Kamis, 05 Juni 2008

Fenomena Fanatisme Golongan yang Ekstrim

Dari waktu ke waktu di negeri-negeri islam muncul fenomena baru dan tidak lazim. Barangkali di balik itu semua ada kekuatan yang menggerakkannya, dengan tujuan minimal memalingkan umat islam dari urusan-urusan pokok mereka. Mereka disibukkan dengan sengketa internal yang terus marak. Sengketa internal yang menyebabkan mereka menjadi lemah, acuh tak acuh dan buta terhadap konspirasi jahat yang tengah mencengkram
Yang menarik adalh bahwa fenomena ganjil ini terkadang kalau tidak boleh disebut sering dibungku dengan baju ilmiah dan syariat, padahal hakekatnya jauh dari hal-hal tersebut.
kini, fenomena ini terus menghiasi wialay-wilayah Islam. Disaat kekuatan musuh telah bergerak untuk mengahancurkan Islam baik dari dalam maupun dari luar. Mereka bekerja sama membuat proyek yang diluarnya tampak baik dan bahkan Islami, namun didalamnya tersimpan kebusukan. Di saat umat islam harus bahu-membahu, baik secara individu maupun kelompok, dalam rangka mengahdapai konspirasi yang terjadi justru sebaliknya
Mereka ingin menghapus saran dan segala event yang bisa dimanfaatkan umat islam sekarang untuk mempelajari islam dan mempedalam agamanya, disamping meningkatkan kesadaran akan problem kekinian dalam prespektif Islam. Mereka beralasan bahwa semua itu bid`ah dan Rasulullah tidak pernah melaksanakannya. Seakan mereka ingin agar umat Islam menghindar dari realitas yang sedang terjadi, serta mengambil jarak dari peristiwa yagn melingkupingnya sehingga mereka senantiasa terpencil dari kepemimpina umat.
Bagaiamana tidak? Ketika diadakan suatau peringatan Isra`Mi`raj-misalnya-dengan tujuan untuk megingatkan kaum muslim dan perjalan hidup Nabi mereka, untuk menceritakan kembali berbagai peristiwa dan mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa tersebut, sebaimana disebutkan oleh Allah, Nabi-Nya dengan Al Qur`an dan Hadist shahih, kemudian mengaitkan dengan realitas umat saat ini serta merta mereka mengatakan bid`ah.
Mereka lupa bahwa pengungkapan sejarah para nabi dan rasul serta kisah-kisah banyak disebutkan di dalam Al Qur`an
"maka ceritakanlah kepada mereka kisah-kisah itu agar mereka berpikir" ((Al A`raf : 176)
Mereka juga luap bahwa Nabi dalam mengambil manfaat dari momentum dan perayaan untuk menggelar nilai-nilai Islam serta menyampaikan dakwahnya.
Ibnu Ishak pernah berkata "Rasulullah melakukan seperti itu ketiak orang -orang sedang berkumpul disebuah acara, beliau datang kepada mereka untuk menyeru kabilah kepada Allah dan Islam.
Mana yang disebut bid`ah, bila kita mengambil manfaat dari event untuk menyebarkan islam kepada manusia dengan cara seperti itu tanpa menganggap bahwa perayaan itu sebagai bagian dari Syariat.
Suatu ketika Rasulullah merasa harus mengingatkan sahabatnya agar merendahkan suaranya ketika takbiratul ihra-ketika itu mereka sedang dalam keadaaan bepergian-beliau tidak serta mengatakan bahwa itu adalah bid`ah akan tetapi meluruskannya dengan menunjukan apa yangs semestinya dilakukan denga seraya besabda :
" Wahai manusia tahanlah, sesungguhnya kalian tidak sedang menyeru Dzat yang tuli dan tidak hadir di hadapanmu. Bukhari
Dikutip dari buku "Robohnya Dakwah di Tangan Dai" Karya : Fathi Yakan
readmore »»ǴǴ

Kamis, 22 Mei 2008

Aksi Kenaikan BBM VS BLT

"Mahasiswa aksi lagi, jalan macet, kita gak bisa kerja dengan lancar, yah...kalau BBM naik harga -harga juga ikut naik" ucap salah seorang supir pete2 kampus.

Kenaikan BBM memang sering menyisakan banyak cerita. ungkapan sang sopir diatas mungkin dapat mewakili perasaan supir pete2 lainnya, ibu-ibu, dan semua orang yang terkena imbas kenaikan BBM di negeri ini, juga menjadi gambaran tentang pemahaman masyarakat dibangsa ini.

Mahasiswa yang katanya agent control selalu menjadi komponen masyarakat yang paling awal bereaksi terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah termasuk harga BBM ini. Mereka dengan semangat memperjuangkan nasib rakyat harus "turun kejalan" melakukan aksi kenaikan BBM, mungin dengan meninggalkan kuliah, berpanas-panas dibawah matahari, haus, dahaga dan mungkin juga terkena pentungan aparat keamanan.

