang jelas lahir 3 tahun sebelum Budi Utomo. Namun, yang diperingati sebagai tonggak kebangkitan Nasional Bukan SI melainkan Budi Utomo.
Rabu, 16 April 2008
Menilai Pentingnya Kesatuan di tengah besarnya Konspirasi Global
Wihdah, Haruskan Ada ???
Oleh : Arif Atul Mahmudah Dullah
EfKaeM `05
Ketika kondisi berbagai aspek kehidupan dihadapkan pada begitu banyak masalah, mulai dari permasalahan ekonomi, politik sampai kepada permasalahan dekadensi moral masyarakat dan pemimpin, sudah saatnya kita semua berupaya mencari solusi terbaik dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan tersebut.
Islam telah membangun dan meletakkan dasar sebuah peradaban besar hanya dalam waktu yang begitu singkat yaitu hanya sekitar 23 tahun. Hal ini tentu saja tidak bisa terlepas dari kekuatan besar dan kemampuan memanajemen potensi-potensi besar dalam masyarakat. Dialah Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian negarawan-negarawan besar yang merupakan arsitek-arsitek peradaban besar seperti Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali sampai pada Umar bin Abdul Aziz.
Lihatlah dan dalamilah firman Allah SWT yang mengatakan bahwa ”Hai orang-orang yang beriman berpegangtegulah kamu kepada tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai berai”
Perkara Wihdah (persatuan) merupakan hal yang mutlak di butuhkan, meskipun itu hanya dalam sebuah organisasi kecil misalnya. Mengapa?? Sebab, orang-orang diluar sana yang sangat ingin menghancurkan kita, memiliki rencana yang teroganisir dengan sangat baik. Simaklah dengan baik ungkapan bahwa ” Kekeruhan jama`ah, kata Imam Ali bin Abi Thalib r.a jauh lebih baik dari pada kejernihan individu”
Gambaran Pergerakan Mahasiswa Hari ini
“
Hari ini gerakan mahasiswa benar-benar lesu, bahkan bisa dikatakan mati. Sebab hari ini kita tidak dapat lagi menyaksikan sebuah gerakan mahasiswa yang mampu memberikan suatu tawaran yang memang benar-benar di butuhkan oleh zaman ini.
Kalau kita menilik pada sejarah maka kita akan melihat bahwa pergerakan mahasiswa pada angkatan `08, angkatan `28, angkatan `45, angkatan `66 dan angkatan `98, ternyata mereka mereka memiliki pola pergerakan yang sama tetapi tawaran yang mereka berikan itu berbeda sesuai apa yang menjadi kebutuhan zamannya, masyarakatnya, dan orang-orangya.
Mahasiswa angkatan `98 misalnya, mampu menghasilkan letupan besar pada sejarahnya sebab ia mampu menghadirkan sebuah gerakan moral yang memang dibutuhkan pada masanya yang berbeda sama sekali dengan angkatan-angkatan diatasnya tetapi sekali lagi pola dan pelakunya sama, mahasiswa.
Itulah masalahnya. Hari ini kita masih berada dalam kondisi yang memang tidak mampu menterjemahkan apa yang dibutuhkan pada masa ini untuk menghasilkan sebuah gerakan yang benar-benar real.
Hari ini kita masih berada pada batasan wilayah pergerakan yang sifatnya taklid, tanpa pernah mencoba untuk memahami zamannya, apa yang dibutuhkan zamannya.
Pada proses pewarisan ideologi, pola pikir dari pada gerakan sebelumnya kepada generasi lanjutan tidak harus sama. Mengapa sebuah gerakan yang dibawa oleh seorang Muhammad SAW mampu menghasilkan sebuah peradaban yang monumental sampai saat ini?-belum ada satu pun peradaban yang menyamainya sampai saat ini- karena proses pewarisan itu hanyalah nilai-nilainya-kecuali untuk hal-hal yang sifatnya ibadah. Karena kondisinya memang tidak persis sama dengan zaman dulu.
Makanya untuk sebuah gerakan mahasiswa saat ini sekali lagi perlu menghadirkan sebuah pola gerakan yang mungkin memang berbeda sama sekali dengan gerakan sebelum karena memang kebutuhannya berbeda.
oleh : Arif Atul M Dullah
Selasa, 15 April 2008
Pemilu Raya Unhas 2008
Hari ini ketika kita berbicara tentang lembaga kemahasiswaan BEM maka kebanyakan kita akan menemukan sikap acuh/ tidak peduli dari mahasiswa. Dimana-mana mahasiswa kebanyakan, sibuk dengan aktivitas akademiknya, aktivitas laboratorium, sibuk dengan tugas-tugas kuliah. Maka sesungguhnya mahasiswa jenis ini adalah jenis mahasiswa yang tidak secara total mengamalkan tri dharma perguruan tinggi. Melupakan salah satu tugasnya terutama pengabdian kepada masyarakat, untuk mengawal isu-isu kemasyarakatan.
Tanpa adanya wadah tersebut, dalam hal ini BEM Unhas, maka segenap civitas Unhas akan mengalami kesulitan untuk mengawal isu tersebut. Karena untuk menghasilkan sebuah pergerakan yang besar dalam mengawal isu tersebut maka BEM Unhas menjadi sebuah keharusan dalam rangka mempersatukan ide, kekuatan dan segala yang dibutuhkan dalam rangka mewujudkan kampus yang memang benar-benar mampu menghadirkan rasa nyaman bagi masyarakat kampus untuk mengamalkan tri dharma perguruan tinggi
Oleh :
