Jumat, 22 Maret 2013

Memberi Makna Perjumpaan Pada Perpisahan

Kamis, 22 Maret 2013

Apa itu perpisahan?
Apa makna perpisahan dalam jiwa para pejuang?
Apakah itu berarti duka, atau rindu yang akan bisa membunuhmu?

Lalu apa makna perjumpaan?
Apa makna perjumpaan di hati para perindu?
Apakah berarti bahagia atau saat engkau lepaskan dahaga rindu?

Apa yang mendasari perjumpaan itu?
Di atas apakah perpisahan terjadi?

Bagi mereka, Perpisahan adalah penyebaran benih-benih kebangkitan,
yang kelak akan menjadi pohon-pohon penopang kejayaan

Bagi mereka, Perjumpaan adalah dirangkainya tiang-tiang kebangkitan,
jelang ditegakkannya imperium kejayaan

Adakah makna perpisahan yang lebih agung dari makna itu?
Adakah perjumpaan yang lebih dahsyat nilainya dari makna itu?

Tak ada lagi yg melebih makna perpisahan yang begitu.
Kecuali perjumpaan, itulah reuni para penghuni syurga

Saat, dimana mereka bercengkrama dalam kegembiraan.
Menceritakan ulang, seluruh kisah dan peristiwa yang mengantar mereka ke syurga itu

Jadi, mengapa harus ada tangis di setiap perpisahan?
Seharusnya tidak, karena muara seluruhnya adalah perjumpaan (kembali)...
readmore »»ǴǴ

Jumat, 08 Maret 2013

Empat Kata Warisan Ayah Ibuku

Jumat, 8 Maret 2013
Arif Atul Mahmudah (Ab) Dullah

Cahaya surya berdiri megah bagai tersenyum memandangi bumi. Kuatur langkah menuju perhentian. Selintas ingat aku kembali kepada satu kenangan

Di jalan silam itu tercipta sejarah. Tentang bangunan mimpi yang dimulai. Ketika mentari membelalakkan matanya pada bumi

Tertitipkan sejarah mimpi mereka dalam empat suku kata yang kubawa untuk kuwariskan. Aku selalu bangga mengenang mereka.

Tentang makna-makna yang diwariskan: Kebijaksanaan, kedalaman pengetahuan, keterpujian, dan kehambaan

Dua kali melihat, Dua kali mendengar, Satu kali berkata-kata. Itulah ajaran kebijaksanaan. Itulah ajaran kearifan yang kalian titipkan

Dua kali berkarya, Dua kali bergerak, Sekali berkata-kata. Itulah ajaran kedalaman pengetahuan. terselipkan diantaranya

Setiap kali merenungi makna-makna warian empat kata itu, aku selalu bertanya kepada diriku sendiri: "Apakah layak, harapan mereka kutanggung?"

Kebijaksanaan dan kedalaman pengetahuan mengaliri sungai kehidupan menuju muara keterpujian. Keterhormatan. Itulah jembatan antara, menuju titik akhir

Tapi muaranya bukanlah keterpujian dihadapan mereka yang juga menghamba kepada Tuhan. Bukanlah itu, aku tahu persis mimpimu

Maka mereka menutup tiga kata itu dengan penghambaan. Kesanalah seluruh makna itu bermuara.

Ini terlalu rumit dan berat. Tapi itulah doa-doa. Doa yang telah terkirimkan ke langit. Aku masih tak berhenti bertanya. Apa aku sanggup?
readmore »»ǴǴ

Minggu, 03 Maret 2013

Jadilah Anak Muda Yang Berbeda !!

Ahad, 3 Maret 2013
#Untuk Sebuah Tugas Baru

Bagi saya, tugas ini seperti "mimpi buruk", satu tugas yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Terlalu rumit. Taip Insya Allah bisa

Saya tahu waktu saya tidak banyak. Saya juga tahu saya tidak punya pengalaman yang cukup. Selain itu ada hambatan psikologis yang besar dalam tugas ini

Tapi, itulah enaknya jadi anak muda :). Kita dikaruniakan kemampuan untuk "ngomong ceplas ceplos". Kalau salah? Insya Allah akan ditegur

Ini adalah momentum, untuk menguji apakah kita layak disebut sebagai"anak muda". Apakah ada kemungkinan gagal? sangat mungkin, tapi kita masih muda

Hari-hari yang kita akan jalani sebagai anak muda, sesungguhnya hanyalah hari-hari belajar, untuk mengakumulasi kapasitas diri kita, sampai..

sampai kita meledakkannya di usia puncak kematangan kita, Insya Allah di usia 40 tahun.

Jadi jika sekarang kita salah, segera perbaiki. Ada pengetahuan baru yang kita peroleh dari setiap pekerjaan yang kita lakukan.

Pengetahuan-pengetahuan baru yang kita peroleh dari lapangan amal, insya Allah akan semakin memperbaiki cara kita bersikap

Masa muda adalah masa-masa yang terindah dalam usia hidup kita, tapi kita akan menghabiskannya di jalan kebenaran, insya Allah
readmore »»ǴǴ

Jumat, 01 Maret 2013

Sejarah Pengetahuan Para Pecinta (Sebuah Catatan Kecil)

Jumat 1 Maret 2013
Pukul 17.00 WITA

Praktek itu jauh lebih rumit daripada teori. Di medan amal -lah, pemahaman dan keikhlasan mereka itu mendapatkan ujian-ujian kesejatiannya

Ada setumpuk pengetahuan yang harus terus menerus mereka benturkan dengan realitas, agar sikap mereka terus menemukan jalan menuju kesempurnaannya.