Namun ada hal yang sebenarnya menjadi permasalahan yang jauh lebih besar. sebab, ketika mahasiswa turun kejalan masyarakat berlomba-lomba mengurus kartu BLT (bantuan langsung tunai) dari pemerintah. Inilah masalahnya.
Ternyata para mahasiswa yang turun ke jalan untuk meperjuangkan nasib rakyat ternyata seolah hanya memperjuangkan nasib mereka sendiri. Ditengah besarnya gelombang aksi menentang kenaikan BBM, gelombang masyarakat untuk mendapatkan kartu BLT mungkin jauh lebih besar dari itu.
Hal inilah yang seharusnya kita tuntaskan di bangsa ini. Bangsa ini ternyata masih banyak dihuni oleh orang-orang yang hanya memikirkan bagaimana ia bisa hidup dulu hari ini. tidak berpikir lebih dari itu. mereka begitu mudah dibayar dengan harga ratusan ribu untuk sebuah kebijakan yang sebenarnya sangat menyengsarakan mereka.
Masyarakat di negeri ini, masih harus disadarkan terlebih dahulu, tentang arti harga diri, arti kemanusiaan, arti makan, arti segalanya. Mereke belum memahami hakekat itu, bahwa hidup ini bukan hanya makan, bahwa hidup bukan hanya sehari, karean hidup ini lebih dari nilai-nilai itu. Proses penyadaran masyarakat memang harus selalu digalakkan.
Kepada teman-teman yang sering turun aksi, salam untuk semuanya. Perjuangan itu sudah harus melihat kepada hal lain. tentang proses penyadaran masyarakat akan hakekat kemanusiaan. bahwa mereka memiliki jati diri sebagai bangsa yang kaya. Bangsa yang melimpah sumber dayanya.
readmore »»ǴǴ

Senin, 19 Mei 2008

Dinamika Islam Indonesia

Dinamika Islam di Indonesi tidak bisa lepas dari kisah para Wali. Merekalah penggerak awal proses Islamisasi dalam konteks Indonesia. Mereka mencapai sukses mengislamkan tanah jawa pada pertengahan abad ke 16. Namun setelah itu pergerakan Islam tersendat ditandai dengan kedatangan Belanda yang kemudia berkuasa selam lebih dari tiga ratus tahun lamanya ( 1602-1942)

Konspirasi terhadap Pergerakan Islam

dalam banyak catatan sejarah diceritakan betapa nilai Islam begitu kental mempengaruhi perjuangan kemerdekaan. Akan tetapi alur kehidupan bangsa selanjutnya seolah tidak mengenal mereka. Terjadi sebuah Konspirasi yang teratur dan terencana untuk melemahkan nilai-nilai Islam dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Pertama, penghapusan kata "Islam" dalam UUD 1945, baik dalam pembukaan maupun dalam batang tubuhnya. pencoretan itu terdapat pada pasal 6 dan pasal 29

kedua, penetapan pancasila sebagai asas tunggal., sebagai putusan sidang MPR 1983. Pergerakan Islam dalam bentuk organisasi di jauhkan dari substansi pergerakan Islam. Partai dan Ormas Islam dilarang memakai dasar Islam

ketiga, Memanipulasi sejarah. Banyak peran Umat Islam yang sengaja di kaburkan. Bahkan di buat simbol untuk semakin melemahkan semangat keislaman dalam pergerakan formal. Misalnya Sejarah SDI atau syarikat Dagang Islam atau yang kemudian dikenal sebagai SI (syarikat Islam). yang jelas lahir 3 tahun sebelum Budi Utomo. Namun, yang diperingati sebagai tonggak kebangkitan Nasional Bukan SI melainkan Budi Utomo.
readmore »»ǴǴ

Rabu, 16 April 2008

Menilai Pentingnya Kesatuan di tengah besarnya Konspirasi Global

Wihdah, Haruskan Ada ???

Oleh : Arif Atul Mahmudah Dullah

EfKaeM `05

Ketika kondisi berbagai aspek kehidupan dihadapkan pada begitu banyak masalah, mulai dari permasalahan ekonomi, politik sampai kepada permasalahan dekadensi moral masyarakat dan pemimpin, sudah saatnya kita semua berupaya mencari solusi terbaik dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Pemimpin, merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi baik tidaknya, berjalan atau mandeknya suatu organisasi tak terkecuali Negara.

Islam telah membangun dan meletakkan dasar sebuah peradaban besar hanya dalam waktu yang begitu singkat yaitu hanya sekitar 23 tahun. Hal ini tentu saja tidak bisa terlepas dari kekuatan besar dan kemampuan memanajemen potensi-potensi besar dalam masyarakat. Dialah Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian negarawan-negarawan besar yang merupakan arsitek-arsitek peradaban besar seperti Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali sampai pada Umar bin Abdul Aziz.

Permasalahaannya adalah saat ini memang tidak ada sosok manusia dengan misi besar untuk memperbaiki kondisi saat ini. Nah, sosok pemimpin seperti apakah yang memang memiliki kemampuan tersebut ??

Solidarity maker adalah salah kemampuan yang mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin. Lihatlah misalnya kondisi kita hari ini, banyak orang yang memiliki keahlian dibidangnya namun tetap saja tidak dapat menyelesaikan masalah yang ada, hal ini karena tidak adanya penyatuan potensi yang ada. Permasalahan kita hari ini bukan karena tidak adanya orang-orang pandai, tetapi orang-orang pandai itu justru hanya berserakan bagaikan daun-daun atau hanya menjadi sebatan lidi tanpa mampu berbuat banyak.

Lihatlah dan dalamilah firman Allah SWT yang mengatakan bahwa ”Hai orang-orang yang beriman berpegangtegulah kamu kepada tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai berai”

Perhatikan pula apa yang dilakukan pertama kali oleh Rasulullah SAW pada saat hijrah adalah mempersatukan dua golongan manusia (muhajirin dan ansar) yang dahulu berpecah. Merajut cinta diantara mereka, menyatukan potensi dan kekuatan di antara mereka kemudian tejadilah sebuah ledakan pada momentum sejarah lahirnya peradaban besar.

Perkara Wihdah (persatuan) merupakan hal yang mutlak di butuhkan, meskipun itu hanya dalam sebuah organisasi kecil misalnya. Mengapa?? Sebab, orang-orang diluar sana yang sangat ingin menghancurkan kita, memiliki rencana yang teroganisir dengan sangat baik. Simaklah dengan baik ungkapan bahwa ” Kekeruhan jama`ah, kata Imam Ali bin Abi Thalib r.a jauh lebih baik dari pada kejernihan individu”

readmore »»ǴǴ

Gambaran Pergerakan Mahasiswa Hari ini



Setiap Masa ada Pahlawannya dan Pahlawan itulah yang melahirkanm Sejarah, bukan sejarah yang melahirkan pahlawan”

Itulah ungkapan yang mungkin dapat mewakili gambaran tentang kondisi pergerakan mahasiswa hari ini. Mengapa hari ini kita melihat pergerakan mahasiswa seolah-olah bergerak hanya ditempat ia berdiri,tanpa mampu menghasilkan sebuah letupan gerakan yang benar-benar berarti? Karena memang begitulah kondisinya

Hari ini gerakan mahasiswa benar-benar lesu, bahkan bisa dikatakan mati. Sebab hari ini kita tidak dapat lagi menyaksikan sebuah gerakan mahasiswa yang mampu memberikan suatu tawaran yang memang benar-benar di butuhkan oleh zaman ini.

Kalau kita menilik pada sejarah maka kita akan melihat bahwa pergerakan mahasiswa pada angkatan `08, angkatan `28, angkatan `45, angkatan `66 dan angkatan `98, ternyata mereka mereka memiliki pola pergerakan yang sama tetapi tawaran yang mereka berikan itu berbeda sesuai apa yang menjadi kebutuhan zamannya, masyarakatnya, dan orang-orangya.

Mahasiswa angkatan `98 misalnya, mampu menghasilkan letupan besar pada sejarahnya sebab ia mampu menghadirkan sebuah gerakan moral yang memang dibutuhkan pada masanya yang berbeda sama sekali dengan angkatan-angkatan diatasnya tetapi sekali lagi pola dan pelakunya sama, mahasiswa.

Itulah masalahnya. Hari ini kita masih berada dalam kondisi yang memang tidak mampu menterjemahkan apa yang dibutuhkan pada masa ini untuk menghasilkan sebuah gerakan yang benar-benar real.

Hari ini kita masih berada pada batasan wilayah pergerakan yang sifatnya taklid, tanpa pernah mencoba untuk memahami zamannya, apa yang dibutuhkan zamannya.

Pada proses pewarisan ideologi, pola pikir dari pada gerakan sebelumnya kepada generasi lanjutan tidak harus sama. Mengapa sebuah gerakan yang dibawa oleh seorang Muhammad SAW mampu menghasilkan sebuah peradaban yang monumental sampai saat ini?-belum ada satu pun peradaban yang menyamainya sampai saat ini- karena proses pewarisan itu hanyalah nilai-nilainya-kecuali untuk hal-hal yang sifatnya ibadah. Karena kondisinya memang tidak persis sama dengan zaman dulu.

Makanya untuk sebuah gerakan mahasiswa saat ini sekali lagi perlu menghadirkan sebuah pola gerakan yang mungkin memang berbeda sama sekali dengan gerakan sebelum karena memang kebutuhannya berbeda.

oleh : Arif Atul M Dullah

readmore »»ǴǴ