Pengetahuan & Realitas yang saling berbenturan dalam waktu yang panjang, menimbulkan salah satu dari dua efek berikut

Pertama: Pengetahuan mereka habis selama benturan dengan realitas itu, sehingga sebagiannya berhenti ber-amal. Atau...

Atau kedua: realitas yang mereka temukan dilapangan amal, justru menghasilkan pengetahuan baru bagi mereka, sehingga cara ber-amal menjadi lebih baik.

Tapi para pecinta memilih yang kedua.

Maka mereka terus ber-amal, Juga tidak pernah berhenti menambah pengetahuan. Lalu mereka menguji diri mereka sendiri seberapa lama mereka mampu bertahan dihadapan realitas-realitas yang bahkan tidak mereka inginkan dan tidak mereka duga sebelumnya.
readmore »»ǴǴ

Rabu, 27 Februari 2013

Ide Besar "Konspirasi" Ala Anis Matta

Rabu, 28 Februari 2013
Pukul 13.28 WITA *Dalam Perenungan Kecilku

Konspirasi, kata ini mulai menjadi populer, sejak Anis Matta mengucapkannya dalam orasi pertamanya sebagai presiden PKS. Kata Konspirasi, kini juga digunakan dalam kasus Anas Urbaningrum, khususnya oleh kalangan pendukung pak Anas Urbaningrum. Menarik!

Tapi oleh sebagian pengamat, kata Konspirasi dianggap sesuatu yang lucu, apalagi kata mereka (pengamat), tidak ada bukti untuk menjelaskaan kebenaran kata ini, ketika Anis Matta menggunakannya dalam kasus LHI. Saya pikir-pikir, apa maksud kata konspirasi dalam pidato Anis Matta beberapa waktu lalu? Apakah benar itu memang ada? lalu ditujukan ke PKS? Siapa yang melakukan? Apa tujuannya?

Ah, saya tidak punya informasi apapun tentang hal itu. Sama sekali tidak ada. Tapi bagi saya, kata Konspirasi punya energi yang sangat besar dan positif.

Dan saya tidak tertarik untuk mencari kebenaran adanya konspirasi dalam kasus LHI di PKS dan Anas Urbaningrum di Partai Demokrat. Tapi saya mau bilang begini….

Terimakasih kepada Anis Matta , karena kata konspirasi yang anda ucapkan telah (seharusnya) membangkitkan satu Kesadaran Baru bagi kita sebagai sebuah bangsa. Kesadara Baru, bahwa sebagai bangsa yang sedang tumbuh, akan ada “orang lain” yang memandang ini sebagai ancaman bagi “mereka”. Terlebih lagi, bangsa ini diperkirakan akan menjadi kekuatan baru di dunia.

Sejenak, saya teringat film Ainun Habibie, tentang bagaimana usaha keras pak BJ Habibie untuk membangun industri pesawat terbang, sebagai alat transportasi di Indonesia. Namun akhirnya gagal. Bagi saya, kisah pak BJ Habibie adalah kisah pilu anak bangsa, yang mencintai negerinya, tapi digagalkan oleh “mereka” yang tidak senang melihat bangsa ini tumbuh. “Mereka” adalah orang-orang yang tidak pernah ingin melihat bangsa ini tumbuh besar. Dan melihat kita sebagai ancaman bagi eksistensi mereka itu.

Jadi, kata Konspirasi adalah Ide Besar tentang kesadaran akan musuh. Dan kesadaran ini adalah kesadaran yang mutlak harus ada pada setiap anak bangsa. Tidak boleh tidak. Sebab bangsa yang tidak pernah mendefenisikan musuhnya secara jelas, minimal akan menghadapi dua masalah besar.

Pertama, ia tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang “dikerjai” oleh musuh. Tapi ia merasa bahwa hidupnya berjalan normal saja, tanpa ada apa-apa yang terjadi. Kedua, ia akan sibuk dengan urusan-urusan internal pribadinya, lalu merasa seolah-olah masalah-masalah itu ad masalah yang terlampau besar. Lalu, sebagai bangsa, akhirnya lupa bahwa kita harus terus menciptakan pertumbuhan demi “mencegat” ketertinggalan kita dari bangsa lain.

Sebelum Soekarno memunculkan ide tentang revolusi mlawan penjajah, bangsa ini hidup santai, tanpa sadar bahwa mereka sedang dijajah. Tapi kesadaran akan musuh yang dihembuskan oleh Soekarno, tiba-tiba membangunan mereka, bahwa sebagai bangsa, kita bisa berdiri di atas kita sendiri, dan tidak boleh dijajah oleh siapapun di atas tanah air kita ini. Lalu lihatlah, energi persatuan dari kesadaran akan musuh, telah mengantarkan bangsa ini pada kemerdekaannya.

Jadi jika Anis Matta disebut “Soekarno Muda”, maka dalam tema konspirasi ini, ia telah “mewakili” Soekarno. Ia menghentak kesadaran akan musuh itu kepada kita semua, sebagai sebuah bangsa.

Selamat berjuang pak Anis Matta. Saya tidak sabar menunggu-nunggu, sebagaimana yang pernah anda “janjikan”, bahwa Konspirasi ini akan Anda jelaskan di HUT RI mendatang. Sekali lagi, saya tidak tetarik untuk mendengar tentang Konspirasi kepada PKS, tapi bawalah tema ini pada kita semua sebagai bangsa. Agar bangsa ini, kembali berbaris rapi dan indah untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik dan bermartabat dimata dunia

Salam cinta dari saya untukmu pak Anis Matta. “Himpunkanlah lagi, daun-daun yang berserakan ini”. Begitulah kalimat yg pernah anda tulis dalam sebuah buku Anda yang pernah saya baca beberapa tahun lalu
readmore »»ǴǴ